REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook


Majalah Tambang - BERAU: MENOLAK SAMIN MENGEJAR ROSAN | MAJALAH TAMBANG

BERAU: MENOLAK SAMIN MENGEJAR ROSAN | MAJALAH TAMBANG

majalah tambang

Published by PT Media Bakti Tambang

Category: Energy, Mining & Maritime

Edition : Volume 9 No. 116/Februari 2015

Pages : 116

ISBN : 9-771907-652531

Published : 01 Feb 2015

LAPORAN UTAMA

Menguji Keperkasaan Rosan Perkasa Roeslani

Rencana Samin Tan merombak direksi Berau gagal total. Tim direksi lama masih bertahan. Siapapun yang menang, Rosan Perkasa Roeslani tetap diburu. Ia dituding mengambil duit perusahaan secara ilegal.


NASIONAL

Habis Remang Terbitlah Terang

Pembangunan megaproyek pembangkit listrik 35 Giga Watt (GW) harus melalui jalur berliku. Padahal hasil dari pembangkit itu sangat ditunggu pelaku usaha. Momen hari Proklamasi 2015 direncanakan sebagai titik awal menerangi daerah perbatasan.


Seperti Berburu di Kebun Binatang

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kewajiban Reklamasi dan Pasca Tambang mulai efektif tahun ini. Beban pengeluaran akan menghantui setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengefektifkan tarif baru PNBP kawasan penggunaan hutan. Banyak perusahaan tambang terancam gulung tikar.


Beban Ekstra Pelaku Tambang

Serahkan Jaminan, Baru Produksi : Wawancara Khusus: Bambang Susigit

Beban Perusahaan Semakin Berat : Wawancara Khusus: Tonny H Gultom

IDR 4.640,00

RELATED READS

  • Majalah Tambang - Nasib Listrik 35.000 MW Setelah Kabinet Dibongkar

    GELORA KEMERDEKAAN Saat pidato pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila, Bung Karno, yang kemudian menjadi presiden pertama Republik Indonesia, mengungkapkan pertanyaan retoris, ”Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua

    rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?” Pidato itu disampaikan Bung Karno di depan para tokoh anggota Doku- ritsu Junbi Cosakai, atau kita kenal sebagai Badan Penyelidik Usah

    a Persiapan Kemerdekaan Indonesia, di gedung Chuo Sangi In, kini disebut Gedung Pancasila, di Jalan Pejambon, Jakarta.   Dua bulan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Indonesia diniatkan oleh para pendiri bangsa sebagai negara yang bercita-cita mewujudkan kesejahteraan rakyat. D

    alam konteks pengelolaan sumber daya alam (SDA), cita-cita itu dieksplisitkan dalam pasal 33 ayat 3 UUD1945, yang menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.   Tahun ini Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke-71. Rentang ma

    sa yang tidak bisa dibilang singkat. Namun harus diakui, cita-cita rakyat yang sejahtera masih tetap diperjuangkan. Contoh paling nyata, saat ini masih banyak rakyat di pelosok yang belum menikmati penerangan listrik. Mereka masih hidup dengan lampu teplok. Listrik masih menjadi barang mewah.  

    Oleh karenanya sudah tepat jika saat ini pemerintah menempatkan sektor ketenagalistrikan sebagai salah satu prioritas. Meski masih banyak masalah yang menghantui dan banyak kendala yang dihadapi megaproyek 35.000 MW, program ini harus berjalan. Bila tak ada beras, warga bisa mendapatkan gantinya de

    ngan bahan pokok lain. Tetapi bila listrik tak ada, saat ini belum ada gantinya.   Alangkah sayangnya bila program yang penting ini sampai terganggu, hanya karena adanya masalah internal di pengambil keputusan. Memang inilah Indonesia: di usianya yang ke-71, koordinasi antar-lembaga kadang- kad

    ang masih sebatas wacana. Semoga adanya hambatan ini merupakan sebuah ujian, yang akan membuatIndonesia makin maju. Dirgahayu Indonesia.

  • Majalah Tambang - Pasar Baru Batu Bara Indonesia

    Harga komoditi tambang selalu terkait erat dengan jumlah pasokan dan permintaan. Ketika permintaan meningkat biasanya harga ikut menguat. Selama ini batu bara Indonesia sebagian besar diserap oleh Cina dan India. Namun dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi batu bara Cina mulai menurun. Kebijakan P

    emerintah Cina untuk mengurangi konsumsi batu bara, dan meningkatkan kontribusi energi ramah lingkungan, membuat pasar ekspor Indonesia sedikit terganggu. Sementara India, meski konsumsi batu bara masih dalam trend meningkat, namun ada ancaman bagi para pemasok dari luar. Pemerintahan sekarang mulai

    memprioritaskan batu bara domestik, demi menghemat devisa. Akibatnya, peningkatan konsumsi lebih banyak dicukupi oleh batu bara produksi lokal. Indonesia, yang selama ini juga mengandalkan India sebagai pasar batu baranya, pantas untuk dag-digdug. Namun ada berita menggembirakan ketika beberapa neg

    ara seperti Pakistan dan Bangladesh mulai memburu batu bara dari Indonesia. Konsumsi batu bara beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina, juga menunjukkan peningkatan. Tinggal bagaimana perusahaan tambang Indonesia memanfaatkan potensi yang ada. Di tempat lain pelaku usaha perta

    mbangan juga sedang menunggu bagaimana Kementerian ESDM menerjemahkan amanat Presiden Joko Widodo terkait moratorium izin tambang. Banyak kalangan menilai saat ini, ketika harga komoditi tambang sedang anjlok, menjadi waktu yang tepat untuk menata pertambangan. Moratorium saja tidak cukup. Harus ada

    langkah tegas pemerintah dalam menertibkan izin yang ada. Dengan itu moratorium baru memberi dampak positif lebih besar bagi dunia pertambangan Indonesia. Untuk itulah Majalah TAMBANG menyelenggarakan diskusi dengan tema Moratorium dan Masa Depan Kegiatan Usaha Tambang. Dari diskusi ini, kita bisa

    mengetahui seperti apa konsep pemerintah dalam hal moratorium izin pertambangan. Selamat membaca.

  • Majalah Tambang - KIAT SELAMAT KONTRAKTOR TAMBANG

    EFISIENSI MENJADI KATA KUNCI Sampai sekarang ini sektor pertambangan belum menunjukkan tanda perbaikan. Harga hampir semua komoditi tambang termasuk batu bara masih rendah dan belum ada tanda-tanda bakal naik. Ini terekam dalam seminar yang diadakan Majalah TAMBANG dengan tema ”Menangkap Pelua

    ng Sektor Minerba di 2016”, 16 Maret lalu. Dalam kondisi seperti ini seluruh perusahaan yang masih beroperasi terus mengikatkan ikat pinggang. Atas nama efisiensi, perusahaan tambang menyisir setiap pos pengeluaran yang bisa dihemat. Ini juga yang dilakukan perusahaan jasa kontraktor tambang.

    Pengetatan anggaran dilakukan agar mereka tetap beroperasi tanpa mengganggu produktivitas. Ini diulas secara mendalam di rubrik ”Laporan Utama” yang hadir di hadapan Anda kali ini. Di sisi lain, sektor ekstraksi sumber daya alam ini masih menarik buat beberapa pengusaha papan atas. Ini t

    erlihat dari langkah pemilik Djarum yang masuk dan menguasai 18% saham salah satu perusahaan tambang emas G-Resources. Pengusaha minyak sekaligus pemilik PT Medco Energi, Arifin Panigoro, bersama konsorsium juga serius membeli saham PT Newmont Nusa Tenggara, salah satu perusahaan tambang emas dan te

    mbaga terbesar di Indonesia. Setidaknya ke depan sektor ini masih memberi harapan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dalam edisi kali ini Majalah TAMBANG juga mengangkat isu seputar pemanfaatan kandungan lokal di sektor pertambangan. Harus diakui sejauh ini secara prosentase terbilang masih ke

    cil karena berbagai faktor. Namun jika ingin menghidupkan industri dalam negeri, pemanfaatan kandungan lokal di sektor tambang harus ditingkatkan. Di sisi lain, perusahaan nasional pembuat peralatan dan suku cadang juga harus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan kerjasama erat dari dua sis

    i, yakni pemakai dan pemasok komponen, industri pertambangan Indonesia akan tetap berkembang, meski yang lain sulit bernapas. Selamat membaca.

  • Majalah Tambang - PERSEKUTUAN BUMN TAMBANG

    TATA KELOLA SEKTOR PERTAMBANGAN 2016 Sepanjang 2015, sektor pertambangan masih diselimuti kegelapan. Tantangan merosotnya harga komoditas dan sejumlah regulasi membuat kinerja usahanya terus turun. Tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tapi juga pada penerimaan negara dari sector pertambangan. Se

    bagaimana yang disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) periode 2015 dari sektor pertambangan hanya mencapai Rp 29,63 triliun, hanya sekitar 56% dari target.   Merosotnya harga komoditas batu bara cukup membuat pemerintah wasp

    ada. Pasalnya realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2015 hanya 383 juta ton, angka ini jauh dari target yang telah ditentukan yakni sebesar 425 juta ton.   Memasuki 2016 ini, sepertinya pemerintah tidak mau gegabah memutuskan target produksi batu bara nasional. Hingga pertengahan Febu

    ari 2016, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum menentukan target produksi batu bara nasional untuk 2016. Rendahnya permintaan dunia dan tren penurunan harga membuat Kementerian ESDM berhati-hati.   Pembahasan dan penyusunan rencana kerja anggaran dan belanja (RKAB) yang saat ini ten

    gah bergulir, kelihatannya berlangsung agak alot. Banyak pelaku usaha tambang batu bara yang menghitung ulang rencananya menggenjot produksi di tahun ini. Di sisi lain, Kementerian ESDM harus meningkatkan pendapatan dari sektor tambang.   Solusi untuk mengalihkan penjualan batu bara ke dalam ne

    geri dengan mengandalkan mega proyek 35.000 M juga belum membuahkan hasil.W Beragam tantangan dan hambatan untuk merealisasikan proyek pembangunan pembangkit kelistrikan nasional ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.   Berbeda dengan batu bara, nampaknya  di 2016 ini

    pengusaha tambang mineral memiliki harapan lebih bagus. Kementerian ESDM baru saja mengeluarkan surat sakti bernama Peraturan Menteri.”” Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian.

      Di situ disebutkan, apabila kemajuan pembangunan smelter tidak mencapai 60% dari target yang dihitung secara kumulatif, perpanjangan rekomendasi diberikan dengan tingkat kemajuan pembangunan smelter dinilai sama dengan capaian pada periode sebelumnya. Aturan baru ini menggantikan Peraturan M

    enteri Nomor 11 Tahun 2014 era Menteri ESDM Jero Wacik  yang menerapkan syarat ketat perpanjangan izin ekspor diberikan apabila kemajuan pembangunan smelter mencapai 60% dari rencana kerja per enam bulan.   Walaupun demikian, surat sakti berbentuk Permen No 5 Tahun 2016 ini, rupanya masih

    belum dapat menyelamatkan pelaku usaha tambang mineral lainnya, seperti bauksit dan nikel. Lantaran syarat ekspor konsentrat dalam aturan tersebut menghitung kadar minimum dengan batasan kandungan metalnya. Mau tidak mau komoditas mineral logam timah, nikel, bauksit, emas, perak, dan kromium hanya d

    apat dijual ke luar negeri setelah dimurnikan.   Rupanya, Permen sakti ini juga berdampak pada target pembangunan industri pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Beberapa media di luar negeri menilai Indonesia melakukan langkah mundur di bidang industri pengolahan. Meski demikian, ada juga y

    ang mendukung kebijakan baru yang memberi kelonggaran ekspor mineral itu   Lalu bagaimana tata kelola kegiatan usaha tambang nasional di masa depan? Bagaimana nasib pelaku usaha tambang dalam menghadapi sejumlah tantangan ini? Apakah realisasi pembangunan industri pengolahan dan pemurnian nasio

    nal akan terhambat?   Guna mengetahui hal tersebut, Majalah TAMBANG akan menggelar acara Indonesia Mining Outlook 2016 yang akan mengupas tuntas soal nasib kegiatan usaha sektor pertambangan nasional dari hulu hingga hilir, Maret ini. Kami mengundang partisipasi Anda.

  • Majalah Tambang - BADAI BATUBARA BELUM BERLALU | MAJALAH TAMBANG

    TAHUN-TAHUN PENUH TANTANGAN Pesta kembang api di berbagai pelosok dunia menandai pergantian tahun. Tahun 2015 yang penuh tantangan telah usai dan 2016 kita jelang bersama. Bagi pelaku usaha pertambangan baik mineral maupun batu bara, tahun 2015 menjadi tahun penuh ujian. Di sektor mineral perusahaan

    tambang berjuang membangun pabrik pengolahan dan pemurnian. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, perusahaan kesulitan mendapat pendanaan untuk melanjutkan pembangun smelter. Harga komoditi yang turun turut menentukan keekonomian pembangunan . Akibatnya ada perusahaan tambang yang harus

    smelter menghentikan pembangunan -nya.smelter   Di tempat lain, sektor batu bara juga tidak lebih baik. Harga batubara yang terus melemah tahun ini telah membuat beberapa perusahaan tambang gulung tikar. Perusahaan tambang skala menengah dan besar masih bisa bertahan, namun dengan upaya efisien

    si yang sangat besar. Kali ini harapan pelaku usaha pertambangan batu bara bertumpu pada pasar domestik, khususnya proyek listrik. Namun tantangan datang dari gerakan untuk menekan emisi karbon.   Kondisi dunia pertambangan lesu ini kemudian berimbas pada bisnis jasa pendukung mulai dari alat b

    erat sampai servis lainnya. Tidak hanya itu ancaman PHK di dunia pertambangan pun semakin besar. Bagaimana dengan tahun 2016? Situasi di tahun 2016 oleh banyak pihak tidak banyak berubah dibanding tahun 2015. Ketidakpasitan kondisi ekonomi dan pelemahan harga komoditi diyakini masih berlanjut. Ini m

    enjadi tantangan terbesar pelaku usaha di sector pertambangan di tahun ini. Perusahaan terus mencari cara untuk bisa bertahan dalam kondisi sulit ini.   Di tengah kondisi sulit ini ada secercah harapan. Harapan itu datang dari negara-negara Timur Tengah. Mereka sangat berminat berinvestasi di I

    ndonesia, sudah dimulai dengan penandatanganan kesepakatan (HoA) antara PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco. Diharapkan ini menjadi titik awal mengalirnya investasi dari Timur Tengah di Indonesia, di sektor minyak, gas, listrik, dan industri. Beberapa perusahaan tambang juga sudah selesai mel

    akukan penyesuaian terhadap harga yang rendah. Mereka siap untuk melaju lagi.   Selamat tahun baru 2016. Sukses selalu untuk kita semua.

  • Majalah Tambang - FREEPORT DI ANTARA JOKOWI, SUDIRMAN SAID DAN JIM MOFFETT

    NILAI TAMBAH BATU BARA Sekarang eranya nilai tambah di sektor tambang. Jika selama ini yang lebih banyak dibicarakan nilai tambah di sektor tambang mineral, bukan berarti sektor batu bara tidak ada kegiatan nilai tambah. Majalah TAMBANG beberapa kali mengangkat topik tentang nilai tambah, mulai dari

    peningkatan kalori, gasifikasi dan pencairan batu bara. Sayangnya selama ini nilai tambah batu bara masih dalam tahapan uji coba. Kalaupun masuk tahapan komersial masih dengan skala kecil.   Di edisi kali ini Majalah TAMBANG kembali mengangkat nilai tambah batu bara secara khusus briket. Brike

    t batu bara sebenarnya bukanlah barang baru bagi masyarakat Indonesia karena jauh sebelum muncul ide hilirisasi batu bara, BUMN tambang, PT Bukit Asam sudah memulainya di tahun 1990-an. Kala itu Bukit Asam diperintahkan Presiden Soeharto untuk membangun pabrik dan memproduksi briket batu bara di ber

    bagai daerah.   Sayangnya tidak ada keberlanjutan malah lebih memilih pegembangan sumber energi lain seperti gas. Padahal peningkatan nilai tambah batu bara bakal diperoleh dengan menjadikannya sebagai briket. Ini akan membantu memanfaatkan sumber daya batu bara kalori rendah yang dimiliki Indo

    nesia.   Di saat banyak perusahaan tambang batu bara khusus kalori yang harus menghentikan produksi karena tidak ada pasar yang menyerap, briket bisa menjadi pilihan. Apalagi proses menghasilkan briket tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan investasi besar. Tinggal sekarang bagaimana keberpi

    hakan pemerintah dalam mendorong nilai tambah batu bara dalam bentuk briket ini bisa berkembang. Karena ketika bisnis berjalan, perusahaan beroperasi dan negara mendapatkan pemasukannya.   Tulisan panjang mengenai briket kami sandingkan dengan laporan utama soal perpanjangan izin operasi PT Fre

    eport Indonesia. Sebagaimana Anda tahu, ini merupakan isu panas, dan menjadi makin ramai karena masalah sosial, ekonomi, politik, hingga industri berpadu menjadi satu.   Saat ini yang penting tidak lagi pada apakah akan diperpanjang atau tidak pasca 2021. Hal yang lebih utama adalah bagaimana k

    ontribusi perusahaan ini ke depan bisa lebih besar lagi bagi Indonesia.

  • Majalah Tambang - ORANG MUDA DI BISNIS ENERGI | MAJALAH TAMBANG

    PENGHARGAAN BUAT VICHO Kegiatan perayaan Hari Pertambangan Indonesia ke-70 yang jatuh pada 28 September 2015 berlangsung meriah. Perayaan  di Kantor Kementerian ESDM dan dipimpin Menteri Sudirman Said itu diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya pengumuman pemenang lomba penulisan karya ju

    rnalistik dengan tema ”Bagaimana Energi Indonesia Dibangun”.   Dalam kesesmpatan ini, wartawan Majalah TAMBANG Vicharius Dian Jiwa meraih juara pertama. Lewat karya tulis berjudul ’Memanen Energi Dari Bambu’, Vicho, demikian panggilannya, mengupas secara mendalam tentang

    pengembangan energi terbarukan berbasis bambu. Tulisan ini bermula dari pengalamannya melihat secara langsung pemanfaatan komoditas bambu sebagai sumber pembangkit listrik di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Dari sini Vico yakin bambu bisa menjadi salah satu sumber energi pilihan bangsa.   Di

    Bangli, bambu telah dimanfaatkan masyarakat untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas 400 Kw. Kapasitas ini masih bisa ditingkatkan hingga menjadi 10 MW. Dia pun berharap hasil karya tulisanya ini bisa bermanfaat khusus menjadi referensi bagi pemanfaatan bambu sebagai sumber energi.   Sebagai

    media yang fokus pada sektor tambang dan energi, Majalah TAMBANG menaruh perhatian serius pada pengembangan energi baru dan terbarukan. Ini dimaksudkan agar potensi sumber  energi yang beragam di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik.   Sehingga secara perlahan Indonesia mandiri secara

    energy dan mulai mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Berkali-kali Majalah TAMBANG memuat tulisan mengenai penggunaan energi baru dan terbarukan, sebagai sumber listrik. Kami menulis listrik dari energi panas bumi, tiga bulan lalu. Kami juga pernah menulis energi surya, ombak, juga angin. In

    donesia memang harus terus-menerus mengembangkan energi terbarukan

  • Majalah Tambang - MEMBURU DOLLAR GEOTERMAL | MAJALAH TAMBANG

    EDISI PANAS BUMI Indonesia akan selalu menjadi ’surga’ bagi penikmat eksotika alam katulistiwa. Bentang alam yang memanjang sari Sabang sampai Merauke dipenuhi keindahan. Semua itu terpancar dari gugusan gunung berapi, baik di darat maupun di kedalaman laut. Namun, siapa sangka, dibalik

    keindahan alam Nusantara tersimpan ancaman bencana. Ya, Indonesia merupakan negeri di atas bencana. Maklum, negeri ini diselimuti cincin api yang mengandung(ring of fire) potensi bencana alam tinggi karena berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan, yakni sirkum pasifik dan sirkum medite

    rania. Di situ tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik dunia.   Setidaknya ada tiga lempeng aktif, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara dan lempeng Pasifik di bagan Timur. Indonesia berada di antara tiga lempeng aktif itu, sehingga banyak gunung b

    erapi dengan aktivitasnya yang menyebabkan terjadinya gempa vulkanik.   Namun, potensi bencana bisa diubah menjadi berkah. Cincin api yang mengelilingi Indonesia ternyata menjadi aset berharga. Apalagi di tengah ancaman gelombang krisis energi dunia. Indonesia bisa memanfaatkan energi panas bum

    i yang melimpah. Kesadaran itu memang telah dibangun penguasa negeri ini sejak puluhan tahun.   Namun implementasi jauh panggang dari api. Selama 70 tahun, pemanfaatan energi panas bumi hanya menjadi wacana. Eksplorasi panas bumi memang sudah dilakukan sejak tahun 1980an. Namun hasilnya sangat

    tidak menggembirakan. Tak lebih dari 3 persen yang sudah tergarap. Padahal Indonesia disebut-sebut sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi.   Belakangan, pemerintahan presiden Jokowi membuat gebrakan. Setelah mencanangkan program pembangunan pembangkit dengan target 35 ribu MW, ener

    gi panas bumi menjadi salah satu tumpuan. Maka, gerakan memberdayakan energi panas bumi pun digalakkan. Sebenarnya seberapa besar potensi bumi di Indonesia? Apa saja kendalanya dalam menggali potensi tersebut? Mampukah regulasi yang ada memecah kebuntuan?   Di edisi kali ini kami hadir dengan s

    ajian mengupas tuntas persoalan tersebut. Selamat menikmati, semoga bermanfaat bagi bangsa ini!

  • Majalah Tambang - EKSPANSI AGRESIF SINARMAS | MAJALAH TAMBANG

    Bulan ini, Agustus 2015, adalah momentum memperingati 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak seperti beberapa tahun lalu yang selalu meriah pada setiap peringatan proklamasi, baik di kota maupun pelosok desa, tahun ini tampak sepi-sepi. Bisa jadi, suasana dalam masa perayaan kemerdekaan lant

    aranadem ayem masyarakat sudah ’kehabisan energi’ untuk merayakan lebaran.   Namun, apapun keadaan yang sedang dialami masyarakat, datangnya bulan Agustus pada setiap tahun tetap perlu dijadikan momentum untuk mengingat kembali peristiwa yang amat penting, yaitu hari kemerdekaan ban

    gsa Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus 1945. Pada hari itu, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa tersebut dikenang oleh bangsa Indonesia secara mendalam, karena merupakan puncak dari serentetan perjuangan luar biasa, yang dilakukan ole

    h bangsa Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya.   Berbagai pengorbanan, baik berupa jiwa, harta dan bahkan raga sekalipun, diberikan untuk meraih kemerdekaan. Hingga sampai proklamasi dikumandangkan, sudah tidak terhitung lagi jumlah harta, jiwa dan raga yang harus dibayarkan.   Pa

    ra pemimpin dan pejuang bangsa ini merebut status kemerdekaan dari penjajah Belanda, dan kemudian juga Jepang, untuk meraih citacitanya, yaitu menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Mereka telah menyadari, betapa berat penderitaan yang dirasakan oleh rakyat dengan status te

    rjajah. Kekayaan ekonominya dirampas, harkat dan martabatnya ditindas, diperbodoh dan tidak diperlakukan sebagai layaknya manusia yang memiliki hak-hak kehidupan.   Atas dasar kenyataan itu maka kemerdekaan dirasakan sebagai kekayaan yang tidak ada taranya. Demikian pula peristiwa itu dipandang

    sebagai hasil perjuangan dan pengorbanan dari semua pihak, yang kemudian mendapatkan karunia Tuhan yang luar biasa besarnya. Oleh karena itu peristiwa tersebut selalu dikenang dan diperingati dengan berbagai bentuk dan caranya sendiri sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam.   Tak terkecual

    i bagi para pelaku bisnis pertambangan. Meskipun ada pihak yang meragukan bahwa terkait sumberdaya alam, Indonesia dianggap belum merdeka. Sebab, kekuatan permodalan asing masih mendominasi upaya mengeksplorasi sumberdaya alam Nusantara.   Nah, cuaca tak selalu berkabut. Belakangan mulai ada up

    aya rasionalisasi kepentingan nasional dengan berlakunya beleid-beleid anyar terkait eksplorasi sumberdaya alam, meskipun dalam penerapan awalnya agak pahit bagi perusahaan-perusahaan nasional yang bermodal cekak. Peta investasi pun pelan-pelan mulai berubah. Dominasi asing perlahan sudah terurai. S

    alah satu contohnya adalah akuisisi Berau Coal oleh kelompok usaha Sinar Mas. Seperti yang kami ulas dalam Laporan Utama edisi ini. Semoga langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi keberdekaan mengelola sumberdaya alam Indonesia. Merdeka!!!

  • Majalah Tambang - Taktik Tambang Siasati Bursa | Majalah Tambang

    0

  • Majalah Tambang - BATU BARA: PELUANG MEGAPROYEK JOKOWI

  • Majalah Tambang - Sengketa Lokal Lawan Asing | Majalah Tambang

  • Majalah Tambang - Menangguk Laba Gas Batu Bara | Majalah Tambang

    DIBIKIN REPORT ATURAN WAJIB L/C LAPORAN UTAMA | Memanen Pupuk Dari Tambang Batu Bara Banyak proyek gasifikasi batu bara, namun umumnya masih tahap percontohan. Permintaan pasar akan menentukan tumbuhnya gasifikasi batu bara. Saatnya menerapkan program hilirisasi batu bara? NASIONAL | Revisi UU Min

    erba: Operasi di Ruang Gawat Darurat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara bakal diamandemen. Kelahiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menjadi pemicunya. Amandemen dinilai mencari-cari, karena masih banyak hal yang belum dilaksanakan. Kocok Ulang Pejabat Tamb

    ang Safety First Bukan Soal Biaya Menimbang Produk Lokal Keselamatan Tambang Habis Amir Terbitlah Hamish Oil & Gas | Bisnis Gas Terjepit Pipa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mewajibkan pemilik izin niaga gas membangun jaringan infrastruktur pipa. Beleid anyar itu sec

    ara tak langsung akan membatasi jumlah pedagang yang memiliki hak niaga distribusi gas nasional.

  • Majalah Tambang - BATUBARA: DIGILAS HARGA DIGULUNG ROYALTI | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA Dipurukkan Royalti Naik Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah meningkatkan penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batubara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus mempercepat terbitnya revisi PP No. 9 Tahun 2012 yang mengatur tariff royalti. Royalti batu bara u

    ntuk pemegang izin usaha pertambangan (IUP) bakal dinaikkan. LAPORAN KHUSUS Menjaga Selamat Di Tengah Efisiensi Perusahaan tambang giat melakukan efisiensi. Kondisi ini berimbas pada usaha jasa keselamatan dan penjualan alat keselamatan. Namun standar keselamatan tetap prioritas. Oil & Gas Kon

    servasi Gas | Persekutuan Mengangkat Gas Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil harus dikurangi. Pertamina dan PGN, dua badan usaha milik negara yang selama ini perang dingin, bersepakat untuk secepatnya menyukseskan kebijakan ini.

  • Majalah Tambang - MEREKA YANG MENANGGUK UNTUNG | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA Mencari Celah Dalam Ruang Sempit Sudah satu tahun pelarangan ekspor mineral mentah diterapkan. Selama itu pula, perusahaan tambang mineral yang kebanyakan IUP berjuang mencari keadilan. Meski hasilnya nihil, tak membuat mereka putus asa. Upaya negosiasi terus dilakukan dengan pemerinta

    h baru. NASIONAL Bergelut Dengan Surat Sakti ESDM Warga Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara menang di Mahkamah Agung dalam sengketa keputusan surat izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Bupati. Mereka harus berjuang lagi di Pengadilan Tata Usaha Negara melawan Kementerian ESDM

    . Oil and Gas Turun Disini, Anjlok Disana Penurunan harga minyak dunia diprediksi bakal menunda banyak proyek eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Kontraktor Kontrak Kerja Sama perlu berhemat agar bisa tetap ekonomis.

  • Majalah Tambang - MEMBIDIK PEMBURU RENTE | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA | Pemburu Mafia dari Jalan Plaju Aksi ”bersih-bersih” kembali diperlihatkan Menteri ESDM Sudirman Said pada sektor minyak dan gas. Bak pasukan yang siap berperang, Sudirman membentuk tim kecil yang beranggotakan gabungan dari berbagai latar belakang. Faisal Basri didapuk se

    bagai panglima perang. LAPORAN KHUSUS | Mencari Titik Keseimbangan di Tahun Ujian Bagi pelaku usaha tambang batu bara, 2014 merupakan tahun penuh tantangan. Menjadi proses seleksi alam bagi penambang sejati. Harga komoditi belum akan terdongkrak. NASIONAL | Berebut Kuasa Di Blok Kadaluarsa Kemente

    rian Energi dan Sumber Daya Mineral mengkaji ulang 19 kontrak blok minyak dan gas yang akan memasuki masa kadaluarsa. Ada sentimen nasionalisme. Pertamina, BUMD, dan swasta nasional pun jadi anak emas. Oil and Gas | Berkurangnya Jatah Solar Para Penjaring Ikan Kuota subsidi BBM untuk tahun 2014 men

    ipis. Pemerintah pun menaikkan harga BBM bersubsidi untuk menjaga keseimbangan APBN-P 2014. Semua orang mulai mengencangkan ikat pinggang tak terkecuali para nelayan.    

  • Majalah Tambang - PERMAINAN TAMBANG SETYA NOVANTO

    PANGGUNG SOSIALISASI Rabu, 8 Oktober 2014, ruang hotel Dharmawangsa, Jakarta, penuh sesak oleh orang-orang berpakaian . Mereka adalah paraperlente pebisnis tambang yang sedang menghadiri acara bertajuk ”Sustainable Minerals And Metals Processing Workshop”. Kegiatan yang digelar majalah T

    AMBANG bekerjasama dengan PT Outotec Technology Solutions itu berlangsung sehari penuh.   Dua pejabat tinggi dari dua kementerian didaulat sebagai pembicara kunci. Mereka adalah Budi Irmawan selaku direktur industri berbasis metal Kementerian Perindustrian dan R. Edi Prasodjo selaku direktur Mi

    neral Kementerian ESDM. Acara dibuka olehworkshop President Director Outotec, Chad Loan.   Alhasil, melalui kegiatan tersebut, para pelaku bisnisworkshop tambang mendapatkan informasi-informasi baru terkait perkembangan teknologi. Bagi Outotec, cara sosialisasi melalui kegiatan yang dihelat ber

    sama majalah TAMBANG, sungguh efektif untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen.   Begitulah cara kami menjalin hubungan baik dengan relasi. Kerjasama seperti itu kerap kami lakukan. Selain dengan Outotec, majalah TAMBANG juga pernah menjalin kegiatan serupa, baik dalam bentuk seminar maupun

    , bekerjasama dengan PT ENVworkshop Indonesia, perusahaan konsultan lingkungan dan perusahaan produsen transmisi alat berat. Kami juga pernah menggarap diskusi terbatas (Fokus Group Discusion) atas permintaan sebuah lembaga pemerintah untuk menggali pandangan dari berbagai kalangan dalam rangka per

    umusan kebijakan.   Panggung sosialisasi --begitu kami mengistilahkan-- yang kami gelar bersama para mitra itu adalah bagian dari program divisi majalahevent TAMBANG, salah satu sayap bisnis majalah TAMBANG, yang dibentuk tahun lalu. Ke depan, kegiatan-kegiatan yang digelar oleh divisi ini diha

    rapkan lebih luas cakupannya ke level internasional. Tidak saja menjadi panggung sosialisasi, tetapi juga menjadi ajang promosi dan menjaring relasi. Semoga bermanfaat bagi para mitra.

  • Majalah Tambang - Proyek Listrik Setelah JK Berkuasa

    LAPORAN UTAMA | Nasib Pembangkit Di Pundak JK Tersandera Bisnis dan Regulasi Pada era awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla (JK) menjadi penggagas proyek 10ribu MegaWatt. Kini JK kembali menjadi tumpuan harapan untuk mengatasi krisis listrik di negeri ini. Bagaimana kiatnya mengat

    asi byar pet?   Infrastruktur listrik sudah jadi harga mati yang mesti dibenahi pemerintahan baru. Batu bara jadi idola untuk memacu pertumbuhannya, meskipun tak lepas dari sejumlah hambatan. NASIONAL | Regulasi Timah Batangan: Menjegal Ekspor Ilegal Pemerintah terus berupaya menghentikan akt

    ivitas ekspor timah ilegal. Peran perusahaan surveyor menjadi sangat penting.   Gas Murah Untuk Rumah Tangga Masih Ada Kebingungan Birokrasi Martiono Hadianto: Kami Tidak Sebesar Freeport September Ceria Para Raksasa Mining Services Teknologi PSN Hilangkan Risiko Loses dan Maksimalkan Pengemb

    angan Investasi CEO Frans Kesuma Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara Mengandalkan Integritas dan Kerja Keras

  • Majalah Tambang - Kunci Ekspor Ditangan Surveyor

    LAPORAN UTAMA | Ledakan Rejeki Surveyor Lokal Surveyor Merah Putih Di Ladang Verifikasi Ekspor batu bara makin sulit. Setelah pembenahan status (CnC) diclean and clear daerah, kini pelaku usaha tambang dibatasi Peraturan Menteri Perdagangan No.39/2014. Surveyor lokal naik daun. Perusahaan survei nas

    ional siap melakukan verifikasi ekspor batu bara. Mulai dari asal barang sampai jumlah dan kalori serta kewajiban pada negara akan dilihat. Bagaimana peran surveyor asing?   NASIONAL | Newmont Tak Lagi Mbalelo PT Newmont Nusa Tenggara mengikuti langkah PT Freeport Indonesia untuk menyelesaikan

    kesepakatan renegosiasi dengan pemerintah. Nota kesepahaman sudah diteken, tinggal menunggu penandatangan amandemen kontrak. Apa dampaknya?   Penertiban Tambang Jalur Pengawasan Berbaju Asistensi Tata Kelola Pertambangan Indonesia: Sebuah Evaluasi Menyongsong Pemerintahan Baru   Gugatan Ne

    wmont dan Rezim Perlindungan Investasi Oleh: Edy Burmansyah   Batu bara (Masih) Harapan Energi Terjangkau Oleh: Budi Santoso

  • Majalah Tambang - Duh, Tambang Cipaganti

    LAPORAN UTAMA | Tambang Cipaganti: Setelah Tiga Petinggi Masuk Bui Grup Cipaganti terpuruk setelah melantai di bursa saham. Pengembalian dana investor tersendat, pemilik Grup Cipaganti dicokok polisi. Bagaimana nasib usaha tambang Cipaganti? Dari Kerupuk Hingga Tambang Batu Bara Tahun 2014 menjadi&n

    bsp; tahun petaka bagi Grup Cipaganti. Penangkapan bos Cipaganti, Adianto Setiabudi, pada Juni lalu, menjadi pukulan berat bagi perusahaan yang didirikan lebih dari 20 tahun lalu itu. NASIONAL | Kesemalatan Tambang Menunggu Sinyal Dari Merdeka Selatan Para praktisi keselamatan pertambangan bersama

    Direktorat Jenderal Minerba merumuskan modul Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan.Tinggal menunggu peraturan menteri sebagai landasan hokum penerapannya. LAPORAN KHUSUS | Over Dosis Buat Saudagar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan izin baru dan perpanjangan untuk be

    rdagang batu bara. Nasib pelaku usaha pemegang Izin Usaha Operasi Produksi Khusus (IUP OPK) kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara semakin sekarat. Para trader pun turut terjepit. Boleh Berlayar Setelah Bayar Pelabuhan Khusus Ekspor Batubara Oleh: A. Waskito Tanuwijoyo,Pengamat Industri Batu

    Bara Oil And Gas | Kado Tangguh Jelang Lebaran   CEO | Pierre-Jean Vergé-Salamon Presiden Direktur Volvo Trucks Indonesia Seperti Gelas Setengah Penuh

  • Majalah Tambang - Menutup Gerbang Bocor Batu Bara

    LAPORAN UTAMA | Menutup Bocor Gerbang Ekspor Perdagangan dan penjualan batu bara tengah ditata. Bakal dibangun 14 pelabuhan khusus batu bara untuk menghadang penyelundupan. Perlu menggiatkan penegakan hukum. Pasar Baru Dihadang Pintu Gelap Menjerat Saudagar Nakal Mengawal Batu bara, Mencegah Bocor W

    awancara: R Sukhyar Direktorat Jenderal Minerba, KESDM. NASIONAL | Sahabat Bumi Menyorot Timah LSM luar negeri mendesak perusahaan computer ternama turut andil menyelamatkan bumi Bangka-Belitung. Beberapa perusahaan computer dan tablet terkemuka telah tergabung dalam gerakan bersama ini. Masih ditu

    nggu aksi nyata LAPORAN KHUSUS | Karpet Merah Investor di Butta Tua Tak ada pungutan, segala perizinan gratis. Dalam tempo 1 jam, izin sudah keluar. Kini menjelma menjadi kota baru, kota industri, kota smelter terbesar di kawasan Indonesia timur. Jaring Bolong Pemodal Kakap Masih Menunggu Pasokan L

    istrik Wawancara: Vince Gowan, Wakil Ketua Bantaeng Industrial Park Rehat | Sumur Zamzam: Sejumlah Mitos dan Sejumlah Kekhawatiran Luar Negeri Komoditi Rehat Perjalanan Kolom Logbook KorporAksi Personal CEO | Neneng Goenadi Country Managing Director Accenture Indonesia Mengelola Hambatan Menjadi P

    eluang

  • Majalah Tambang - KPK Mengendus Korupsi Tambang

    LAPORAN UTAMA | Melawan Kutukan Tambang KPK dan Kementerian ESDM menertibkan sektor pertambangan. Ada potensi kehilangan pajak triliunan rupiah lantaran banyak perusahaan tambang yang tidak memiliki NPWP. Ditemukan tumpang tindih perizinan di kawasan hutan. Kekayaan Tambang: Berkah atau Petaka? Blus

    ukan Menertibkan Tambang Wawancara: Paul Lubis, Direktur Bina Program Mineral dan Batu bara, Direktorat Jenderal Minerba, KESDM. Banyak Ditemukan Penyelewangan Wawancara: Giri Suprapdiono Direktur Gratifikasi KPK NASIONAL | Distop Cina, Dihambat India Pemerintah Cina bakal menghentikan ekspor batu

    bara kalori rendah. Konsumsi domestic menjadi andalan di masa depan. Produksi harus dibatasi, untuk kepastian pasokan bagi PLN. LAPORAN KHUSUS | Bertahan di Tahun Sulit Kontraktor pertambangan, khususnya batu bara terkena imbas krisis dunia yang membuat harga batu bara anjlok. Berbagai cara dilakuk

    an, agar tetap selamat. Bertahan menunggu harga kembali pulih. Bersatu Eratkan Ikat Pinggang Kita Dalam Kondisi Krisis Wawancara: Frans Kesuma, Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara Rehat | Dinasti Rothschild: Membangun Perisai Merah Dari Frankfurt Luar Negeri Rehat Perjalanan KorporAksi Kolom

    Energi Oil and Gas Teknologi

  • Majalah Tambang - Pat Gulipat Mafia Batubara

    LAPORAN UTAMA | Batu bara, Di Antara Mafia dan Artis Jelita Aksi tipu-tipu di bisnis batu bara masih marak terjadi. Kerap menyenggol nama figur publik, mulai dari artis, politikus hingga pejabat. Pemain baru perlu hatihati Bersekutu demi Sepanyol Kegiatan pencurian batu bara masih marak. Ada lingkar

    an mafia di dalamnya. Lingkungan jadi korban, negara dirugikan. NASIONAL | Ancang-ancang Melawan Jepang Pemerintah Jepang berulang kali menyatakan akan membawa Indonesia ke WTO karena melarang ekspor mineral. Smelter Jepang kesulitan, karena selama ini Indonesia menjadi pemasok nikel terbesar. Indo

    nesia siap meladeni. Menghadang Timah Ilegal ke Jiran Saatnya Menata Industri Batu bara Nasional LAPORAN KHUSUS | Bermiliar Barel, Berjuta Silang Kata Lobi-lobi tingkat tinggi dilakukan Gubernur Nangroe Aceh Darussalam untuk mendapatkan kewenangan lebih dalam pengelolaan migas di Aceh. Pemerintah A

    ceh bakal dilibatkan dalam pengelolaan migas lepas pantai hingga 200 mil. Bakal ada badan pengelola minyak Aceh? Bau Durian Cekungan Simeulue Raja Minyak Berburu Migas Aceh Luar Negeri Kalau Anak Benua Haus Tenaga Komoditi Efek Kejut Indonesia Untuk Dunia Bursa Roller Coaster Saham Tambang

  • Majalah Tambang - Menebak Motif Investor Rusia

    LAPORAN UTAMA | Aroma Beruang Merah di Program Hilirisasi Kebijakan hilirisasi mineral sudah berjalan.Belakangan tercium aroma tak sedap yang kebijakan tersebut. Benarkah ada campur tangan perusahaan asing? Wawancara Oleg Deripaska | CEO Rusal Indonesia Dalam Bidikan Investor Rusia NASIONAL | Bukan

    Ngeyel, Cuma Belum Sepakat Sebanyak 25 perusahaan pemegang lisensi tambang berhasil mencapai kesepakatan dengan pemerintah, selebihnya masih macet Sampai kapan renegosiasi akan selesai? Smelter Tersandera Listrik Nasib Buruk Batu Bara Indonesia LAPORAN KHUSUS | Goreng-Menggoreng Energi Panas Bumi

    Proyek geotermal di Indonesia tersandung banyak faktor, sehingga banuyak yang mangkrak. Terbentur aturan Kehutanan. Mampukah revisi Undang-Undang Panas Bumi mentasi berbagai benturan kepentingan. Wajah Buram Proyek Geotermal Wawancara Nur Pamudji | Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Wawan

    cara Trisnaldi | Direktur Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM Luar Negeri Melawan Raksasa dari Meja Dapur Komoditi Bijih Besi: Gamang di tengah Limpahan Pasokan Perjalanan Menikmati Aceh Dalam Secangkir Kopi  

  • Majalah Tambang - Ekspansi Titan Caplok Jalan Adaro

    SEMBILAN TAHUN . BULAN ini, sembilan tahun lalu, majalah TAMBANG dilahirkan. Seperti halnya seorang bayi, ia masih harus disusui, digendong dan dituntun. Berkat ’momongan’ dari seluruh pemangku kepentingan pertambangan, bayi itu pun tumbuh menjadi balita. Merangkak, berdiri, berjalan hin

    gga berlari. Sampai akhirnya menjadi cukup dewasa dan memberikan kontribusi bagi perkembangan sector pertambangan di tanah air.   Meski beberapa kali dihadang badai, termasuk gelombang krisis finansial yang melanda negeri ini, kami tetap tegar. Bersama Anda, para pembaca, kami terus bergulat da

    lam suka dan duka.   Ketika para pebisnis tambang tersenyum lantaran harga komoditi tambang di pasar global melambung tinggi, kami pun turut bahagia. Dan saat bisnis tambang terjepit oleh ketatnya regulasi, seperti yang dirasakan beberapa bulan terakhir, hingga memicu gelombang PHK, kami pun tu

    rut bersedih.   Tak terasa, sembilan tahun sudah majalah TAMBANG menemani Anda. Hadir setiap bulan untuk membuka jendela dunia pertambangan, baik di tanah air maupun mancanegara. Berbagai produk telah bergulir, tidak saja majalah reguler, tapi juga edisi khusus yang kami tampilkan pada event-ev

    ent khusus seperti Coaltrans Asia yang dihelat saban tahun. Bahkan kami telah beberapa kali menggelar Indonesia Mining Updates (IMU) secara rutin untuk membahas perkembangan dunia tambang di Indonesia, sekaligus memberikan penghargaan kepada perusahaan dan sosok pimpinan yang berprestasi.   Kam

    i bertekad akan terus mendukung kegiatan-kegiatan besar untuk memulihkan kondisi bisnis tambang yang terpuruk belakangan ini. Tentu semuanya bermuara pada lini bisnis yang kami tekuni, yakni bidang informasi. Karena itu, mulai tahun ini, kami ingin melahirkan beberapa produk baru dalam rangka memper

    kaya khasanah informasi dunia pertambangan. Mulai dari percetakan buku hingga majalah baru di sektor pendukung tambang.   Sembilan tahun bukan jeda waktu yang singkat. Namun Sembilan tahun juga bukan langkah akhir. Justru di tahun kesepuluh, kami akan membuat langkah baru yang lebih bermakna da

    n penuh harapan, bersama Anda, para pembaca yang budiman. Langkah yang akan menyibak kepekatan bisnis tambang di tanah air, dan menuju masa depan yang gemilang.

  • Majalah Tambang - Pelarangan Ekspor : IUP Dibibir Jurang

    GONG XI FA CAI   Pekan terakhir Januari 2014, etnik Tionghoa tengah berpesta. Seperti halnya masyarakat menyambut tahun baru masehi, mereka menyambut tahun baru Imlek dengan kemeriahan. Indonesia pun gegap gempita dengan atraksi Barongsai dan pernak pernik lampion bertabur warna merah menyala.

      Bagi etnik Tionghoa, perayaan Imlek, yang kebetulan tahun ini bertepatan dengan tahun Kuda, menjadi tonggak untuk mulai melangkah. Tak terkecuali dalam berbisnis.   Di awal tahun yang sama, suasana bisnis pertambangan tengah meredup akibat regulasi anyar yang melarang ekspor mineral. Ten

    tu aora negatif tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Nah, filosofi perayaan Imlek sangat pas untuk diadopsi ke bisnis tambang. Daripada bermuram durja, alangkah baiknya mulai melangkah di tengah kesulitan yang menghadang. , selalu ada jalan untuk menerobos kebuntuan.Toh   Terinspirasi

    Imlek pula, kami di majalah TAMBANG mulai melangkah dengan sedikit perubahan di tahun Kuda. Sebagai langkah awal, kami membuka rublik baru, yang sejatinya dulu pernah muncul di majalah kesayangan ini, yakni Rubrik Konsultasi.   Dahulu rubrik Konsultasi kami hadirkan bekerjasama dengan Ditjen M

    inerba Kementerian ESDM, yang diasuh oleh Dr. S. Witoro Soelarno selaku Sekretaris Ditjen Minerba. Setelah tidak lagi mengasuh Rubrik Konsultasi, Bpk. Witoro tetap rajin menjadi kolomnis di Majalah ini.   Vakum dalam waktu beberapa tahun, membuat pembaca TAMBANG kangen dengan Rubrik Konsultasi.

    Maklum, rubrik tersebut menjadi salah satu ajang interaktif, selain surat pembaca. Karena itu, kami memutuskan untuk menghidupkan kembali mulai edisi ini.   Sebagai tema awal, kami mengangkat persoalan hukum yang kerap menjerat pelaku bisnis tambang. Untuk tema hukum ini, kami mempercayakan ke

    pada kepada Wikanto P. Atmanto SH. untuk menjadi pengasuh rubrik. Wikanto adalah di sebuah bank dan kiniSenior Lawyer menjadi senior di sebuah lembaga hukum.lawyer   Ke depan, Rubrik Konsultasi tidak hanya diisi dengan tema hukum. Tidak menutup kemungkinan mengangkat tema-tema lain dengan penga

    suh yang kredibel di bidangnya. Langkah awal ini tentu akan diikuti langkah-langkah perubahan berikutnya, yang telah digodok dalam Rapat Kerja (Raker) majalah TAMBANG di Bandung, akhir Januari lalu.   Salam perubahan. Gong Xi Fa Cai...

  • Majalah Tambang - Hilirisasi Setelah SBY Turun Tangan

    TAHUN BARU SEMANGAT BARU Menurut perhitungan kalender Cina, tahun 2014 merupakan tahun Kuda Kayu. Kuda terkenal dengan sikapnya yang liar. Maka di tahun kuda kayu ini, manfaatkanlah setiap kelebihan untuk bertahan sepanjang tahun ini. Disebutkan dalam yang dipercaya orang-orang Cina, Tahun Kuda shio

    merupakan tahun yang giat dan bersemangat untuk semuanya. Tindakan cepat tanggap akan membantu melewati Tahun Kuda yang penuh dengan kesibukan.   Dalam industri tambang, tahun 2014 diprediksi menjadi titik balik setelah mengalami kejayaan. Dan titik balik itu ditandai dengan ketegasan pemerint

    ah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menerapkan Undang-Undang Minerba yang diluncurkan tahun 2009 silam.   Lima tahun dianggap waktu yang cukup untuk menyiapkan pabrik pengolahan. Karena itu, per 12 Januari 2014, pengusaha tambang tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah mineral. Mereka h

    arus mengolah hasil tambangnya agar didapat nilai tambah yang selama ini banyak dinikmati oleh negara lain.   Berbagai reaksi datang dari para pelaku usaha. Ada yang menanggapinya dengan kalem, karena jauh-jauh hari sudah mempersiapkan atau pabrik pengolahan. Namun tak sedikit pula smelter yang

    galau dan bersungut-sungut.   Meski akhirnya presiden merespon dengan meminta Yusril Ihza Mahendra, mantan Menteri Kehakiman yang juga pengacara itu, mencari celah agar pengusaha tambang mineral tetap bisa ekspor. gongToh hilirisasi kadung ditabuh. Gaungnya menggetarkan pasar global di seluruh

    sudut dunia, lantaran Indonesia dikenal sebagai pemasok utama mineral di pasar internasional.   Sesuai hukum pasar, setiap perubahan akan menemukan keseimbangan. Nah, daripada waktu habis untuk merengek agar pemerintah melonggarkan ekspor mineral, lebih baik jika para pengusaha tambang menjala

    ni tahun 2014 dengan semangat kuda: liar, giat dan bersemangat.   Filosofi Kuda Kayu itu barangkali yang menolong semua pihak untuk bertahan sepanjang tahun ini. Sampai pada titik keseimbangan nanti, industri mineral Indonesia menjad semakin kuat dan terbesar dii dunia.   SELAMAT TAHUN BAR

    U... MARI KITA ISI DENGAN SEMANGAT BARU...

  • Majalah Tambang - Gerilya Jenderal Luhut Bidik Inalum

    BANGKIT TAHUN 2013 menjadi titik balik bagi industri pertambangan dan migas (minyak dan gas). Di tahun ini, para pelaku bisnis tambang mengalami tekanan hebat lantaran anjloknya harga jual komoditi tambang. Sementara bisnis migas diguncang oleh gonjang ganjing politik berbau suap.   Seperti dik

    etahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengobok-obok Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas (SKK Migas) untuk memburu para oknum koruptor di bisnis minyak. Akibatnya, lembaga bentukan pemerintah untuk menggantikan BP Migas yang ’dibreidel’ oleh Mahkamah Konstitusi itu

    disodok opini miring dari banyak pihak.   Citra buruk terhadap pengelolaan migas di Indonesia, yang direpresentasikan lewat SKK Migas, tak pelak membuat para pelaku usaha migas tiarap. Hal ini mengakibatkan iklim bisnis dan tata kelola migas di Indonesia diselimuti kabut. Suasana pesimis menghi

    nggapi berbagai pihak.   Suasana muram ini tak boleh dibiarkan. Para pemangku kepentingan di sektor migas harus bahu membahu menuju kebangkitan. Pasalnya, sektor migas termasuk penyumbang utama pundi-pundi negara.   Dalam rangka ikut andil mendorong kebangkitan sektor migas, majalah TAMBAN

    G menggelar beberapa kegiatan yang melibatkan pihak-pihak terkait. Salah satunya adalah (FGD)Focus Group Discution yang diselenggarakan pada pertengahan November lalu di Bimasena Executive Club Hotel Darmawangsa, Jakarta.   Hadir dalam kegiatan tertutup itu antara lain pengamat migas Marwan Bat

    ubara, pakar geopolitik Dirgo W. Purbo, dan politikus Hatta Taliwang. Sedianya, kami mengundang 8 narasumber dari berbagai kalangan untuk memberikan pandangannya di FGD tersebut. Namun narasumber yang berhalangan hadir, tetap kami hubungi dan pandangannya kami gali untuk mendapatkan persfektif lengk

    ap atas peta persoalan di sektor migas.   Hasil FGD yang dimoderatori Direktur majalah TAMBANG,News Iwan Qodar Himawan, itu akan kami sampaikan kepada para penentu kebijakan dan para pebisnis migas, agar menjadi masukan untuk menggodok berbagai kebijakan terkait.   Selain FGD, kami juga be

    rencana menggelar ’Diskusi Publik’ pada bulan Desember nanti untuk untuk mengupas persoalan migas di Indonesia. Diskusi ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi publik, mengingat banyaknya ’penyesatan informasi’ terkait migas, yang kini beredar di masyarakat.   Semoga la

    ngkah kecil kami itu berguna bagi kemajuan industry migas dan tambang di Indonesia. Tahun depan saatnya bangkit dari keterpurukan.   ”SELAMAT TAHUN BARU 2014”   Semoga langkah ke depan menjadi lebih ringan dalam menapaki dunia tambang dan migas, tidak saja di dalam negeri, tapi

    juga di kancah global.

  • Majalah Tambang - Akal-akalan Bikin Smelter

    Doktrin itulah yang merasuk di benak para pewarta foto. Bukan sekedar untuk mendapat pengakuan sebagai jurnalis tulen, tapi para ”Mat Kodak” itu sejatinya merupakan bagian dari para pencatat sejarah. Kiprahnya tak kalah dengan wartawan tulis, bahkan seringkali karya foto jurnalistik mend

    apat apresiasi lebih besar ketimbang karya teks.   Atas pandangan seperti itulah kami mencoba menyajikan nuansa lain pada penerbitan Majalah TAMBANG di bulan November ini.   Bagaimana pun Majalah TAMBANG sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang kiprah industri pertambangan di Indonesia

    . Sudah 100 edisi kami sajikan tiap bulan, dalam format majalah yang kaya dengan berita dan . Kali ini kami ingin memberikan susuatu yangfeature berbeda kepada Anda, para pembaca yang setia. Disamping edisi Majalah TAMBANG ke 1001, kami juga melahirkan edisi khusus Esai Foto bertajuk ”Hamparan

    Asa di Lingkar Tambang”.   Edisi yang penuh dengan sajian foto jurnalistik itu kami kemas, tidak saja indah dipandang mata, tapi juga bermakna. Bahwa dunia tambang tidak melulu begelut dengan pengeboran dan pendulangan mineral dan batu bara, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyar

    akat, terutama di lingkar tambang. Mereka, para penggerak usaha pertambangan, menyadari bahwa masyarakat sekitar tambang adalah aset yang tak terhingga. Karena itu, mereka ingin berkembang bersama masyarakat. Berbagai bentuk kontribusi diberikan kepada masyarakat agar mereka bisa tumbuh bersama. &nb

    sp; ”Pemenuhan kebutuhan ekonomi yang seimbang dengan pemenuhan kebutuhan sosial dan lingkungan hidup merupakan suatu keelokan yang hakiki. Selaras dengan tekad kami agar pelaksanaan pemenuhan kebutuhan generasi sekarang tidak mengganggu generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan haruslah m

    enjaga harmonisasi. Mempererat komunikasi. Meneguhkan kebersamaan satu sama lain.   ” Kalimat yang dikutip dari preambul salah satu tema dalam edisi Esai Foto tersebut mencerminkan bahwa dunia tambang adalah dunia milik kita bersama. Tidak saja dimiliki oleh generasi sekarang, namun juga

    generasi mendatang. Karena itu, sangat elok bila kesadaran untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sudah membudaya.   Tugas kami hanya memotret untuk Anda, para pembaca. Semoga edisi Esai Foto yang melengkapi edisi Majalah TAMBANG ke 1001 di bulan November ini menjadi potret yang berceri

    ta beribu makna. Tentu makna yang positip bagi Indonesia. Selamat menikmati.

  • Majalah Tambang - Monopoli Bursa Timah

    LEBIH dari delapan tahun lalu, Majalah TAMBANG diluncurkan dalam sebuah perhelatan di Libra Ballroom Executive, Jakarta Hilton International, yang kini menjadi Hotel Sultan, pada 10 Maret 2005. Acara itu betul-betul meriah, dihadiri komunitas pertambangan, dari pemerintah, pengamat, praktisi, hingga

    dunia perguruan tinggi. Tanpa terasa, majalah yang tiba di hadapan Anda kali ini adalah edisi ke-100. Banyaknya tamu yang hadir menunjukkan besarnya harapan mereka atas terbitnya majalah ini. Penggagas majalah ini, Ir. Herman Afif Kusumo, adalah seorang penggiat tambang dan energi, sekaligus pengge

    rak masyarakat pertambangan. Sewaktu mengantarkan penerbitan majalah ini ia mengatakan, Majalah TAMBANG diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antara sesama masyarakat pertambangan, maupun antara masyarakat pertambangan dengan sekelilingnya. Ia yakin Majalah TAMBANG mampu menjadi jembatan solusi

    . ”Jembatan solusi”, dua kata itu hingga kini menjadi moto kami. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ketika itu) Purnomo Yusgiantoro, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Jenderal, Luluk Sumiarso, mengharapkan Majalah TAMBANG mampu menjadi sarana komunikasi efektif bagi pemang

    ku kepentingan di bidang pertambangan. Selain itu juga mampu menjadi sumber inspirasi. Peluncuran majalah ini ditutup dengan acara diskusi membahas RUU Mineral dan Batu bara, dengan menghadirkan Sekretaris Direktur Jenderal Geologi dan Sumber Daya Mineral R. Sukhyar, Ketua Komisi VII DPR, Agusman Ef

    fendi, Noke Kiroyan (dari KADIN), serta A. Latief Baky (Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia). Sebagian dari para penggiat dunia pertambangan yang hadir kini sudah pensiun, atau berpindah posisi. Meski demikian, silaturahmi kami dengan para pemuka dunia tambang di Indonesia itu tetap terjag

    a. Kami bangga Majalah TAMBANG mampu menjadi salah satu bagian dalam perkembangan dunia pertambangan di Indonesia. Kami mencoba menghadirkan harapan bagi semua pihak akan kejayaan industry pertambangan Indonesia. Selama delapan tahun, perjalanan suka dan duka telah kami hadapi. Kami berupaya selalu

    hadirkan yang terbaik dan diharapkan masyarakat pertambangan Indonesia.   Salam TAMBANG.

  • Majalah Tambang - Siasat Ditahun Sulit

    DUNIA pertambangan Indonesia seperti tengah meniti buih. Lebih dari setahun ini harga-harga seperti ’tiarap’. Saya masih ingat tatkala di acara buka bersama Ramadhan tahun lalu, seorang pemilik tambang besar batu bara berkata, ”Kita tidak tahu, sampai kapan rendahnya harga ini akan

    terjadi. Yang kami lakukan dewasa ini adalah merevisi anggaran, mengetatkan pengeluaran, serta tidak ada ekspansi baru.” Berbagai kalimat itu terasa simpel dan gampang, namun implikasinya luas. Si perusahaan tambang itu memangkas biaya promosinya. Kegiatan eksplorasi yang tengah berlangsung d

    i Sumatera Selatan, dihentikan. Kenaikan gaji dan perjalanan dinas, diirit. Situasi yang menimpa dunia pertambangan Indonesia sama dengan yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya. Dapat Anda baca di rubrik luar negeri maupun di rubrik laporan utama majalah TAMBANG nomor ini, sejumlah perusahaa

    n tambang dijual demi penghematan biaya. Eksekutif yang dinilai gagal, juga diganti. Sampai kapankah situasi muram ini terjadi? Tak ada yang bisa meramalkan. Dalam dunia yang saling berkait seperti dewasa ini, kemuraman di satu tempat efeknya bisa merembet ke tempat lain. Rontoknya perekonomian Yuna

    ni dengan gampang merembet ke Spanyol. Akhirnya, perekonomian Eropa pun tersundut. Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi Cina, Brazil, Rusia, dan India, ikut terganggu. Dunia tambang Indonesia, yang banyak mendapat limpahan rezeki dari Cina dan India, merasakan akibatnya. Pak Fahmi yang menjadi buruh

    tambang batu bara di Kalimantan Selatan, Pak Irfan pedagang asongan di wilayah tambang pasir besi Lombok Timur, demikian pula Pak Sawal yang menjadi buruh tambang nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara, tentu tak tahu hiruk pikuknya persoalan di luar negeri sana, yang merontokkan dunia tambang di Indon

    esia. Yang ia rasakan, gajinya tak juga naik. Bahkan kegiatan tambang banyak berkurang. Majalah TAMBANG edisi ini memuat kehebohan yang terjadi di dunia tambang, setelah lebih dari setahun harga komoditinya anjlok. Kita berharap ini sekadar siklus, yang segera masuk ke grafik menanjak.   Salam

    TAMBANG.

LOAD MORE