REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook


Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Berebut Kue Manis Bisnis Jasa Antar | Youth Marketers

Berebut Kue Manis Bisnis Jasa Antar | Youth Marketers

youth marketers - knowledgeable & fresh

Published by Marketing Group

Category: Marketing & Sales (Free)

Edition : 11/III/Mei 2015

Pages : 37

ISBN :

Published : 06 May 2015

Anda ingin kirim barang atau dokumen tanpa harus repot? Cukup gunakan jasa kurir, urusan beres. Jasa kurir hadir untuk membantu dalam mengantarkan barang ke tempat yang dituju.

 

Bisnis pengiriman barang tak hanya diperuntukkan bagi pengiriman ke luar negeri atau luar kota. Sekarang ini, banyak masyarakat yang tinggal di dalam kota juga membutuhkan jasa antar dan kirim barang. Penyebabnya antara lain pertambahan populasi kendaraan membuat ruas-ruas jalan semakin rawan kemacetan. Hal ini tak hanya terjadi di Jakarta, tetapi merambah kota-kota besar lain di Indonesia. Alhasil, masyarakat pun makin enggan untuk melangkahkan kaki ke luar rumah untuk mengantarkan barang atau dokumen penting untuk orang yang dituju.

 

Jasa pengiriman barang atau jasa kurir bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Fenomena ini ternyata ditangkap sebagai peluang oleh beberapa pelaku usaha yang jeli. Mereka menyediakan jasa layanan kirim dan antar barang untuk jarak dekat. Biasanya, daerah yang dijangkau meliputi kota dan beberapa daerah di sekitarnya. Sambutan masyarakat akan layanan kurir ini terbilang positif.

 

Youth Marketers edisi ini membahas mengenai bisnis tersebut. Topik utama kami mengulas Handy mantis, foodpanda dan Wheel Line yang bergerak di bidang jasa pengiriman ini. Juga obrolan dengan Tenaka Budiman – Executive Board of ALI & Director of Supply Chain - menguak kunci keberhasilan bisnis jasa pengiriman.

 

 
 

FREE

RELATED READS

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Muda, Beda Dan Berbahaya | Youth Marketers

    Saat manusia berubah dari anak-anak menuju dewasa, ada satu fase yang disebut remaja. Fase ini ditandai dengan perubahan biologis dan sifat-sifat. Banyak perubahan yang terjadi pada tahap ini sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam pemasaran. Ketidakpastian itu muncul karena perubahan itu berger

    ak sangat cepat dan sangat dipengaruhi oleh trend dan mode. Pilihan-pilihan konsumsi remaja dipengaruhi oleh aktivitas yang ditekuninya, teman-teman dan penampilan generasi itu. Pemasar akan mendapati kesulitan yang luar biasa apabila mendekati segmen remaja ini dalam kacamata dirinya. Karena itu

    Rhenald Kasali di buku Membidik Pasar Indonesia: segmentasi, targeting, dan positioning mengatakan remaja pada setiap generasi dibentuk oleh keadaan berbeda dengan generasi lainnya. Jadi terlalu naif bila seorang marketers menyamakan masa remajanya dengan pasar remaja saat ini. Solusi yang ditawar

    kan, marketers harus adaptif dengan perubahan yang terjadi di dunia remaja. Entah tentang produk, layanannya atau pesan komersil yang disampaikan. Sebagai contoh, sebuah agen komunikasi di Inggris mengatakan bahwa pesan komersil produk kuliner telah gagal memikat remaja. Mereka mengatakan bahwa pes

    an komersil lebih menyasar kepada keluarga dan ibu rumah tangga alih-alih menuju kaum remaja. Padahal, sekarang , di era komunikasi tanpa batas ini, aktivitas remaja menyebar gambar atau informasi tentang kuliner sangat tinggi. Jadi, marketers harus melihat remaja sebagai pasar yang penting. Bukan

    saja konversi tapi strategi membangun awareness.   Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Extremepreneur Extreme Gain | Youth Marketers

    Bisnis yang muncul dari sebuah olahraga tampaknya tidak bisa dipandang sepele. Banyak perusahaan tersohor muncul dari bisnis ini. Uang mengalir dari hulu sampai ilir. Dari pemilik klub, atlet hingga ritel yang berkaitan dengan olahraga. Bahkan ‘si pembajak’ kaos olahraga bisa meraup untu

    ng besar. Saat ini gurita bisnis olahraga dipegang oleh sepak bola. Tahun 2014 menurut Deloitte Football Money, Klub asal Spanyol Real Madrid menduduki peringkat pertama dengan pendapatan tertinggi sebesar 549.5 juta Euro. Pendapatan ini berasal dari Bonus kemenangan Liga Domestik maupun Piala Cham

    pions Eropa, hak penyiaran pertandingan melalui TV, lisensi, penjualan merchandise, dan jumlah penonton yang ke stadion. Pendapatan paling besar berasal dari hak penyiaran, penjualan merchandise dan lisensi. Bagaimana tidak kaya, kaos klub-klub terkaya Eropa itu menyebar ke seluruh dunia sekaligus

    lisensi. Logo-logo klub juga dipakai ke berbagai jenis produk. Bisnis olahraga tidak didominasi sepak bola saja, semua olahraga memiliki peluang yang sama. Syaratnya, olahraga itu harus populer di masyarakat. Dengan begitu, semua hal yang berbau olahraga itu akan diburu. X-Games adalah sebuah komi

    te olahraga yang berisi cabang olahraga yang memainkan gaya menantang maut. X-Games memang tidak sepopuler olahraga lainnya, oleh karena itu, komite bekerjasama dengan Televisi ESPN menayangkan olahraga tersebut agar beken. Saat ini, X-Games berada di tahun ke 21 penyiaran. Jutaan orang seluruh dun

    ia telah menyaksikan olahraga yang memang asyik ditonton itu. Dampak yang terjadi, anak-anak muda generasi X dan Y menjadi tertarik memainkan olahraga ini. Setiap tahun jumlah atlet yang berlaga di tingkat lokal maupun internasional bertambah. Berkah lainnya, bisnis yang berhubungan dengan olahraga

    ini terkerek. Merek-merek ternama dari BMX, papan surf, skateboard, inline skate, dan lain-lain meraup penjualan signifikan dari peralatan maupun merchandise. Tidak hanya itu merchandise lokal juga terkena imbas. Anak muda yang tidak mampu beli official merchandise tetap bisa bergaya dengan produk

    lokal. Walau sekarang terdengar nyaring, bisnis dari olahraga aksi ini tetap menyimpan problem yaitu bersifat trend dan segmented. Marketers harus pintar membuat strategi agar aliran uangnya tetap lancar.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bandung Inc.| Youth Marketers

    Youth Marketers menganggap Bandung sebagai kota pembiakan bisnis UKM terbaik di Indonesia. Kami mencatat brand asal Bandung selalu berhasil mencuri perhatian orang. Lucunya, banyak konsumen lokal kadang terkecoh dengan ketenaran brand asal Bandung, mereka pikir, brand i

    tu berasal dari luar negeri. Di dunia fashion anak muda, konsumen telah mengenal Peter Say Denim. Produk ini sebenarnya buah tangan Peter Firmansyah asal Bandung. Brand clothing ini baru berdiri tahun 2008 dan mulai meng-endorse band luar negeri pada tahun 2011.    Atau Edwa

    rd Forrer, sebuah perusahaan sepatu dan tas yang diberi nama pemiliknya. Usaha yang kantor pusatnya berada di Jalan Veteran no. 44 Bandung itu kini telah menjadi salah satu bisnis waralaba yang terkenal. Beberapa gerai waralabanya berada di luar negeri seperti di Australia, Hawaii dan Malaysia. Dari

    sisi komitmen juga tidak diragukan. Tengok saja Elisabeth. Brand tas wanita yang berdiri 1961 ini tetap melangkah anggun. Produknya begitu cantik dan berkelas. Banyak wanita jet set Indonesia bangga menyandangnya. Fenomena ini jelas menggelitik keingintahuan kami tentang proses branding yang dilaku

    kan oleh marketers dari Bandung. Untuk mengetahui jawabannya, kami persilahkan readers Youth Marketers menyimak prime issues kami.   Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Industri Kreatif | Youth Marketers

    Salam Youth Marketers, Sejak dulu orang-orang kreatif telah menjadi inspirasi perubahan. Lihatlah Thomas Alfa Edison, atas penemuannya lampu-lampu listrik menerangi jalan dan rumah-rumah. James Watt yang menemukan mesin uap bahkan telah merubah teknis industri yang sedianya manual menjadi otomatis.

    Akibatnya, produksi manufaktur bisa digenjot lebih banyak. Menurut John Howkins, dalam buku The Creative Economy, manusia yang memiliki ide akan lebih kuat dibandingkan orang-orang yang bekerja dengan mesin produksi, atau bahkan pemilik mesin itu sendiri. Secara khusus, dalam peradaban ekonomi

    disebutkan tiga gelombang. Pertama era pertanian, disusul era industri, dan kemudian era informasi. Namun prediksi tidak berakhir di sini. Gelombang selanjutnya diramalkan menuju era kreatif. Era kreatif ditandai dengan berkembangnya industri kreatif yang menggunakan ide dan keterampilan individu se

    bagai modal utama. Jadi, industri kreatif tak lagi sepenuhnya mengandalkan modal besar dan mesin produksi. Beberapa negara di dunia seperti Jepang, Korea Selatan, India telah mengikuti tradisi industri kreatif yang sudah dikembangkan Amerika Serikat jauh hari. Karya-karya kreatif mereka seperti

    animasi, music dan film menjadi trend di penjuru dunia. Tidak mau kalah saing, Indonesia juga mengembangkan industri kreatif. Namun tidak seperti negara-negara lain, potensi kreatif Indonesia berasal dari ribuan budaya yang hidup di Indonesia. Walau begitu potensi kreatif kontemporer juga tetap dib

    erdayakan agar memiliki daya saing. Boleh Jadi, di masa mendatang, ekonomi Indonesia bertumpu pada industri kreatif. Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - BOOSTING OMZET MELALUI INFLUENCER MARKETING | YOUTH MARKETERS

    Content is the king tak akan tergoyahkan tapi sosial media juga berperan besar, karena merekalah yang membawa gelombang baru cara berkomunikasi lebih cepat, massif dan lintas batas. Lihatlah pengguna Facebook yang telah mencapai satu miliar orang, Twitter 300 juta pengguna, lalu instagram yang mula

    i menepuk dada dengan 100 juta pengguna dengan kurun waktu tiga tahun. It’s means something right? Ya tentu saja. Lalu lintas komunikasi digital yang sekarang didominasi sosial media itu ternyata lahan subur bagi brand menyemai awareness demi meningkatkan penjualan. Bila dihitung mundur, di

    Indonesia, aktifitas marketing di sosial media ini merangkak naik sejak empat tahun lalu. Brand mulai membuka akun di facebook, twitter, dan instagram serta menggabungkan dengan website. Namun, bagi pengguna sosial media, cara itu masih terasa hard sell. Status, twit, dan foto mereka tetap dianggap

    iklan, jadi layak diabaikan. Di saat yang sama bermunculan orang-orang yang memiliki high profile branding di sosial media. Mereka itu disebut influencer karena memiliki kemampuan merebut perhatian pengguna sosial media. Bagi brand, influencer adalah orang-orang yang bisa mengomunikasikan suatu pr

    oduk dengan cara yang berbeda.Influencer digunakan brand untuk infiltrasi pasar dalam rangka word of mouth. Tujuan brand menggunakan influencer juga beragam tapi bisa dikelompokkan menjadi tiga yaitu awareness, engagement, dan conversion. Survey yang dilakukan Sensei Marketing Inc dan ArCompany Inc

    pada 2013 menyebutkan 74% marketers akan menggunakan influencer dalam strategi marketing. Keberhasilan influencer pun sangat beragam, tergantung KPI yang ditetapkan oleh brand. Ke depan, influencer tetap penting selama pengguna dan lalu lintas komunikasi sosial media terus meroket.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Marketing To Men : Cara Jitu Mendapatkan Perhatiannya | YOUTH MARKETERS

    Mengerucutkan target marketing merupakan hal yang menantang bagi brand. Perencanaan produk harus dilakukan dengan matang agar punya ciri yang jelas sebagai produk yang memang ditujukan bagi kaum pria. Manajemen harga juga harus diperhatikan. Meski kaum pria sering dianggap tidak price sensitive, bu

    kan berarti perbedaan harga tidak mempengaruhi keputusan membeli. Tak selalu yang mencantumkan harga lebih murah bakal lebih banyak diminati. Bukan tak mungkin benefit produk bakal lebih menjadi perhatian daripada mereknya. Hal ini bisa menjadi titik kritis dalam menciptakan brand loyalty. Oleh kar

    enanya brand harus pandaipandai menciptakan customer engagement. Komunikasi dan promosi menjadi hal penting yang tak bisa ditinggalkan karena hal ini akan menjadi titik pertama persentuhan informasi merek dengan konsumen. Hal ini meliputi penerapan pendekatan marketing, sistem publikasi, promosi pe

    njualan, penjualan langsung, pembentukan media pendukung dan sebagainya.Komunikasi yang tepat akan meningkatkan persepsi yang baik di hadapan konsumen. Dalam edisi ini, Youth Marketers membahas mengenai marketing yang menyasar kaum pria. Gold’s Gym misalnya, bagaimana kiatnya merajai bisnis f

    itness centre? Kemudian Kick Denim yang mengolah ceruk fashion untuk pria, strategi Lanang Barbershop yang bermain di bidang salon pria dan tak ketinggalan Garnier yang menguasai pasar produk perawatan pria.    

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Go Global? Siapa Takut! | Majalah Youth Marketers

    Indonesia adalah salah satu negara penanda tangan WTO (World Trade Organization). Selain itu, baru-baru ini pula kita disibukkan dengan persiapan menghadapi akan diberlakukannya segera Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dengan demikian berarti kita telah sepakat membuka pasar bagi pihak luar. Tentu ti

    mbul sedikit kekuatiran bahwa merek-merek lokal bakal kalah saing dengan serbuan merek luar dan pasar bakal dikuasai asing. Namun sesungguhnya kita tak perlu bersikap inferior seperti itu. Perjanjian WTO, MEA atau sejenisnya di satu sisi memang membuka pasar kita, tapi di sisi lain juga memberi pelu

    ang bagi kita untuk menembus pasar mereka juga. Oleh karenanya kita harus yakin bahwa merek lokal pun dapat menembus pasar global. Hal yang perlu kita perhatikan kemudian adalah apa yang harus kita persiapkan menghadapi kondisi ini? Bagaimana sebenarnya kualitas produk-produk kita? Jurus macam

    apa yang kita persiapkan untuk memenangkan persaingan di pasar global? Pada edisi kali ini, membahas hal tersebut kami menampilkan bagaimana pengalaman dan upaya-upaya yang dilakukan Ayam Bakar Mas Mono, Kebab Turki Babarafi, Ouval Research, Polytron dan Yoya Hijab dalam berupaya berekspansi ke lu

    ar negeri dengan tetap memperkuat posisi di pasar lokal. Tak ketinggalan juga wawancara dengan Arief Budiman, yang menjabat Executive Director PT Ocentrum Indonesia – Digital Marketing Communication Services.   Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA):Inilah Langkah Strategis Menghadapinya | Youth Marketers

    Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara.Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehi

    ngga kompetisi akan semakin ketat. Indonesia, yang menjadi salah satu anggota ASEAN harus membuka aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terdidik dari dan ke masing-masing negara anggota ASEAN. Kita tentu tidak ingin hanya menjadi konsumen saja, kita ingin produk-produk kita mampu be

    rsaing di pasar domestik maupun regional bahkan global. Kita tidak mau produk dan jasa lokal yang sebetulnya berkualitas jadi tergeser. Oleh karena itu pengusaha di dalam negeri harus lebih agresif meningkatkan daya saing untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Edisi kali ini Youth Marketer

    s membahas mengenai MEA dan bagaimana lingkungan bisnis Indonesia harus menyikapinya. Bagiamana strategi yang dipersiapkan oleh GVFI, Polygon, Simbadda, Steak Hotel by Holycow dan Broddo dalam menghadapi hal ini. Juga kami tampilkan wawancara dengan Wempy Dyocta Koto, CEO Wardour and Oxford yang pun

    ya banyak pengalaman sebagai konsultan pengembangan bisnis. Selamat membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Jurus Jitu Merebut Hati Si Angel Investor

    Berhitung soal untung rugi adalah naluri yang wajib Anda pertajam jika berniat terjun ke dunia bisnis. Tak bisa Anda mengambil sikap “bagai kerakap di atas batu”, hidup segan mati tak mau. Jangan sampai bisnis Anda dari jaman berdiri sampai sekarang tak ada perkembangan, cuma gitu-gitu a

    ja. Namun masalahnya adalah, berkembang itu membutuhkan suntikan modal. Dan jika berbicara tentang modal, mau tak mau kita harus berpikir bagaimana caranya untuk mengajak investor. Bisa saja kita mengundang masuknya angel investor dari kalangan famili atau teman-teman dekat. Tak salah pula seandain

    ya kita memilih untuk mengajak investor profesional yang punya modal lebih besar dan cukup makan asam garam dunia bisnis. Masing- masingtentu menyimpan konsekuensinya sendiri-sendiri. Hal yang perlu kita siapkan adalah bagaimana cara kita agar model bisnis dan strategi yang kita miliki dapat lulus

    dari ”fit and proper test” di mata investor? Mencari investor seperti apa yang cocok dengan filosofi bisnis kita? Kesalahan awal seperti apa yang harus dihindari agar tak dijauhi investor? Dan lain sebagainya. Pada edisi kali ini, membahas hal tersebut kami menampilkan bagaimana pengala

    man dan upaya-upaya untuk menggandeng investor yang dilakukan oleh DapurMasak, Valadoo, BrideStory, Ralali, Sribulancer dan Touchten. Tak ketinggalan juga wawancara dengan Adrian Suherman, seorang profesional muda yang lama berkecimpung di bidang ecommerce dan sekarang menjadi Co-CEO di aCommerce.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Yuk Berbisnis Di Tahun Kambing Kayu 2015

    Tahun sudah berganti, 2015 sudah di depan mata. Bagaimana Anda menyambutnya, dengan optimisme atau pesimisme? Rupiah sempat turun nilainya menjelang akhir tahun lalu, meski pada akhirnya pelahan menguat kembali. Hal ini tentu membuat Anda yang bergerak di bidang bisnis menjadi berhati-hati. Tak ada

    yang salah dengan sikap itu, sepanjang tidak membunuh optimisme yang ada di dalam diri Anda. Berbisnis harus berdasarkan optimisme. Jika tidak, maka Anda bakal mati pada langkah pertama. Demikian sebuah pepatah mengatakan. Namun berbekal optimisme saja tak cukup. Anda harus dapat membaca medan, tah

    u apa tantangan di depan dan apa peluang yang ada. Berpijak dari situ kemudian Anda dapat menerapkan strategi yang jitu dalam menghadapi 2015 ini. Pada edisi kali ini, kami menampilkan bagaimana kiprah KUDO,Lolalola, GrabTaxi, Rumah123 dan Jakarta Food Truck menghadapi tahun yang baru ini. Tak keti

    nggalan juga wawancara dengan seorang sosok muda pegiat marketing Ghani S. Kunto yang merupakan Founder of “ empathic MARKETING Research & Consultancy “ sekaligus penulis buku Youth Marketing. Mari kita menatap tahun 2015 secara lebih optimis dan mengusir jauh-jauh segala pesimisme y

    ang mencoba mengganggu langkah kita ke depan di tahun baru ini.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bisnis Travel Makin Menguntungkan | Youth Marketers

    Belakangan ini minat publik untuk melakukan perjalanan wisata tumbuh subur, baik secara mandiri maupun regular mengikuti paket tour yang disediakan pihak biro perjalanan wisata. Apalagi dengan makin mudahnya mencari informasi di internet, rencana perjalanan dan perkiraan biayapun bisa direncanakan j

    auh-jauh hari. Kehadiran internet memudahkan orang untuk memilih destinasi,moda  transportasi maupun akomodasi di tempat tujuan. Pemesanan tiket secara online, booking hotel melalui website dan lain-lain makin mempermudah masyarakat yang berniat melakukan traveling. Bagaimana pelaku bisnis tra

    veling bermain dalam bidang ini? Apa strategi ampuh untuk berkompetisi? Pada edisi kali ini Garuda, AIG, Pegipegi, Panorama Tours danTiket.com  mengungkap dinamika bisnis mereka masing-masing menyikapi perkembangan signifikan dari bidang bisnis yang satu ini. Juga wawancara kami dengan Rudy Ha

    disentosa, owner Jalan2.com,membahas hal ini. Youth Marketers akan membahas bagaimana strategi mereka dalam mengomunikasikan dan “memasarkan” bisnis travelling sehingga bisa menggaet calon konsumen. Bagaimana pula mereka memanfaatkan media digital dalam strategi mereka, serta strategi se

    perti apa yang digunakan untuk membangun brand image yang kuat di benak calon pelanggan. Di luar hal tersebut, berhubung kita akan segera berganti tahun, maka seluruh keluarga besar Majalah Youth Marketers mengucapkan “Selamat Tahun Baru 2015”. Terimakasih telah menjadi pembaca setia ka

    mi. Semoga tahun mendatang kesuksesan tetap bersama kita semua. Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Belajar Dari Kasus-kasus Terbaik Digital Marketing Dunia | Youth Marketers

    Youth Marketers edisi kali ini mengupas tentang digital marketing. Tema ini mengemuka seiring dengan dilangsungkannya Digital Marketing & Social Media Conference 2014 beberapa waktu yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, para pakar digital marketing dari luar negeri berbagi pengalaman menyelengg

    arakan kampanye digital yang ditujukan untuk memenangkan pasar. Carmen Murray dari Mobitainment Afrika Selatan, membedah case study kampanye digital yang diterapkannya di negara berkembang. Sedangkan Mark Hancock dari Google ZOO, mengangkat problematika perusahaan offline yang hendak go online. Had

    ir pula Hando Sinisalu, founder sekaligus CEO dari Best Marketing International sebagai pembicara, yang memberikan case study dalam menyusun strategi digital marketing brand-brand ternama di bidang jasa finansial, ritel dan premium brand. Kami juga sempatkan diri untuk mewawancarai Rick Mulia menge

    nai visi dan misinya sebagai Business Head kantor baru Twitter di Jakarta nanti. Selain itu juga kami bahas mengenai mobile ads bersama Amit Kemchandani, CEO sekaligus founder Adatrix. Serta tak ketinggalan bahasan mengenai digital creative merek-merek ternama oleh Vinod Savio, Creative Director DDB

    Group Singapore. Selamat Membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Studentpreuneur,Yuk Belajar Bisnis Dari Pebisnis Muda | Youth Marketers

    Kuliah sambil cari duit? Bukan hal yang aneh akhir-akhir ini. Keberanian anak-anak muda yang masih menempuh pendidikan untuk terjun ke dunia entrepreneur kelihatan tumbuh subur.   Hal ini dimungkinkan karena makin mudahnya sekarang mencari seluk-beluk informasi tentang bisnis. Ditambah banyakny

    a buku dan seminar tentang entrepreneurship, makin mempertebal bekal basic knowledge mereka. Di sisi lain, internet juga menyediakan limpahan data yang diperlukan. Meskipun demikian, bukan berarti mereka berjalan tanpa persoalan.   Problem klasik pertama yang mereka hadapi adalah bagaimana memb

    agi waktu antara kuliah dan cari duit. Tak ada yang ingin kuliahnya molor atau gagal. Bisnis tetap jalan, tapi kuliah juga harus tetap jalan.   Problem selanjutnya adalah meraih kepercayaan investor dan masyarakat sebagai konsumen. Maklum, sebagian besar publik masih menganggap mereka anak bawa

    ng. Jujur, banyak yang bisnisnya gugur. Namun harus diakui, ada juga yang sukses. Nicholas Kurniawan misalnya, dari jualan ikan hias saja, dia bisa sukses meraup omset 2 miliar. Sosok lainnya yang berhasil adalah Kartika Dewi dengan bisnis hijabnya. Kemudian Michael Nugroho dengan bisnis pomade-nya,

    Ricky Ananda dengan solusi multimedianya, Rifqi dan Ajie dengan tote bag-nya, Zulqarnain dengan custom clothing-nya dan Aini Hanifa dengan sarung bantalnya.   Bagaimana mereka bergulat dengan bisnisnya, dan apa kesulitankesulitannya, semua kami ungkap dalam Youth Marketers edisi kali ini. Tak

    ketinggalan kami juga mewawancarai Dr. Rudy Handoko, seorang dosen dan Director of Undergraduated Program Prasetiya Mulya Business School, untuk membahas fenomena kuliah sambil berbisnis ini.   Selamat membaca!              

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Dongkrak Penjualan Dengan Email Marketing

    Salam Youth Marketers, Anda sudah buka email hari ini? Di antara sekian banyak email, adakah yang berisi penawaran barang atau jasa? Apakah Anda berminat membacanya atau langsung delete saja? Jika Anda membukanya, apakah terbantu dengan informasi di dalamnya? Deretan pertanyaan yang muncul itu haru

    s Anda pikirkan ketika Anda sendiri berniat menggunakan email sebagai sarana marketing dari bisnis Anda. Apa yang Anda rasakan itu kurang lebih sama dengan apa yang akan dirasakan calon penerima email Anda. Memutuskan menggunakan email sebagai perpanjangan tangan divisi marketing Anda adalah perkar

    a yang gampang-gampang susah. Gampang, mengingat sekarang banyak tool yang akan membantu efektifitas dan efisiensi pengiriman ribuan email dalam waktu singkat. Menjadi susah ketika kita mulai berpikir imbal baliknya apakah akan sepadan dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Tak ada yang ingin me

    lakukan upaya yang sia-sia bukan? Dalam edisi ini, Youth Marketers mewawancarai Arif Patmainudin, ST. Beliau cukup lama menjabat Manager di Goried Aktifit, dan cukup berpengalaman sebagai pengelola beberapa layanan autoresponder Indonesia yang banyak digunakan untuk keperluan email marketing. Juga

    wawancara dengan Goutama Bachtiar, seorang Advisor, Consultant, Auditor, Corporate Trainer and Writer di bidang Information Technology and Services Selain itu kami juga mengintip bagaimana BNI menyusun strategi email marketing-nya. Tak ketinggalan juga kiat Electronic City yang bergegas mengadopsi e

    mail marketing sejak terjun ke ranah penjualan online. Sementara itu, Livingsocial juga punya resep khusus menghadirkan promo melalui emailnya. Di sisi lain, FlowerAdvisor dan Hotel Santika juga mengungkap strategi jitu email marketing-nya.  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - How To Win The Market

    Salam Youth Marketers, Menjalankan bisnis artinya menaruh uang kita di market, tentu kita tak ingin semuanya hilang sia-sia. Inilah konsep dasar yang melatari pentingnya membaca potential market.   Jelas sekali, rahasia untuk sukses di bidang bisnis adalah kemampuan menguasai pasar. Makin

    bervariasinya merek dan jenis produk menunjukkan bahwa persaingan makin sengit, perusahaan mau tak mau harus aktif dalam melakukan bisnisnya. Jadi, langkah penting yang tak boleh dilewatkan adalah menganalisis potential market yang ada.   Memahami potensi pasar membantu kita menyusun

    program pemasaran yang lebih efektif, mengatur budget, merekrut SDM yang kompeten dan sebagainya.   Dalam edisi ini, Youth Marketers mewawancarai Dr. Freddy Rangkuti M.Sc., pakar strategi bisnis dan marketing yang juga Managing Director FRAI Consulting, untuk membahas mengenai pentingnya p

    otential market ini bagi bisnis.   Selain itu kami juga menampilkan Menara Wisata yang sedang tertarik menggarap Umrah Backpacker, serta biMBA yang berjuang menguasai pasar di ceruk pendidikan usai dini. Begitu juga strategi yang di tempuh MeetDoctor, Nasi Liwet Instan 1001 dan beberapa pe

    main di ranah budget hotel.   Selamat membaca!  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bisnis Properti Online Kian Menguntungkan

    Seiring pertumbuhan ekonomi, bisnis properti juga ikut berkembang. Lihat saja, banyak bertumbuh komplek perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, mall dan perkantoran. Setiap kota punya karakter pasar properti yang unik. Perbedaan satu sama lain terletak pada kondisi lokasi dan aksesibilitas masing-masi

    ng. Ada banyak pertimbangan dalam memilih properti. Perhatikan pada fasilitas yang memadai serta akses terjangkau ke tempat kerja atau pusat keramaian. Oleh karena itu konsumen membutuhkan informasi yang cukup untuk meyakinkan diri sebelum memilih untuk melakukan transaksi. Inilah yang kemudian memb

    uat makin menjamurnya bisnis properti online. Dalam edisi ini, Youth Marketers mewawancarai Panangian Simanungkalit, seorang pengamat properti dari Panangian School of Property, yang juga pernah mejadi penasihat properti developer-developer raksasa di negeri ini. Kami membahas mengenai prospek dan s

    trategi bisnis properti online. Selain itu kami juga menampilkan Lamudi yang punya kunci tersendiri dalam bermain di bisnis ini. Juga bagaimana Ray White menyusun strategi untuk menjadi yang terbaik. Begitu juga strategi yang di tempuh tiga pemain bisnis properti online lainnya, yaitu Rumahrumah.com

    , Rumah.com, dan Rumahku.com.  

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Digital Radio Is A New Business?

    Sungguh menarik bahwa radio masih tetap bertahan di tengah gempuran media alternatif yang makin beragam. Radio masih mendapat tempat di hati masyarakat. Namun dari segi bisnis, masihkah radio cukup menjanjikan? Di sisi lain,perkembangan internet yang melaju dengan kencang mau tak mau membuat radio h

    arus mau melakukan konvergensi (pengintegrasian dengan media yang ada). Mengapa harus demikian? Radio tidak hanya perlu menarik pendengar, namun juga pengiklan. Jika antara iklan dan pendengar sama-sama kenceng , maka tidak diragukan lagi prospek bisnis radio akan tetap berkembang. Radio memang memi

    liki kelebihan, bisa membuat program yang sangat lokal sehingga bisa dekat secara emosional dengan para pendengarnya. Nilai tambah lainnya adalah radio tidak hanya melakukan komunikasi satu arah, tapi juga dua arah. Namun, jika sebuah stasiun radio tak mampu memberi nilai lebih di banding radio lain

    dan tak punya ciri pembeda, maka lama kelamaan bisa tenggelam dan gulung tikar. Dalam edisi ini, Youth Marketers menyoroti perkembangan bisnis radio di era digital. Kami mewawancarai Nukman Luthfie,seorang pengamat media digital, membahas hal ini. Di samping itu kami juga mengulik bagaimana Masima

    yang menaungi Prambors dan Delta FM mengadopsi kemajuan internet dalam bisnis radionya. Juga strategi yang di tempuh Heartline FM dalam merebut hati pendengarnya. Kemudian mengenai Pas FM yang mengintegrasikan offline dan digital, maupun Gen FM yang punya cara tersendiri dalam menyikapi perubahan tr

    end radio dan penggemar. Selamat membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Suka Duka Sang Penerus Bisnis Keluarga

    Salam Youth Marketers,   Edisi kali ini Youth marketers mengangkat tema mengenai penerus dalam bisnis, terutama dalam perusahaan yang berawal sebagai bisnis keluarga. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi ketika melangsungkan suksesi dari pendiri ke generasi selanjutnya. Beda generasi dapat

    berimbas pada beda sudut pandang dan strategi, maka tak ayal diperlukan persiapan matang selama masa transisi. Visi, misi atau filosofi perusahaan harus dipahami benar dalam proses ini. Membahas hal tersebut, Youth Marketers mewawancarai pakar marketing Yuswohady mengenai kunci dan strategi yang dip

    erlukan dalam alih generasi. Juga kami ungkap strategi alih generasi yang diterapkan oleh Depo Bangunan, Amanda Brownies dan Bina Nusantara (Binus). Selamat membaca.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Pentingnya Continuous Improvement Untuk Bisnis

    Salam Youth Marketers,   Menjadi yang terdepan bukanlah perkara mudah di tengah kompetisi yang kian sengit. Untuk berada dalam posisi itu, dibutuhkan sebuah proses yang panjang dan berkesinambungan. Bukan hal yang aneh jika harus mengalami jatuh bangun beberapa kali. Apa resepnya agar brand ter

    us memimpin pasar? Atau agar perusahaan memiliki performance yang lebih maju dibanding periode-periode sebelumhya? Kuncinya ada pada kemampuan mengevaluasi dan melakukan peningkatan yang tak henti. Youth Marketers edisi kali ini membahas mengenai “continuous improvement”. Konsu

    ltan brand dan etnografer Amalia E. Maulana membahas bagaimana menerapkannya pada brand agar tangguh dalam persaingan. Sementara pakar marketing Rahmat Susanta berbicara mengenai continousimprovement khususnya pada perusahaan. Di samping itu kami ungkap juga strategi yang ditempuh oleh PT

    Pos Indonesia dan NAV Karaoke Keluarga dalam menerapkan hal tersebut. Selamat membaca.

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Customer Retention : Dongkrak Profit & Loyalitas Pelanggan

    Salam Youth Marketers,   Memiliki pelanggan yang loyal adalah impian semua merek. Namun tidak mudah untuk mendapatkannya. Pelanggan harus dibuat untuk merasa happy ketika menjalin interaksi dengan perusahaan, sehingga menghasilkan kepuasan. Perusahaan harus terus melakukan cara untuk

    dapat merangkul pelanggan dengan karakteristiknya masing-masing. Ciptakan programprogram yang membuat pelanggan merasa nyaman bertahan dengan memilih kita. Loyalitas dan retensi merupakan hal yang berbeda. Loyalitas sangat penting tapi sangat sulit untuk mengukur dan memonitor loyalitas. Oleh karena

    itu yang perlu dilakukan adalah mengukur loyalitas dari segi behavioral yaitu customer retention. Customer retention (retensi pelanggan) adalah suatu aktivitas perusahaan yang diarahkan untuk mampu menjaga interaksi dengan pelanggan melalui hubungan berkelanjutan. Majalah Youth

    Marketers edisi kali ini membahas tuntas tentang retensi pelanggan. Disertai strategi-strategi beberapa perusahaan dalam melakukan retensi pelanggan seperti Bank Mandiri, Tokopedia, Astra Honda Motor, dan Carrefour. Di samping itu kami mewancarai Yuliana Agung, founder Carre Center for Cus

    tomer Satisfaction & Loyalty dengan topik yang menarik; bagaimana melakukan pelayanan pelanggan yang baik? Apa saja faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam mempertahankan pelanggan? Dan bagaimana cara terbaik perusahaan dalam menerapkan retensi pelanggan? Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bermain Konten,Menjaring Pelanggan

    Salam Youth Marketers,   Ketika konsumen mempunyai kuasa penuh terhadap channel-channel informasi, bahkan punya media sendiri, maka semakin sulit bagi merek untuk menjangkau mereka. Efektivitas marketing tradisional pun semakin berkurang. Konsumen bisa dengan mudah menghindari apapun

    usaha pemasaran merek yang tidak mereka sukai. Tidak suka iklan TV tinggal pindah saluran, tidak suka iklan majalah tinggal dilewatkan, tidak suka banner di media online tinggal abaikan, tidak suka dengan telemarketing tinggal diblok. Karena itu, marketer harus mencari cara agar

    konsumen setidaknya mau melihat apa yang mereka tawarkan. Dari sana lah muncul apa yang hari ini kita kenal dengan content marketing. Pada edisi kali ini, Youth Marketers akan membahas mengenai content marketing. Apa sebenarnya content marketing dan mengapa ia disebut sebagai sat

    u-satunya metode pemasaran yang tersisa oleh Seth Godin. Untuk itu, kami menampilkan narasumber seperti Samsung,Mahaka Media, XM Gravity, dan Fortune PR yang telah mempraktikkan content marketing dalam kegiatan pemasaran mereka. Di samping itu jangan lewatkan kisah perjalanan komika Muhadk

    ly Acho dalam meniti karirnya, komunitas Anjing Gombal yang sempat menjadi tren di Twitter, serta JJ Royal Bistro yang menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati kopi. Jangan lewatkan juga artikel para kolumis Youth Marketers Akhirnya, seluruh tim redaksi Majalah Youth Marketers mengucapkan Selam

    at Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Game Changer

    Salam Youth Marketers,   Dunia tengah mengalami perubahan yang begitu besar, bahkan tak jarang terasa ekstrim. Pada tahun 2020 diperkirakan jumlah penduduk dunia akan mencapai 7,7 miliar jiwa. Persentase kelas menengah akan mencapai 52% dan kebanyakan berada di Asia. Perekonomian global juga di

    perkirakan bakal naik sebesar 40% dan lagi-lagi Asia lah yang akan menjadi penyumbang terbesar. Teknologi berkembang dengan kecepatan yang tidak terbayangkan di semua bidang. Mulai dari teknologi informasi, bioteknologi, hingga nanoteknologi. Hal ini menjadi bahan bakar mewujudkan hal yang dulu hany

    a berani kita impikan, seperti 3D printing hingga mobil tanpa pengemudi. Perubahan ini membuat perusahaan berada di persimpangan jalan. Mereka mau bertahan atau mau bergerak bersama perubahan ini.Pilihan yang paling rasional tentu ikut berubah. Tapi kalau mau berubah,maka perubahannya tida

    k bisa setengah-setengah. Perusahaan harus mulai berpikir bagaimana mengubah dunia dan menjadi game changer. Pertanyaannya, bagaimana caranya menjadi game changer? Pada edisi kali ini akan dibahas mengenai game changer. Bagaimana mereka bisa menjadi game changer, bagaimana strate

    gi mereka, dan apa tantangan yang harus ditundukkan untuk menjadi game changer, dan perubahan apa saja yang mereka buat untuk itu. Untuk itu kami menghadirkan para pendobrak pasar Indonesia,seperti AirAsia, Sido Muncul, Zalora Indonesia, dan PAC. Di samping kisah para game changer, jangan

    lewatkan membaca hasil wawancara dengan Peter Fisk, pengarang buku laris Marketing Genius. Ada juga profil Ryan Gozali, CEO Liga Mahasiswa, dan komunitas idGeekGirls. Selamat membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Mainkan Harga Menangkan Pasar

    Salam Youth Marketers,   Kata orang ada harga, ada barang. Betul kah? Bisa betul, bisa juga tidak. Yang pasti harga bisa menjadi salah satu strategi untuk menang di pasar. Ketepatan merek menetapkan harga mereka di pasar akan menentukan kesuksesan di masa mendatang. Untuk banyak bisnis, harga u

    mumnya merupakan kombinasi dari cost ditambah profit yang akan diambil oleh perusahaan. Setelah itu menentukan harga yang bisa dipatok sesuai dengan tingkat persaingan dalam industri. Bagaimana kita mematok harga, itu yang disebut pricing strategy.Ada yang masuk ke pasar dengan harga

    rendah, ada juga yang langsung masuk dengan harga tinggi karena menyasar pasar premium, ada juga yang lebih senang bermain dengan diskon dan harga promosi.Semua strategi harga pada dasarnya tidak ada yang buruk.Perusahaan hanya perlu memilih strategi mana yang tepat diterapkan oleh perusahaan kita.

    Pada Youth Marketers edisi kali ini akan dibahas mengenai pricing strategy. Bagaimana memilih strategi harga yang tepat untuk perusahaan dan hal-hal apa yang harus dipertimbangkan dalam menyusun strategi harga. Untuk itu kami menghadirkan narasumber seperti Hypermart,Electronic Soluti

    on, ZTE Smartphone, PT Kao Indonesia, dan Martabak 65A. Ada juga profil desainer muda Sere Marini. Jangan lewatkan juga artikel riset yang membahas mengenai efektivitas iklan bertema Piala Dunia. Selamat membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Manfaatkan Olahraga Untuk Dongkrak Penjualan

    Salam Youth Marketers,   Salah satu event yang bisa menarik massa besar dan membuat mereka terlibat secara emosional adalah olahraga. Sama seperti musik,olahraga adalah sesuatu yang universal yang dapat menyatukan banyak orang. Kemampuan olahraga merangkul massa tentu menjadi sebuah p

    eluang yang perlu dimanfaatkan oleh para marketer. Merek bisa memanfaatkan olahraga untuk mengomunikasikan mereknya dan memasarkan produk atau jasanya. Caranya bisa macam-macam. Ada yang memilih untuk beriklan pada event-event olahraga besar, menggunakan klub atau atlet tertentu untuk memp

    romosikan produk atau jasa, atau membuat event olahraga untuk meningkatkan partisipasi massa. Cara ini dinilai cukup efektif. Hal tersebut terlihat dari banyaknya merek yang menggunakan cara ini. Di Amerika Serikat dan Eropa kita bisa lihat betapa merek berlomba mensponsori klub-klub sepak

    bola besar. Jutaan bahkan miliaran dolar digelontorkan untuk itu. Pada edisi kali ini Youth Marketers akan membahas mengenai sport marketing di Indonesia. Bagaimana merek-merek “mengolahragakan” pasarnya dan seperti apa sebenarnya dampak dari kegiatan pemasaran ini?

    Seperti apa pula efektivitas kegiatan pemasaran ini terhadap sales? Merek-merek seperti BNI, IM3, Achilles, Alfamart, Zinc, dan Panasonic bercerita tentang strategi mereka menggunakan olahraga sebagai bagian dari aktivitas pemasaran. Ada pula komunitas Indo Runners yang aktif menyebarkan virus lari

    di masyarakat. Selamat membaca!?

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Mengulik Pemasaran Musik Indonesia

    Salam Youth Marketers,   Musik merupakan elemen yang sulit dilepaskan dari kehidupan kita.Selalu ada musik untuk setiap momen hidup kita. Itu sebabnya musik adalah industri yang seharusnya tidak pernah mati dan bernilai tinggi. Demand terhadap musik tidak pernah berkurang. Yang berubah ada

    lah selera pasar, persaingan, dan teknologi pendukungnya. Artinya besaran pasarnya tetap kalaupun tidak bertambah besar, tapi cara memasarkannya berubah. Ketika cara orang mengonsumsi musik telah beralih ke digital,pemasaran musik pun tentu harus bergeser ke arah yang sama. Tapi bergeser bukan artin

    ya hanya berpindah platform, Dari jualan keping CD menjadi digital download. Tentu tidak sesederhana itu. Bauran pemasaran yang sangat penting dilakukan. Bagaimana mengorkestrasi elemen offline dan online marketing menjadi hal yang krusial. Youth Marketers edisi kali in

    i akan membahas tentang perubahan pemasaran dalam industri musik Indonesia. Bauran seperti apa yang tepat dilakukan dalam kondisi pasar seperti saat ini serta seperti apa persaingan dan bagaimana peluang dalam industri musik Indonesia? Simak strategi Trinity Optima Production, Disc Tarra, Melon Indo

    nesia, Guvera, duo Endah N Rhesa, serta Cupumanik dalam memasarkan musik di tengah perubahan ini. Ada juga Pandji yang dengan berani melawan pembajakan dengan strategi yang sangat berani dan kreatif. Selamat membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Aksi Taman Rekreasi Berebut Pengunjung

    Salam Youth Marketers,   Di tengah persaingan yang makin ketat, tingkat stres juga biasanya meningkat. Kalau dipikir-pikir sekarang pemicu stres itu jumlahnya terus bertambah. Mau berangkat ke tempat kerja stres karena macet, sampai di kantor stres dengan beban pekerjaan, pulang ke rumah stres

    lagi karena ketemu macet lagi, belum kalau sampai sekarang masih jomblo juga. Makin stres. Itu sebabnya sekarang kita membutuhkan rekreasi lebih sering dan liburan lebih sering. Mungkin setiap bulan kita perlu liburan barangkali. Untuk itu taman-taman rekreasi menjadi pilihan paling masuk akal bila

    kita tidak punyabanyak waktu untuk liburan ke luar kota. Dibanding 10 tahun lalu, pilihan taman rekreasi yang ada saat ini jauh lebih banyak. Para pemain baru berdatangan ikut ambil bagian dalam bisnis ini. Itu membuat bisnis taman rekreasi yang tadinya terasa adem ayem mulai sedikit bergairah. Pers

    aingan rebutan pengunjung mulai terasa.Dan ini adalah hal yang bagus. Percayalah, di mana ada persaingan di situ ada perbaikan layanan. Siapa yang diuntungkan? Sudah pasti konsumen. Pada edisi kali ini, Youth Marketers akan membahas mengenai persaingan strategi pemasaran taman-taman rekreasi. Bagaim

    ana gaya mereka dalam menarik pengunjung ketika persaingan mulai memanas. Simak penuturan Ancol, Trans Studio Bandung, Taman Safari Indonesia,serta The Jungle dan Jungleland. Ada juga hasil riset mengenai preferensi pengunjung dalam memilih taman rekreasi. Mana kira-kira yang menjadi favorit orang I

    ndonesia? Jangan lewatkan artikel-artikel lain yang tidak kalah menarik. Ketika memutuskan menjadientrepreneur, dari mana kita harus mulai? Temukan jawabannya di rubrik UKM. Ada juga artikel mengenai strategi yang bisa Anda terapkan ketika memutuskan berpromosi melalui Instagram di rubrik Digital. &

    nbsp; Selamat membaca!    

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Entrepreneur Muda Raja Baru Dunia Bisnis

    Salam Youth Marketers,   Sekarang ini makin banyak anak muda yang terjun ke dunia bisnis.Banyak dari mereka yang tidak lagi tertarik menempuh jalur karir tradisional. Meniti karir di perusahaan sudah bukan pilihan utama bagi mereka. Membuat dan menjalankan bisnisnya sendiri lah yang menjadi cit

    a-cita mereka. Orang-orang seperti Mark Zuckerberg, Jack Dorsey, Sergey Brin, atau Larry Page telah menjadi pahlawan-pahlawan baru yang menjadi idola banyak anak muda. Mereka sukses membangun bisnisnya di usia yang masih sangat muda. Banyak yang sukses membangun bisnis mereka di usia yang relatif mu

    da,tapi juga tidak sedikit yang gagal. Bisnis memang bukan masalah memulai di usia berapa, tapi soal kejelian melihat pasar, kepiawaian mengelola bisnis, dan keberanian mengambil langkah-langkah strategis. Pada edisi kali ini akan dibahas mengenai pengusaha-pengusaha muda tersebut. Apa sebenarnya ya

    ng mendorong mereka memulai bisnis sendiri,apa tantangan berbisnis di usia muda, dan bagaimana mereka akhirnya sukses membangun bisnis tersebut. Untuk itu kami menghadirkan narasumber yang merupakan entrepreneur muda, seperti Reza Nurhilman, Aulia Halimatussadiah, Achmad Zaky, Arief Widhiy

    asa, dan Riezka Rahmatiana. Mereka merintis usahanya dan sukses di usia yang bahkan belum menginjak 30 tahun. Di samping itu, ada juga artikel-artikel menarik yang sayang untuk dilewatkan.Misalnya saja artikel tentang Instagram di rubrik Digital. Menurut survei terakhir, Instagram adalah media sosia

    l favorit para remaja, bukan lagi Facebook atau Twitter. Ada juga artikel mengenai inovasi dengan bujet minim di rubrik UKM. O iya, Anda juga bisa berkenalan lebih dekat dengan tim redaksi Youth Marketers. Ada catatan pendek mengenai perjalanan Youth Marketers selama satu tahun. 

    Yup, tepat tanggal 28 April kami genap berusia satu tahun.Hal ini menjadi tonggak bersejarah bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi pembaca.Semoga apa yang kami berikan selama ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi Anda semua. Selamat ulang tahun Youth Marketers    

    Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Mengintip Cantiknya Pasar Perempuan

    Salam Youth Marketers,   Tidak seorang pun yang bisa mengabaikan arti perempuan dalam hidupnya.Kita semua lahir dari seorang perempuan. Meski begitu, pada kenyataannya perempuan masih sering dianggap sebagai warga kelas dua.Haknya tidak dihormati secara penuh, potensinya tidak  diakomodir

    secara luas, bahkan keinginannya pun tampak tidak dimengerti. Hal ini berlaku secara luas. Dalam ranah hukum, dunia kerja, termasuk dunia pemasaran. Sekadar informasi bagi para pemasar, perempuan adalah pasar yang amat potensial.   Kalau menengok sejenak pada data, rasanya kita akan terperanga

    h.Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Ernst & Young dalam terbitan berjudul Women: The Next Emerging Market tahun lalu, diperkirakan peran perempuan dalam perekonomian global akan sama dengan Cina dan India yang jumlah penduduknya lebih dari satu miliar jiwa.   Menurut Boston C

    onsulting Group, dalam empat tahun mendatang diperkirakan pendapatan global perempuan akan tumbuh dari US$ 13 triliun menjadi US$ 18 triliun. Pertumbuhan sebesar lima triliun dolar AS ini hampir dua kali lipat dari perumbuhan GDP Cina dan India bila digabungkan. Pada edisi kali ini akan dibahas meng

    enai potensi pasar perempuan dan bagaimana marketer seharusnya menggarap pasar ini. Sebesar apa pasar perempuan di Indonesia dan dengan strategi apa marketer bisa menggoda dan memikat pasar perempuan?   Untuk itu kami menampilkan narasumber yang bisa membantu mencerahkan kita tentang pasar per

    empuan. Sebut saja L’Oréal Indonesia,H&M, Pond’s, dan praktisi komunikasi dan periklanan, Judy Uway.Selain itu, ada juga artikel menarik lainnya. Misalnya saja cerita tentang komunitas Female Daily yang kini anggotanya lebih dari 130 ribu orang di rubrik Komunitas. Atau profil

     startup cetak foto Instagram, Pictologi di rubrik Profil UKM.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Masa Depan E-commerce Indonesia

    Salam Youth Marketers,   Pertumbuhan e-commerce di Indonesia begitu pesat seiring dengan semakin luasnya penetrasi internet di Indonesia. Menurut data yang dikeluarkan oleh APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia) pengguna internet di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 82 jut

    a user. Sampai akhir tahun 2014 diperkirakan bakal meningkat menjadi 107 juta pengguna. Angka ini sungguh potensi yang luar biasa bagi e-commerce di Indonesia. Dalam survei yang dilakukan oleh Greenberg Brand Strategy yang hasilnya diumumkan akhir Januari lalu ditemukan bahwa 76% dar

    i pengguna internet di Indonesia berbelanja secara online sepanjang tahun sebelumnya dengan pengeluaran sebesar 5,5 juta rupiah. Ukuran pasar e-commerce juga membesar. Sepanjang 2012 hingga 2013 saja sudah membesar dua kali lipat menjadi US$ 8 miliar. Pasar yang menjanjikan tentu

    dengan sendirinya akan menarik banyak orang untuk ikut menikmatinya. Pertanyaannya, bagaimana kesiapan para pelaku bisnis di Indonesia menghadapi ledakan bisnis e-commerce yang hanya soal waktu? Apa saja tantangan yang bakal dihadapi oleh mereka? Bagaimana pula kesiapan konsumen kita dal

    am bertransaksi secara online? Pada edisi kali ini Youth Marketers akan membahas tuntas seputar masa depan e-commerce dan tantangannya saat ini. Untuk itu kami menghadirkan narasumber-narasumber seperti Groupon, Lazada, HijUp.com, Tiket.com, dan Daniel Tumiwa selaku Ketua id

    EA, Asosiasi E-Commerce Indonesia. Di samping itu, banyak pula artikel-artikel menarik lain yang sayang untuk dilewatkan. Misalnya artikel tentang manfaat meditasi bagi para pengusaha di rubrik Gaya Hidup atau tentang Komunitas Salihara di rubrik Komunitas. Simak juga artikel bermanfaat dari para k

    olumnis Youth Marketers.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Membangun Brand Yang Kuat Ala Kevin Lane Keller

    Salam Youth Marketers,   Kalau Brand atau merek merupakan satu topik yang tampak tidak ada habisnya untuk dibahas. Selalu ada yang baru, selalu ada yang menarik. Konsep merek dan branding bukanlah konsep statis. Konsep ini begitu dinamis hingga terkesan misterius. Banyak yang sukses, banyak pul

    a yang gagal dalam membangun merek. Ada yang sempat sukses, tapi kemudian gagal, ada pula yang awalnya gagal, tapi kemudian sukses.   Resep sukses sebuah merek tidak selalu berlaku pada merek lainnya. Itu sebabnya, seberapa pun banyaknya kisah sukses merek diceritakan, kisah merek gagal yang t

    idak terungkap jauh lebih banyak lagi. Dari sini kita belajar bahwa kita memang harus menguasai teorinya, agar bisa menangkap esensi kisah sukses sebuah merek. Pada edisi kali ini, kami mengupas konsep branding milik Profesor Kevin Lane Keller. Bukan tanpa alasan kami membahas teori branding dari Pr

    of. Keller. Saat ini beliau adalah pakar mengenai branding paling terkemuka di dunia. Bukunya yang berjudul Strategic Brand Management digunakan secara luas sebagai buku teks untuk topik brand management.   Awal Maret lalu, Prof. Keller sempat bertandang ke Jakarta untuk berbicara dalam semina

    r Indonesia Brand Summit 2014. Ia mengupas habis-habisan konsep yang ia tulis dalam bukunya. Mulai dari brand planning, brand architecture, mengelola ekuitas merek, hingga mengukur ekuitas merek. Untuk itu kami akan berbagi ilmu yang diberikan olehnya pada edisi kali ini. Di samping itu, ada juga ki

    sah merek Indonesia yang terbilang sukses membangun mereknya. Misalnya Simbadda, Martina Berto, dan TPS Food. Selain itu ada juga artikel menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Misalnya saja hasil liputan kopdar kedua Youth Marketers, lanjutan tulisan Manajer Vs Leader di kolom Living Success

    , dan lain-lain.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Serba Serbi Political Marketing

    Salam Youth Marketers,   Tak lama lagi Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi. Akan ada 15 partai politik yang bakal bersaing memperebutkan sekitar 185 juta suara calon pemilih. Tujuan akhir sebuah partai politik sudah pasti menang dalam pemilihan.Kemenangan ini hanya bisa dicapai

    dengan membangun preferensi dan membentuk persepsi dalam benak calon pemilih. Untuk itu dibutuhkan strategi pemasaran dan komunikasi politik yang tepat. Ya, dalam “peperangan” ini partai politik tidak begitu berbeda dengan sebuah perusahaan. Mereka tetap membutuhkan strate

    gi pemasaran yang tepat untuk mencapai target kemenangan mereka. Partai tidak bisa hanya berteriak-teriak “pilih kami”, menyebar spanduk, selebaran, atau beriklan besar-besar di media massa. Sama halnya seperti sebuah produk, partai politik maupun kandidat presiden h

    arus memiliki brand proposition yang jelas dan membedakan mereka dari para pesaingnya. Hal tersebut juga perlu dikomunikasikan secara konsisten. Faktanya, hal tersebut tidak mudah dilakukan. Tidak hanya itu, partai politik juga perlu melawan skeptisisme masyarakat terha

    dap mereka. Belum lagi perubahan perilaku calon pemilih yang begitu cepat seiring hadirnya media sosial. Informasi mengalir deras tanpa bisa dikendalikan oleh partai politik. Pada edisi kali ini Youth Marketers akan membahas bagaimana strategi partai-partai politik dalam me

    ngomunikasikan dan “memasarkan” nilai-nilai partainya sehingga bisa menggaet calon pemilih. Bagaimana pula partai memanfaatkan media digital dalam strategi komunikasi mereka. Untuk itu kami mewawancarai beberapa partai politik dan politisi yang akan bertarung pemilu mendatang.

    Di samping itu kami hadirkan juga narasumber seperti Silih Agung Wasesa dan Yose Rizal dari Politica Wave untuk membahas hal ini. Simak juga artikel lain yang tak kalah menarik. Misalnya nasib kebijakan tanpa iklan WhatsApp setelah diakuisisi oleh Facebook di rubrik Digital atau 

    triangulasi merek ala Fiat dalam iklan Mirage mereka di rubrik Admadness. Jangan lewatkan pula artikel para kolumnis kami. Baca lanjutan tulisan Manajer Vs Leader di kolom Living Success. Ada juga beberapa ide bisnis yang bisa dijalankan selama pesta demokrasi alias pe

    milu di kolom Idea Corner.   Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bangun Merek Kuat Bersama Komunitas

    Salam Youth Marketers,   Banyak merek-merek kuat lahir bukan saja karena kepiawaian mereka membuat iklan yang menarik serta promosi yang gencar. Beberapa merek justru menjadi besar karena mampu berkolaborasi dengan komunitas konsumennya. Sebut saja Nike, Kiehl’s, atau Starbucks.Mengapa ke

    hadiran komunitas kian penting bagi merek? Ada banyak alasan untuk itu sebenarnya. Salah satunya adalah loyalitas kuat yang terbentuk dari komunitas. Ketika merek sudah “berteman” dekat dengan komunitas, loyalitas yang kuat pun akan terbangun. Loyalitas yang tinggi ini membuat mereka dap

    at menjadi pembela merek nomor satu yang dengan sukarela mempromosikan merek kesayangannya. Betapa besar nilai pelanggan seperti ini. Masih banyak peran komunitas yang akan membawa merek ke level yang lebih tinggi. Youth Marketers edisi kali ini akan membahas secara mendalam peran komunitas dalam ke

    giatan pemasaran dan pembangunan merek itu sendiri.Bagaimana merek-merek terkemuka membangun kolaborasi yang baik dengan komunitas? Untuk itu, Youth Marketers menampilkan beberapa merek yang telah berhasil menggandeng komunitas dalam kegiatan pemasaran dan pembangunan merek. Misalnya saja Polygon, M

    icrosoft Indonesia, Wardah, dan The Body Shop. Untuk melengkapi informasinya, ada juga merek global, Nike dan Kiehl’s. Keduanya merupakan merek yang menjadi contoh bagi penerapan community marketing di dunia. Nike dan Kiehl’s dengan cerdik menggandeng komunitas jauh sebelum mer

    ek lain menyadari potensinya. Kami juga menampilkan hasil wawancara dengan pakar pemasaran, Agus W. Suhadi. Dalam rubrik Tokoh Bicara ia memaparkan mengenai pentingnya komunitas bagi merek dan bagaimana merek-merek di Indonesia merangkul komunitas sebagai bagian dari strategi marketing dan bran

    ding mereka. Di samping itu, ada juga topik-topik menarik yang dibahas pada edisi kali ini. Misalnya saja cerita tentang komunitas Bike to Work di rubrik Komunitas. Atau ulasan mengenai Reading Room, sebuah kafe yang menjadikan buku sebagai sumber inspirasi. O iya, Youth Marketers juga berencan

    a menyelenggarakan Kopdar kedua dengan tema “Komunitas Sebagai Brand Advocate” pada 1 Maret 2014 mendatang. Temukan informasi lengkapnya di website kami ya. Sampai jumpa pada Kopdar mendatang!       Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Dongkrak Omzet Lewat Seasonal Marketing

    Salam Youth Marketers,   Orang bilang segala hal ada musimnya. Rasanya hal itu benar adanya.nBelanja misalnya. Ada musim-musim tertentu ketika orang berbondong-bondong membelanjakan uangnya. Misalnya belanja barang-barang saat Lebaran, Natal, atau Imlek. Atau beramai-ramai beli kue dan cokelat

    dan pernak-pernik berwarna pink saat Valentine. Pada musim-musim orang belanja ini merek pun berlomba-lomba memberikan berbagai penawaran. Ini yang dalam dunia marketing disebut seasonal marketing. Di Indonesiaseasonal marketing merupakan hal yang lazim dimanfaatkan untuk mendorong penjual

    an. Berbagai penawaran maupun promosi digelar pada musim-musim tertentu.Mereka juga menggunakan simbol-simbol yang relevan dengan musim tersebut.Misalnya ketupat saat Lebaran, pohon natal, kaus kaki, dan kado saat Natal,serta hiasan naga saat Imlek dan ornamen pink saat Valentine. Tidak ada yang sal

    ah dengan hal ini, namun sebenarnya banyak yang bisa digali darievent-event tersebut, jauh lebih banyak dari sekadar memberi diskon dan menampilkan simbol. Namun, tentunya diperlukan pemahaman yang mendalam tentang seasonal marketing itu sendiri sebelum dapat memanfaatkannya secara ma

    ksimal. Pada edisi kali ini Youth Marketers mengupas tuntas tentang seasonal marketing. Bagaimana para marketer dapat memaksimalkan seasonal marketing, tidak saja untuk meningkatkan sales, tapi juga untuk membangun relationship antara merek dan pelanggan dalam jangka pa

    njang. Untuk itu, kami juga mewawancarai beberapa narasumber seperti Lotte Shopping Avenue, Dapur Cokelat, Semper-Fy, dan Berrybenka. Mereka bercerita tentang seputar kegiatanseasonal marketing yang dilakukan selama ini. Ada juga Wahyu T. Setyobudi, pengamat pemasaran sekaligus pengajar di PPM

    Manajemen yang mengupas tentang seasonal marketing itu sendiri. Selain Topik Utama, jangan lewatkan rubrik-rubrik menarik lainnya. Pada edisi kali iniYouth Marketers menghadirkan komunitas iPhonesia di rubrik komunitas. Ada juga Mangia di rubrik Café Corner. Simak pula artikel-

    artikel seru para kolumnis kami.       Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Inovasi Kunci Pertumbuhan Bisnis

    Salam Youth Marketers,   Persaingan dalam bisnis semakin hari semakin berat. Dulu untuk survive  di pasar, mungkin perusahaan cukup memberikan produk dan layanan yang berkualitas. Namun, sekarang hal itu tidak cukup lagi, kecuali untuk perusahaan-perusahaan yang memproduksi barang dan jasa

    dengan lifecycle panjang atau yang ruang untuk berinovasi terbatas.   Bagi kebanyakan perusahaan, hanya fokus pada kualitas produk atau jasa saja menjadi tidak cukup. Konsumen menginginkan lebih dari sekadar produk dan jasa berkualitas prima. Untuk itu, perusahaan perlu melakukan terobosan aga

    r bisa survive.   Terobosan ini tidak lain adalah inovasi. Inovasi bukan hanya milik perusahaan-perusahaan teknologi. Semua perusahaan perlu melakukan inovasi, karena hal itulah yang pada akhirnya akan membedakan kita dengan para pesaing.   Pertanyaannya, bagaimana kita harus melakukan ino

    vasi serta inovasi seperti apa yang perlu dilakukan agar perusahaan dapat terus survive dan menjadi pemimpin di pasar. Bagaimana pula perusahaan menumbuhkan kultur yang mampu merangsang tumbuhnya inovasi?   Untuk itu, pada edisi kali ini Youth Marketers menampilkan beberapa narasumber yang cuku

    p inovatif dalam bisnisnya, bukan hanya dalam pengembangan produk, tapi juga cara mereka berbisnis sehari-hari. Sebut saja PT Ultra Sakti yang merupakan pemilik merek minyak angin Fresh Care, Smartfren dengan produk smartphone Andromax, dan E-Motion.   Mulai edisi ini kami menambahkan rubrik Pr

    ofil UKM. Di rubrik ini kami akan menampilkan UKM yang memiliki keunikan konsep bisnis. Rubrik ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi kita semua.   O iya, pada edisi kali ini juga izinkan saya mengumumkan pencapaian yang berhasil diraih oleh Youth Marketers. Majalah Youth Marketers berh

    asil masuk dalam daftar Top Ten Free Magazine in 2013 yang dikeluarkan oleh Scoop. Hal ini menjadi sesuatu yang membanggakan bagi kami.   Namun, tentunya hal ini tidak lepas dari peran para pembaca. Terima kasih atas dukungan Anda selama ini. Ke depan kami akan terus mengembangkan  Youth M

    arketers agar semakin baik dalam menyajikan beragam informasi dan  insight seputar dunia marketing.   Terima kasih para pembaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Optimisme 2014

    Salam Youth Marketers,   Akhirnya tahun 2014 tiba juga. Kedatangan tahun 2014, pada kenyataannya tidak saja disambut dengan optimisme dan harapan baru, terselip pula kekhawatiran dan pesimisme. Hal itu datang dari kenyataan bahwa tahun 2013 ditutup dengan tingkat pertumbuhan yang mengalami penu

    runan dari tahun sebelumnya, serta angka inflasi yang tinggi. Pemerintah melalui Menteri Keuangan juga menyatakan bahwa tahun depan kemungkinkan bakal terjadi perlambatan, baik pertumbuhan maupun investasi. Ada beberapa penyebab, salah satunya Pemilu. Pemilu dinilai menjadi salah satu sebab investas

    i mengalami perlambatan. Meski begitu, hal ini seharusnya tidak membuat kita ikut-ikut merasa pesimis. Karena pada kenyataannya, masih ada banyak hal yang perlu kita syukuri. Bahkan Pemilu itu sendiri sebenarnya merupakan peluang yang bisa kita ambil tahun ini. Kondisi seperti yang diungkapkan Mente

    ri Keuangan tentu perlu menjadi perhatian kita, namun seharusnya tidak membuat kita surut langkah. Apapun yang terjadi, pada kenyataanya kita tetap perlu survive dalam persaingan yang tidak pernah semakin mudah. Kalau kita menghadapi tahun ini dengan pesimis,kita hanya akan menjadi pecunda

    ng. Pada edisi kali ini, kami ingin mengajak pembaca melihat tahun 2014 secara optimis dan melawan segala pesimisme. Karena kalau Anda membaca lebih lanjut, sesungguhnya tahun 2014 tidak seburuk itu. Masih banyak hal yang bisa membuat kita optimis. Youth Marketers juga menampilkan beberapa nara

    sumber yang sudah bersiap-siap melebarkan sayap bisnisnya. Misalnya Brodo Footwear dan Loobie Lobsters & Shrimps. Mereka sudah punya sederet strategi untuk menghadapi 2014. Kami juga mewawancarai ekonom Faisal Basri mengenai outlook 2014.Hasilnya ternyata cukup optimis. Ada juga artike

    l-artikel lain yang juga menarik disimak. Misalnya saja artikel tentang merek-merek yang populer di media sosial sepanjang tahun 2013 di rubrik Dunia Digital. Ada juga ulasan mengenai Reina Herbal Drink Café, sebuah kafe di Solo yang sukses mengubah jamu menjadi minuman pergaulan di rubrik Ca

    fé Corner. Jangan lewatkan juga cerita komunitas OWL yanganggotanya adalah para marketer muda.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Catatan Bisnis Akhir Tahun

    Salam Youth Marketers,   Tahun 2013 akan segera berlalu. Sekarang saatnya kita menengok kembali perjalanan satu tahun ini. Bagaimanapun, sesekali kita perlu berhenti sejenak untuk merenungi semua pencapaian maupun kegagalan yang kita alami. Perekonomian Indonesia tahun ini memang tidak terlalu

    cerah.Pertumbuhan ekonomi juga mengalami perlambatan, apalagi kita juga terkena dampak terpuruknya perekonomian Amerika Serikat dan Eropa. Namun, ditengah kondisi ini tetap ada beberapa hal yang patut dicatat. Misalnya saja makin luasnya penggunaan media sosial untuk pembangunan merek. Tidak hanya k

    alangan bisnis saja, tetapi juga selebriti dan para politisi. Untuk itu kami menyusun daftar berisi 13 selebriti dan politisi yang memiliki follower dan fans terbanyak. Sementara dari dunia bisnis, kami membuat daftar 13 pengusaha muda,berusia di bawah 40 tahun. Mereka adalah&nbs

    p;entrepreneur-entrepreneur muda yang kami nilai sukses membangun mereknya sepanjang tahun 2013, meski mungkin usahanya sudah dimulai jauh sebelum itu. Kami berharap mereka dapat menjadi inspirasi bagi anak muda lain untuk ikut berprestasi di dunia bisnis. Kurang lengkap rasanya bila daftar yan

    g kami buat tidak dilengkapi dengan daftar gadget paling inovatif dan aplikasi terbaik tahun ini. Aplikasi yang kami pilih adalah aplikasi mobile yang berada di Play Store dan App Store. Kami tentu berharap tahun depan akan hadir gadget dan aplikasi yang lebih inovatif

    sehingga mampu membantu hidup penggunanya agar lebih efektif dan efisien. Di rubrik Tokoh Bicara kali ini, kami menghadirkan wawancara dengan pengamat UKM, Andre Vincent Wenas. Di sana ia memaparkan kinerja UKM kita, hal-hal yang perlu diperbaiki, serta strategi yang perlu diterapkan untuk

    menghadapi tahun 2014 yang merupakan tahun pemilihan. Kami sangat berharap apa yang disajikan pada edisi kali ini dapat membantu para pembaca dalam menyusun catatan tahun 2013 serta merancang strategi menghadapi tahun 2014. Apapun yang ada di depan sana, tentu kita harus menghadapinya dengan optimi

    s. Akhirnya, saya dan seluruh awak redaksi Majalah Youth Marketers mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru 2014”. Selamat menikmati liburan dan berkumpul bersama keluarga. Sukses selalu!     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Mengukur Digital Marketing Untuk Dongkrak Penjualan

    Salam Youth Marketers,   Jumlah pengguna internet yang cukup besar, dengan sendirinya membuat potensi kanal digital sebagai media pemasaran yang kuat di Indonesia begitu besar. Masalahnya, digital marketing belum tergarap secara maksimal saat ini. Ketika marketer di Eropa dan Amerika Serikat be

    rani menetapkan 20% bujet promosi mereka di kanal digital, marketer kita baru berani mengalokasikan kurang dari 5% saja. Apa sebenarnya yang membuat marketer kita tampak ragu terjun ke kanal ini? Tentu ada banyak hal. Tidak bisa digeneralisasi menjadi satu alasan saja. Namun, dari sekian banyak keta

    kutan karena belum mengenal kanal ini dengan baik bisa jadi menjadi salah satu alasan yang cukup dominan. Bagaimanapun dunia digital merupakan hal baru dan asing bagi para marketer. Dari hal yang asing lahirlah beragam mitos. Salah satu mitos di dunia digital adalah bahwa media ini tidak terukur. Be

    rkampanye di media ini tak ubahnya seperti menggarami lautan. Hilang tak berbekas tanpa dampak sedikit pun pada sales dan awareness. Padahal itu salah besar. Media digital justru merupakan media yang sangat terukur. Segala aktivitas yang kita lakukan di media ini dapat diukur untuk melihat efektivit

    asnya serta menentukan langkah dan strategi ke depannya. Dalam Majalah Youth Marketers kali ini akan dibahas mengenai pengukuran dalam digital marketing dan media sosial sehingga efektivitasnya dapat dijaga. Tidak hanya itu, bagaimana pengukuran yang dilakukan dapat memberi dampak signifikan pada pe

    njualan dan loyalitas pelanggan. Untuk itu, kami mewawancarai beberapa narasumber yang memang ahli di bidangnya. Misalnya saja, Effective measure, Scoop, dan Bhinneka.com. Ada pula beberapa konsultan digital marketing dari luar negeri, seperti Michael Nutley, Michael Aagaard, dan Arvind Sethumadhava

    n. Di samping itu, baca juga liputan lengkap kopdar perdana Majalah Youth Marketers. Ada juga ulasan mengenai D’Stupid Baker di rubrik Café Corner dan bahasan tentang komunitas Fotodroids yang memiliki anggota lebih dari 1.300 orang.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Kebangkitan Merek Lokal

    Salam Youth Marketers,   Besarnya potensi Indonesia, membuat banyak merek asing yang masuk untuk ikut mencicipi manisnya pasar kita. Jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa jelas bukan pasar main-main. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Akibatnya kita

    diserbu merek asing. Apa yang kita pakai sehari-hari, makanan yang kita makan, hingga gadget yang kita pakai bisa jadi semua adalah merek asing. Pertanyaan yang menggelisahkan adalah ke manakah merek lokal kita. Mampukah merek lokal kita menjadi tuan rumah di negerinya sendiri di tengah se

    rbuan merek asing? Jawabannya, harus bisa. Merek lokal kita harus bangkit agar bisa menjadi merek yang kuat dan bisa ikut bersaing dalam pasar global. Untuk itu merek harus tampil layaknya Bima. Putra Pandu ini adalah ksatria yang berani, bertekad kuat, dan tak takut menghadapi apapun. Itu sebabnya

    kami menampilkan Bima sebagai sampul Youth Marketers edisi kali ini. Di tengah pesimisme yang melanda negeri kita, merek harus tampil berani. Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan bila kita berusaha dan meyakini usaha tersebut. Sudah banyak contoh merek lokal kita yang mampu bersaing dengan para pe

    main global. Sebut saja Sosro, Sampoerna, Garudafood, Indofood, dan masih banyak lagi. Kalau mereka bisa mengapa merek lain tidak. Pada edisi kali ini kami mewawancarai merek-merek lokal yang kuat dan mampu bersaing di pasar. Misalnya saja, Alleira, Terry Palmer, Dowa, Maicih, dan lain-lain. Simak k

    isah dan strategi mereka dalam membangun merek yang kuat. Di samping itu ada juga artikel lain yang juga menarik. Misalnya tulisan tentang SoundCloud yang menjadi aplikasi musik favorit di rubrik Dunia Digital, ulasan tentang Bangi Kopitiam di rubrik Cafe Corner, dan komunitas Siswa Wirausaha di rub

    rik Komunitas.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Ini Dia Para Kampiun Digital Marketing Indonesia

    Salam Youth Marketers,   Ketika konsumen tidak bisa melepaskan diri mereka dari teknologi digital,maka seharusnya para marketer pun melakukan hal yang sama. Saat konsumen tidak lagi mengonsumsi media konvensional semasif sebelumnya dan beralih ke media digital, maka itulah waktunya para markete

    r harus terjun ke digital marketing. Pertanyaan penting atau tidaknya digital marketing bagi kegiatan pemasaran semakin hari semakin tidak relevan. Karena sekarang bukan lagi soal penting atau tidak penting, tapi soal berada di tempat konsumen kita berkumpul. Ketika konsumen berkumpul

    dan ngobrolnya di media digital, akan menjadi sebuah kerugian besar bila marketer tidak ikut nimbrung di sana. Jadi, seharusnya sekarang bukan lagi waktunya menunggu dan meragu.Ini saatnya menentukan tujuan yang jelas, membuat strategi yang tajam, dan mengeksekusinya. Ingat, konsumen tida

    k akan menunggu Anda siap. Mereka akan terus maju dengan atau tanpa merek Anda. Bicara tentang digital marketing tentu kita tidak bisa melepaskan diri dari sebuah website. Sulit mengaku menjadi brand digital kalau website saja tidak punya. Jadi memiliki website adalah sebuah keha

    rusan. Itulah etalase Anda di dunia maya. Tapi punya website pun tidak bisa sembarangan. Selain informatif,web juga harus interaktif. Majalah Youth Marketers edisi kali ini akan membahas peluang dan masa depan digital marketing serta perusahaan-perusahaan dengan digital marketing 

    ;terbaik di negeri ini. Bagaimana mereka mengelola website dan menjaring keuntungan di ranah digital. Simak cerita Zalora, RajaKarcis.com, D’Cost, dan KFC dalam mengelola website mereka sehingga bisa menjadi salah satu dari website-website terbaik di Indonesia. Bagaimana pula mereka meraih keu

    ntungan dari digital marketing. Ada juga wawancara dengan tokoh dan pengamat digital marketing. Di samping itu, ada juga artikel-artikel yang tak kalah segar dan informatif.Misalnya saja artikel Top 3 Digital Campaign sepanjang musim gugur tahun 2013 di rubrik Admadness. Siapa saja CE

    O dengan bayaran tertinggi? Temukan jawabannya di rubrik Dunia UKM. Jangan lewatkan juga kolom-kolom para kolumnis Youth Marketers. Ada kisah tentang ekor cicak di kolom Inspirasi. Cerita tentang cermin di kolom Living Success. Dan tiga cara yang tidak mungkin gagal dalam meningkatkan konversi di ko

    lom Online Profit Optimization.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Kekuatan Super Media Sosial

    Salam Youth Marketers,   Kalau ada hal yang tidak habis-habisnya dibicarakan, salah satunya adalah media sosial. Kekuatan dan keunikan media sosial membuatnya tidak habis digali. Ada berbagai sisi yang bisa kita soroti mengenai media sosial. Kali ini yang disoroti tentang percakapan dalam media

    sosial dan bagaimana hal tersebut berpengaruh pada merek. Indonesia adalah negara dengan jumlah pengguna Facebook terbesar keempat di dunia dan pengguna Twitter terbesar kelima di dunia. Sementara Jakarta adalah kota paling aktif di Twitter. Terbayang berapa banyak percakapan yang terjadi di media

    sosial di Indonesia setiap harinya. Pertanyaannya, apakah merek adalah menjadi salah satu pembicaraan di sana? Menjadi perbincangan di media sosial menjadi hal yang sangat penting bagi merek ketika berbicara tentang kegiatan branding di media sosial. Semakin sering merek dibicarakan di med

    ia sosial, tentu akan semakin tinggi popularitasnya, dengan catatan pembicaraannya bersifat positif. Beberapa waktu lalu “kakak” Youth Marketers, Majalah Marketing, bekerja sama dengan Frontier Consulting Group dan MediaWave memberikan penghargaan Social Media Award. Penghargaan ini dibe

    rikan kepada merek yang paling sering dibicarakan di media sosial dan memiliki sentimen positif. Pada edisi kali ini, Youth Marketers akan menyoroti para pemenang Social Media Award 2013. Apa strategi dan kiat mereka hingga mereknya berhasil menjadi perbincangan di media sosial dengan sentimen posit

    if. Di samping itu, ada juga artikel inspiratif lainnya. Di rubrik Komunitas dibahas tentang Nebengers yang ingin menjadi solusi di tengah peliknya masalah lalu lintas di Jakarta. Ada juga Bengawan Solo Coffee yang menggabungkan antara sentuhan modern dan tradisional untuk memikat konsumennya. O iya

    , jangan lewatkan juga sisipan berupa tabelSocial Media Index 2013.   Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Bisnis Waralaba Sudah Mati?

    Salam Youth Marketers,   Dalam dunia usaha model bisnis waralaba menjadi favorit para pengusaha selama beberapa dekade terakhir. Banyak yang bisnisnya melambung berkat model bisnis ini. Namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa tidak sedikit juga yang akhirnya kandas pada perjalanannya.&nbs

    p;Bisnis waralaba merupakan bisnis yang tampak menjanjikan keuntungan. Bila ditelaah kekuatannya, hal itu benar adanya. Bagi para pebisnis, waralaba adalah kesempatan untuk berekspansi tanpa harus mengeluarkan modal besar seperti halnya bila membuka cabang sendiri. Namun, segalanya di dunia ini sela

    lu datang berpasangan, termasuk dalam dunia bisnis. Kesempatan tersebut datang berpasangan dengan risiko, yaitu kehilangan kendali penuh pada kualitas bisnisnya. Ketika kita memutuskan untuk mewaralabakan bisnis, itu artinya kita siap membuka kemitraan dengan orang lain. Dan bermitra dengan orang ya

    ng mungkin sama sekali tidak kita kenal bukanlah hal mudah. Pengelolaan terwaralaba inilah yang umumnya menjadi batu sandungan bagi para pewaralaba, di samping hal lain seperti sistem yang tidak rapi dan SDM yang belum kuat. Di sisi lain, pesona waralaba juga memikat para calon terwaralaba. Kal

    au kita browsing di mesin pencari kita akan melihat banyak hasil riset – umumnya di luar negeri – tentang tingkat kesuksesan bisnis waralaba. Hal ini kemudian semakin memotivasi calon terwaralaba hingga akhirnya sering kali mereka lupa bahwa setiap model bisnis memiliki kelebih

    an dan kekurangannya. Banyak waralaba yang akhirnya berjatuhan. Bahkan Es Teler 77 pun sempat mencicipi pahitnya kegagalan. Apakah ini artinya bisnis waralaba tidak lagi menguntungkan? Apa sebenarnya kunci untuk sukses dalam bisnis waralaba? Apa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis

    ini? Majalah Youth Marketers edisi ke-13 ini membahas secara lengkap tentang bisnis waralaba di Indonesia. Bagaimana para pewaralaba sukses menjalankan model bisnis ini. Untuk itu kami mewawancarai beberapa narasumber, seperti Es Teler 77, Taman Sari Royal Heritage Spa, Mr.Burger, Moz5 dan Simply Fr

    esh. Untuk melengkapi itu, kami juga mewawancari Amir Karamoy, seorang pakar waralaba. Di samping itu, Anda juga bisa menikmati artikel menarik lainnya. Di rubrik Café Corner ada cerita tentang idealisme dan romantisme Coffee Toffee dan bagaimana mereka akhirnya menjadi jaringan ger

    ai kopi lokal terbesar di Indonesia. Sementara di rubrik Komunitas, ada cerita tentang Marketing Club yang mewadahi para marketer di Indonesia. Jangan lewatkan juga artikel para kolumnis Majalah Youth Marketing. Simak tentang awan yang tidak selalu kelabu di rubrik Idea Corner, 10 teknik T

    witter Marketing di rubrik Marketing for Entrepreneur, dan kisah Pygmalion di rubrik Living Success.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Keuangan Yang Sehat, Kunci Bisnis Yang Kuat

    Salam Youth Marketers,   Ketika memulai bisnis, para pengusaha umumnya selalu sibuk dengan produk serta rencana pemasaran dan promosi. Pengelolaan keuangan terkadang luput dari perhatian. Bisa jadi karena keuangan berkaitan dengan angka dan tidak semua orang senang bermain dengan angka dan bon-

    bon serta kuitansi. Padahal keuangan adalah salah satu kunci agar bisnis dapat berkembang secara sehat. Tanpa keuangan yang kuat bisnis sulit berkembang. Ibarat tubuh, uang adalah darahnya. Itu sebabnya pengelolaan keuangan menjadi sangat vital bagi kelangsungan sebuah bisnis. Segala hal yang berkai

    tan dengan keuangan harus dipertimbangkan dengan matang dan dihitung secara terperinci. Tidak hanya itu keuangan bisnis juga harus dipisahkan dari keuangan pribadi. Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengusaha muda. Mereka sering kali mencampurkan rekening pribadi dengan bisnis tan

    pa melakukan pencatatan yang baik. Akibatnya uang pribadi terpakai untuk bisnis dan uang perusahaan terpakai untuk kepentingan pribadi. Ini bukan pertanda bagus untuk kelangsungan hidup bisnis. Bagaimana seharusnya pengelolaan keuangan yang baik bagi UKM agar bisnis mereka dapat berkembang secara se

    hat? Nah, Majalah Youth Marketers edisi kali ini akan mengulas tuntas tentang pengelolaan keuangan bagi bisnis kecil. Apa yang harus dilakukan dan apa yang pantang dilakukan akan dibahas pada edisi kali ini. Untuk itu kami mewawancarai Aidil Akbar, seorang perencana keuangan. Di samping itu, ada jug

    a pengalaman UKM yang terbilang sukses mengembangkan bisnisnya dalam mengelola keuangan mereka. Misalnya saja Steak Hotel by Holycow! yang secara pelan tapi pasti bisnisnya berkembang seiring dengan dibukanya beberapa cabang. Tidak hanya itu, ada juga Kebab Turki Baba Rafi yang kini telah memiliki 1

    .200 gerai dan berhasil mengembangkan bisnisnya hingga ke Malaysia dan Filipina. Ada juga pengalaman BelowCepek dalam mengembangkan bisnisnya menjadi toko online yang sukses. O iya, pada edisi kali ini kami juga menambahkan dua rubrik baru, yaitu Café Corner dan Komunitas. Di rubrik Caf&eacut

    e; Corner perdana, kami menampilkan D’Marco Café yang tampil dengan menu khas yang unik, martabak. Sementara pada rubrik Komunitas, kami menampilkan komunitas Yuk Bisnis yang menaungi para pebisnis muda dan orang-orang yang tertarik mendirikan bisnis. Semoga dua rubrik ini dapat memperk

    aya informasi yang kami tampilkan di Majalah Youth Marketers.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Crowdfunding : Cara Cepat Dapat Modal Untuk Bisnis

    Salam Youth Marketers,   Mencari dana untuk merealisasikan sebuah ide atau bisnis tidaklah mudah. Bila dana dari kantong sendiri tidak mencukupi,kita harus mencari dana lain yang mungkin berasal dari bank, investor, atau sponsor yang tertarik mendanai. Dalam perjalanannya, tidak jarang kita har

    us berkompromi dengan idealisme semula. Namun, kehadiran teknologi dan tumbuh suburnya media sosial membuat soal pendanaan tidak lagi sesulit sebelumnya. Crowdfunding hadir mendemokratisasi permodalan bagi para startup dan kreator muda. Sudah banyak kisah sukses yang semuanya ber

    awal daricrowdfunding. Sebut saja Ouya, Pebble, NEO3DO, dan masih banyak lagi. Tapi juga banyak kisah kelam dan kontroversi yang terjadi dari sana. Pertanyaannya, cocokkah ini diterapkan di Indonesia? Bagaimana pula UKM dan kreator muda Indonesia dapat memanfatkan metode pemodalan ini? Majalah Youth

    Marketers edisi kali ini akan mengupas tuntas tentang crowdfunding dan bagaimana penerapan serta masa depannya di Indonesia. Untuk itu kami mewawancarai beberapa narasumber, antara lain kreator game Dreadoutyang berhasil memperoleh dana 29.067 dolar AS melalui situs Indiegogo, Sammar

    ia Simanjuntak, produser film Demi Ucok yang pendanaannya juga didapat daricrowdfunding. Selain itu ada juga pakar dan pengamat bisnis Yuswohady dan kreator film documenter Epic Java. Jangan lewatkan juga artikel-artikel dari para kolumnis. Ada apa dengan kontroversi hati ala Vicky? S

    imak lebih jauh di kolom Idea Corner. Ada juga pembahasan seputar deadline. Apakah deadline ini baik untuk kita atau hanya bikin stres? Bagaimana kita bisa lebih produktif dengan deadline? Temukan jawabannya di kolom Living Success. Jangan ketinggalan artikel tentang tiga ke

    salahan fatal Facebook Ads yang dapat merugikan kita di kolom Online Profit Optimization.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Peluang Manis Bisnis Mobile Apps

    Salam Youth Marketers,   Makin luasnya penggunaan mobile device, membuat kehadiran mobile apps (aplikasimobile) menjadi kian penting. Begitu akrabnya pengguna ponsel dan perangkat layanan gerak dengan aplikasi mobile, membuat ini dilirik oleh para marketer sebagai toolm

    arketing dan komunikasi baru. Permintaan yang cukup besar yang datang baik dari pengguna smartphone dan gadgetmaupun pelaku bisnis pada akhirnya membuka peluang bisnis tersendiri. Bisnis pengembangan aplikasi mobile pun tumbuh seiring semakin bertambahnya para pengguna smartphone dan&

    nbsp;gadget. Para pengembang berbondong-bondong masuk ke industri ini dengan harapan menikmati kue yang menggiurkan. Tidak berlebihan rasanya bila menyebut bisnis ini menggiurkan. Pengguna smartphone diperkirakan akan terus tumbuh. Pada tahun 2015, pengguna smartphone di Indonesia akan mencapai 18.0

    00. Terbayang berapa besar pasar yang tersedia dalam bisnis ini. Pada edisi kali ini kami akan membahas seputar bisnis mobile apps di Indonesia. Bagaimana masa depan bisnis ini dan bagaimana pula pelaku bisnis memanfaatkan aplikasi mobile sebagai salah satu perangkat pemasaran da

    n komunikasi merek. Simak pengalaman 7Langit, salah satu pemain penting dalam industri ini dalam mengarungi bisnis pengembangan aplikasi mobile. Ada juga pengalaman brand dalam menggunakan aplikasi mobile dalam bisnis mereka. Misalnya Blue Bird, Rumponpin, dan Prambors. Jang

    an lewatkan pula kisah Picmix, aplikasi chatting buatan asli Indonesia yang kini sudah mendunia.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - SEO: Strategi Menjadi Ranking Pertama

    Salam Youth Marketers,   Kebiasaan orang-orang melakukan di pencarian di mesin pencari, membuat kehadiran bisnis di hasil pencarian search engine menjadi penting. Bukan sembarang hadir, tetapi muncul di halaman pertama hasil pencarian. Bagaimana caranya agar dapat muncul di halaman pe

    rtama hasil pencarian search engine? SEO (Search Engine Optimization) hadir menjawab kebutuhan ini. SEO merupakan proses untuk meningkatkan visibilitas website atau laman pada hasil pencarian organik di search engine. Dengan hadir di urutan pertama hasil pencarian, peluang w

    ebsite atau laman untuk dikunjungi akan lebih besar.  Dengan demikian peluang konversi pun juga akan meningkat. Itu sebabnya SEO menjadi salah satu strategi internet marketing yang penting. Nah, pada edisi ke-9 ini Majalah Youth Marketers membahas bagaimana merancang strategi SEO

    yang efektif agar website kita dapat tampil di halaman pertama hasil pencarian. Ada banyak aspek dari SEO yang perlu diperhatikan. Karena bila serampangan dalam melakukannya, bukan peringkat kita yang akan meningkat, justru sanksi yang akan didapat. Selain itu, kami juga menyajikan inform

    asi menarik lainnya. Misalnya artikel tentang Nokia yang memarodikan iklan iPhone di iklan terbaru Lumia 925 di rubrik Admadness. Ada juga resep hidup bahagia yang didapat dari hasil riset selama 75 tahun di rubrik Gaya Hidup.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Inilah Para Jagoan Merek Top

    Salam Youth Marketers,   Memiliki merek yang kuat tentu menjadi dambaan setiap bisnis. Mengapa demikian? Karena merek yang kuat akan menancap di benak konsumen dan akan dengan sendirinya menjadi pilihan pertama ketika ingin membeli produk tertentu. Bukan hanya itu, merek yang kuat menghindari k

    ita dari perang harga yang berdarah-darah. Merek tidak saja mewakili sebuah produk atau jasa, tapi juga menjanjikan sederet kualitas. Kualitas inilah yang rela dibayar oleh konsumen. Itu sebabnya merek yang kuat tidak sensitif dengan perubahan harga. Pada 23-25 Juli 2013 lalu, baru saja digelar Top

    Brand Award 2013 Fase II. Pada edisi kali ini Majalah Youth Marketers menggali sejumlah resep dan strategi para pemenang dalam membangun merek yang kuat. Silakan simak kisah sukses Alfamart, Veneta System, The Jungle, V-Kool, dan lain-lain dalam membangun merek mereka. Selain itu, ada juga info mena

    rik lain. Di rubrik Dunia UKM ada informasi tentang e-commerce, sementara di PR Hype ada tips berkomunikasi dengan para jurnalis melalui Facebook. Penting nih untuk para PR muda. Bagi cewek-cewek ada info menarik di rubrik Gaya Hidup. Di sana dibahas tips berdandan agar siap kapan saj

    a menerima undanganparty. Jangan lewatkan juga artikel menarik dari para kolumnis. Di rubrik Inspirasi, dibahas tentang palu dan kaca. Ada apa dengan kedua hal tersebut? Sementara di rubrik Strategic Digital Marketing dibahas mengenai pentingnya memanfaatkan video onlinesebagai perangkat pemasa

    ran. Selamat membaca, semoga bermanfaat.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Strategi Menjual Di Era Digital

    Salam Youth Marketers,   Rasanya tidak berlebihan bila mengatakan bahwa penjualan adalah kunci pertumbuhan sebuah bisnis. Tanpa penjualan sulit berharap perusahaan dapat mencapai pertumbuhan yang baik. Tak mengherankan bila pelatihan dan workshop penjualan selalu ada sepanjang tahun d

    an pesertanya pun tak pernah sepi. Sekarang ketika kita memasuki era digital. Perkembangan teknologi telah mengubah dunia kita sepenuhnya, termasuk perilaku konsumen. Dengan sendirinya hal ini juga membawa perubahan pada cara kita menjual. Nah, dalam Majalah Youth Marketers edisi kali ini akan dibah

    as tuntas mengenai hal tersebut. Apa dan bagaimana strategi penjualan yang pas untuk menggaet konsumen generasi baru ini? Teknologi apa pula yang sedang tren dalam dunia penjualan saat ini? Selain itu, edisi kali ini juga akan menampilkan beragam informasi menarik. Salah satunya tentang persaingan p

    anas antara dua platform video sharing, Vine dan Instagram. Ada juga artikel mengenai hasil riset yang mengungkapkan bahwa ternyata ukuran layargadget dapat memengaruhi ketegasan penggunanya. Nah lho! Di samping itu ada pula artikel yang mengulas perilaku pengguna tablet ketika menont

    on televisi. Apa sebenarnya yang mereka lihat di tablet ketika menonton acara televisi dan bagaimana pengaruhnya pada acara televisi yang sedang ditonton? Jangan lewatkan juga artikel berisi tips agar tingkat konversi website meningkat. Pada edisi kali ini, Anda juga dapat menyimak artikel

    menarik dari para kolumnis. Di kolom Inspirasi ada cerita tentang gajah terbang. Sementara di kolom Digital Business dibahas mengenai value proposition.   Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Saatnya “Memainkan” Pasar Lewat Game

    Salam Youth Marketers,   Pada edisi ke-7 ini, Majalah Youth Marketers mengupas tuntas tentang gamification dan penerapannya di berbagai Industri untuk beragam keperluan. Misalnya bagaimana industrifashion memanfaatkan game untuk mengajak konsumennya menyelami dan mengen

    al lebih dalam merek-merek besar yang selama ini mendominasi industri tersebut. Ada juga ulasan mengenai berbagai kampanye pemasaran sukses dengan memanfaatkansocial gaming. Di dalamnya dibahas bagaimana Century 21 dan MasterCard bahkan Perpustakaan Umum New York mengaktifkan konsumen mereka me

    lalui game. Ada pula wawancara dengan Vincentius Hening, CMO Agate Studio dan Garibaldy Wibowo Mukti, CMO Nightspade. Mereka berbagi insight mengenai pemanfaatan game sebagai perangkat marketing dan sejauh mana marketer Indonesia memanfaatkan tools ini. Jangan lewa

    tkan juga artikel menarik dari para kolumnis. Ada kisah mengenai pohon apel di kolom Inspirasi. Ulasan bagaimana game dapat menjadi senjata pamungkas para marketer di kolom Marketingnesia serta pemanfaatan media sosial untuk membangun kepercayaan konsumen di kolom Strat

    egic Digital Marketing.     Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Advertising Dead Or Alive

    Salam Youth Marketers,   Iklan merupakan sebuah elemen pemasaran yang sangat krusial. Ia adalah salah satu bentuk komunikasi antara merek dengan konsumen. Para marketer rela menggelontorkan ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk beriklan. Semua dilakukan demi membujuk konsumen membeli produk

    atau layanan yang mereka tawarkan. Berbagai riset dilakukan untuk menemukan formula iklan yang dapat menjangkau dan memikat konsumen secara efektif. Beberapa pemasar sukses membuat iklan yang memikat yang akhirnya mendorong angka penjualan, beberapa lainnya hanya mampu menuai pujian atas iklannya y

    ang indah dilihat tanpa dampak signifikan pada penjualan, dan sisanya menuai kegagalan. Pada edisi kali ini akan dibahas mengenai masa depan periklanan. Akankah iklan terus hidup atau akan menemui ajalnya? Kalau terus hidup, perubahan seperti apa yang akan terjadi pada iklan di masa mendatang? Kalau

    pun mati, apa kira-kira yang akan menggantikan iklan sebagai alat promosi merek? Simak juga hasil wawancara eksklusif Youth Marketers dengan Hando Sinisalu, Foundersekaligus CEO Best Marketing serta Judd Labarthe, praktisi periklanan. Dalam wawancara tersebut mereka berbagi insight me

    ngenai masa depan iklan dan media komunikasi yang efektif dalam pemasaran. Selain pembahasan tentang hal itu, dalam edisi kali ini juga akan dibahas topik-topik lain yang tidak kalah menarik. Misalnya, tentang nasib press release dan kebangkitannewsroom di rubrik PR Hype. Ada juga art

    ikel tentang empat langkah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan loyalitas pelanggan dalam rubrik Excellent Service. Bagi yang sedang bingung memilih domainuntuk website Anda, dalam edisi kali ini kami juga berbagi tips bagaimana memilih domainuntuk situs web.    

    Selamat Membaca!

  • label free Youth Marketers - Knowledgeable & Fresh - Panduan Lengkap Berbisnis Online

    Salam Youth Marketers,   Pada Majalah Youth Marketers edisi kali ini, kami menyajikan panduan lengkap dalam membangun bisnis online yang sehat. Mulai dari langkah-langkah membangun bisnisonline, bagaimana menghadapi pesaing, bagaimana menggabungkan pemasaran onlinedan offlin

    e, serta kesalahan apa saja yang perlu dihindari saat melakukan pemasaranonline. Ada juga pembahasan mengenai crowdfunding. Dengan cara ini, kita dapat menggalang dana dari audience untuk mendanai bisnis yang ingin dijalankan. Salah satu yang sukses menggalang dana melalui crowdf

    unding adalah NFNT. Perusahaan startup ini berhasil menggalang dana dari masyarakat dunia maya untuk menjalankan proyek arloji bambu mereka. Selain itu ada juga pembahasan mengenai jual-beli follower. Perlukah kita melakukan ini dan apa risiko jual-beli follower untuk b

    isnis? Temukan jawabannya di rubrik PR Hype. Kali ini juga dibahas product placement dalam film paling sukses sepanjang masa, antara lain Ray-Ban dalam film Top Gun, FedEx dalam film Cast Away, dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan artikel dari para kolumnis. Ada kisah si kanc

    il dan kura-kura di kolom Inspirasi, kriteria yang perlu diperhatikan dalam memilih hosting dalam rubrik IT Corner, serta lanjutan pembahasan mengenai social messaging business di kolom Digital Business.   Selamat Membaca!

LOAD MORE