REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook


Imam Al-ghazali - Terampil Bersahabat Dengan Siapa Saja | Penerbit Zaman

Terampil Bersahabat dengan Siapa Saja | Penerbit Zaman

imam al-ghazali

Published by PT Serambi Ilmu Semesta

Category: Religion

Edition : Cetakan I, 2009

Pages : 232

ISBN : 978-979-111-285-7

Published : 18 Aug 2015

Rasulullah saw. bertanya, "Maukah kalian kuberitahu sesuatu yang lebih utama daripada shalat, puasa, dan sedekah?” Mereka menjawab, “Tentu mau.” Beliau bersabda, “Yaitu memperbaiki hubungan dengan sesama." "Tetapi," lanjutnya, “dengan perkataan buruk, semua itu sirna.”Nabi saw. juga menuturkan, "Sedekah paling utama adalah menjalin hubungan baik dengan sesama."Ciri khas apa yang sama-sama dimiliki oleh semua orang sukses? Mereka menguasai seni membina hubungan dengan orang lain. Mereka adalah pribadi yang disenangi, dirindukan, dan membuat orang lain respek dan nyaman berada di dekatnya. Pribadi yang dikaruniai banyak teman setia. Tapi, bagaimana caranya? Berdasarkan inspirasi Al-Quran dan kisah nyata dari kehidupan Rasulullah dan ulama salaf, Imam al-Ghazali mengungkap rahasia sukses mencari, membina, dan membentuk persahabatan dan persaudaraan sejati. Keahlian berurusan dengan orang lain dalam buku ini bukan sekadar berlandaskan kepentingan sesaat, melainkan persahabatan yang melahirkan keuntungan dunia-akhirat. Bukan dengan harta dan tebar pesona, melainkan dengan keluhuran akhlak,  keagungan cinta, dan kedalaman iman.Inilah kado berharga dari ulama besar untuk siapa saja yang ingin hidupnya berharga—mereka yang tak hanya mencari teman yang baik, tapi juga berusaha menjadi teman terbaik di mana saja dan kapan saja.

IDR 3.480,00

RELATED READS

  • Syekh Muzaffer Ozak - Pencerah Matahati | Penerbit Serambi

    Kitab Penuntun Penyempurnaan Iman Ketika seorang perdana menteri menjadi seorang ayah, ia membawa bayi perempuannya kepada sultan. Sang sultan mendekap bayi itu di pangkuannya. Tiba-tiba pangkuan sultan itu basah. Ia menyerahkan sang bayi kembali ke ayahnya, dan berkata dengan nada menggoda, “

    Lihatlah apa yang telah dilakukan oleh putrimu! Sekarang saya harus berganti pakaian.”  Sang sultan memaafkan bayi yang telah mengompol di pangkuannya itu, tetapi jika hal itu dilakukan oleh perdana menteri tersebut, sang sultan tentu saja akan memenggal kepala pria itu. Kita bagaikan ba

    yi yang duduk di pangkuan Tuhan. Kapan pun kita membuat dosa dan kesalahan, hal tersebut bagaikan membasahi pangkuan Tuhan, dan Tuhan terus-menerus mengampuni kita. Namun, setelah kita dewasa, maka kita harus berjuang semampu kita untuk menghindari dosa dan penyelewengan.  Itulah sepenggal tam

    sil dan petuah Syekh Muzaffer tentang salah satu tujuan buku ini: irsyâd— demikian judul aslinya—menuntun kita menumbuhkan kedewasaan spiritual. Banyak hal diulas, dari makna syahadat, nama-nama terindah Allah, lezatnya beribadah, hingga pelbagai kewajiban sosial sehari-hari. Yang

    istimewa adalah kedalaman, daya sentuh, dan gaya ungkapnya. Ia tak hanya menjelaskan, menuntun, tapi juga menghibur.  

  • Ibnu Qayyim Al-jauziyah - Ya Allah, Terima Kasih Doaku Dikabulkan

    Allah menganjurkan kita berdoa dan berjanji akan memperkenankannya (al-Mu’min [40]: 60). Tetapi, kenyataannya tidak semua yang kita minta diperkenankan Allah. Ada permohonan yang telah bertahun-tahun kita panjatkan, baru dikabulkan; dan ada pula doa yang tak pernah terkabulkan, sampai seseoran

    g meninggal dunia. Sebaliknya, ada doa yang hanya sebentar kita mohonkan, lalu dikabulkan.  Apa yang menyebabkan doa itu diperkenankan dan apa pula yang menyebabkannya ditolak? Ulama klasik terkemuka, Ibn Qayyim al-Jauziyah, hadir membantu kita menjawab rahasianya, mengungkap kekuatan doa sebag

    ai penyembuh lahir dan batin, penolak bala, dan pengubah takdir. Yang terpenting, ia menuntun kita agar bisa menemukan kenikmatan berdoa seperti diajarkan Rasulullah saw. Di bagian kedua Anda disuguhi rangkaian doa dan zikir yang diamalkan Nabi sehari-hari, lengkap dengan arti, kapan, dan cara bacan

    ya. Selain jadi mudah dilafalkan, Anda mengerti maknanya yang menggugah dan konteksnya yang menggerakkan. Sebuah kado kecil tapi istimewa bagi setiap muslim.

  • Ibnu Qayyim Al-jauziyah - Ya Allah, Kenapa Aku Diuji

    Rahasia mahapenting untuk menyikapi kenyataan dan menjemput pertolongan Allah KENAPA AKU DIUJI?KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG KUIDAM-IDAMKAN?KENAPA UJIAN SEBERAT INI? AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?Pernahkah Anda mendengar

    orang merintih, “Ya Allah, apa dosaku hingga Engkau melakukan ini kepadaku?!”Ada pula yang bertanya: “Kenapa orang baik-baik kadang hidupnya sengsara dan orang bejat malah bergelimang nikmat?”Hidup memang tidak selalu mudah untuk dilalui.  Tetapi, para nabi dan orang-ora

    ng arif telah memberi contoh bahwa mereka bisa menghadapi hidup dan melewati kesulitannya dengan sebaik-baiknya. Apa rahasia kesuksesan mereka?  Apa yang kita perlukan agar lulus dalam setiap ujian dan cobaan hidup?Menurut Al-Quran, cobaan berlaku kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja

    (QS 29: 1-3). Tak ada tempat di dunia ini yang  bisa melindungi kita dari cobaan hidup. Allah Maha Melihat dan Maha Memberikan pelajaran. Cobaan hidup juga merupakan salah satu cara mempersiapkan kita menerima kenikmatan yang jauh lebih besar. Kesadaran inilah yang mengubah peristiwa paling me

    nyakitkan sekalipun menjadi momen emas pembelajaran.Bagian kedua buku ini menyuguhkan KAMUS BAHAGIA—30 rahasia hidup lebih nyaman, tenteram, dan damai  dari Dr. Al-Qarni. Penulis La Tahzan ini membantu kita menyarikan dari puluhan buku tentang kebahagiaan.  Buku ini laksana ranting p

    ohon kemangi—tutur beliau--ringan dibawa, harum semerbak, bisa diletakkan di laci meja atau di samping bantal. Layaknya kamus, ia bisa dirujuk kapan saja dan di mana saja.

  • Al-harits Al-muhasibi - Mencapai Makrifat

    Menjelajah nafs sampai ujung, menapak makrifat sampai puncak, dan menghampar nasihat sampai tepi. sebuah metode mengendalikan nafs, mereguk keindahan bermakrifat, dan membesut nikmat nasihat .... Tiada hari tanpa ibadah. Tapi, sejauh mana kita mengenal Tuhan-Sang-Muara segala ibadah itu? Bagaimana

    mungkin kita mendekatkan diri kepada Allah tanpa mengenal-Nya?   Memancar dari kedalaman makrifat seorang psikolog-sufi klasik, Mencapai Makrifat memandu kita mengenal Allah?awal mula perjalanan seorang beriman sekaligus fondasi seluruh ibadah. ?Ibadah tanpa makrifat, sungguh tak bermakna,

    ? tutur al-Muh?sib?.    Namun, mencapai makrifat tidaklah mudah. Perjalanan kita kerap gagal oleh ulah musuh tak kenal lelah: nafsu (dari dalam) dan setan (dari luar). Dan, amal-amal baik kita pun berguguran sia-sia. Al-Muh?sib? hadir mengajak kita untuk benar-benar mengenal keduanya.

    Dengan mengetahui seluk-beluk nafsu, kita bisa mengawasi dan mengendalikan gerak-geriknya sekaligus menutup pintu masuk setan. Daya goda setan hanya ampuh saat kita terseret nafsu. Bila nafsu terkontrol, kekuatan setan pun protol. Buahnya: beramal semata karena dan untuk Allah Swt.   Al-Muh

    ?sib? juga mengulas hakikat akal sebagai alat meraih makrifat dan cara menggunakannya agar tak tersesat. Akhirnya, buku ini diparipurnai dengat nasihat penyehat jiwa dan penerang hati. Selamat menikmati.  

LOAD MORE