REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook

Harian Nasional

  • Harian Nasional - 13-14 Agustus 2016 | Srikandi Dari Jalanan | Harian Nasional

    Menekuni pekerjaan apa pun, asalkan halal, pasti bisa membantu menjalani kehidupan. Begitu prinsip yang dipegang Enah Maemunah.  Orangtua tunggal dari lima anak itu telah malang melintang melewati aspal Jakarta. Tak peduli panas atau hujan, Enah serius Menjejak profesi sebagai sopir ojek online

    . Ihwal alasan  menggeluti Pekerjaan yang lebih didominasi kaum adam, Enah menjawab enteng, “demi mem bantu Ekonomi keluarga.” Harapan rezeki datang dari jalanan juga ditambatkan Sri Suprihantini. Sedari 2007, perempuan 43 tahun itu mengemudikan bus  TransJakarta, meski hingga

    larut malam.  

  • Harian Nasional - 12 Agustus 2016 | Indonesia Krisis Petani | Harian Nasional

  • Harian Nasional - 11 Agustus 2016 | Oh Nasibmu Rio | Harian Nasional

  • Harian Nasional - 10 Agustus 2016 | Full-Day School  TAK COCOK DI DESA | Harian Nasional

  • Harian Nasional - 09 Agustus 2016 | Komitmen Pemda Masih Minim | Harian Nasional

  • Harian Nasional - 08 Agustus 2016 | MEDALI PERTAMA INDONESIA | Harian Nasional

  • Harian Nasional - 06-07 Agustus 2016 | Mimpi Anak Beji | Harian Nasional

    Tak ada tembok yang mampu menghalangi mimpi. Maka, Seperti yang di tulis Andrea Hirata dalam Sang Pemimpi, “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mim pimimpi itu.”   Tapi usai bermimpi, jangan lupa untuk kembali men jejak bumi. Bagi Alkemis  Paulo Coelho, hanya terdapat satu h

    al yang membuat mimpi tak mungkin tercapai, rasa takut akan kegagalan.   Di antara roman kehidupan, ada banyak bukti bahwa mimpi tak sekadar bunga tidur. Bermimpi, alhasil, bisa dinikmati tanpa harus tertidur. Kisah Prayogo Anggi Maulana Bisa jadi panutan. Meski baru Berusia 15 tahun, ia berhas

    il menorehkan prestasi dunia.

  • Harian Nasional - 05 Agustus 2016 | Anggaran Dipangkas Rp 133,8 T | Harian Nasional

    AKTIVITAS YANG DIANGGAP  TIDAK MENUNJANG PROGRAM  MENJADI PRIORITAS. Pemerintah akan melakukan pemangkasan anggaran belanja negara  tahap kedua sebesar Rp 133,8 triliun. Pemangkasan khusus untuk aktivitas kementerian yang dianggap tidak benar-benar menunjang program prioritas.  

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pengurangan belanja untuk kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp 65 triliun. Transfer dana ke daerah dipangkas Rp68,8 triliun.   “Pengurangan untuk  aktivitas yang dianggap tidak prioritas,terutama berkaitan perjalanan dinas, kegi

    atan konsinyering, persiapan, dan bahkan  belanja pembangunan gedung pemerintah Yang belum dianggap prioritas saat ini,” katanya di Jakarta, Kamis (4/8).

  • Harian Nasional - 04 Agustus 2016 | DPRD Belum Dukung Demokrasi | Harian Nasional

    INDEKS DEMOKRASI INDONESIA PADA 2015 MASIH DI KATEGORI SEDANG.   Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada 2015, menukil data Badan Pusat Statistik (BPS), sekadar mencapai 72,82 dalam skala indeks 0-100. Angka tersebut tak beranjak dibandingkan torehan IDI pada 2014, yakni 73,04 atau Masuk kategori

    sedang.   Dari beragam komponen penilaian, BPS menilai kinerja Dewan Perwakilan Daerah belum mendukung pelaksanaan demokrasi. “Kerja DPRD (dalam mendukung demokrasi) masih rendah,” kata Perwakilan Dewan Ahli IDI Maswadi Rauf Di Jakarta, Rabu (3/8).  

  • Harian Nasional - 03 Agustus 2016 | Operasi Bersama Bisa Dimulai | Harian Nasional

    Pertemuan trilateral ke-3 membahas pengamanan wilayah maritim  Indonesia, Filipina, dan Malaysia ditutup. Tiga Menteri Pertahanan (Menhan) dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina bertemu dalam forum The 3d Trilateral Defence Ministers Meeting Di Nusa Dua, Bali, pada 1-2 Agustus 2016. Mereka memb

    ahas langkah-langkah Pengamanan wilayah maritime di Laut Sulu, Filipina. Forum itu dihadiri Menhan RI Ryamizard Ryacudu,  Menhan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein, dan Menhan Filipina Delfin N  Lorenzana. Ryamizard mengatakan, pertemuan itu kelanjutan pertemuan yang telah

    diadakan di Laos Yaitu forum ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) pada Mei 2016 dan pertemuan Kedua di Filipina pada Juni 2016. “Pada pertemuan di Bali kali ini, kami membahas langkah-langkah implementasi kesepakatan yang dihasilkan pada dua pertemuan sebelumnya,” katanya dalam rilis y

    ang diterima HARIAN  NASIONAL di Jakarta, Selasa (2/8).

  • Harian Nasional - 2 Agustus 2016 | PT Harus Perbaiki Diri | Harian Nasional

    PEMERINTAH TAK SEGAN MENUTUP YANG BERKUALITAS  KURANG DARI KETENTUAN. Perguruan tinggi (PT) harus terus memperbaiki Diri dan mengejar kualitas bila tak mau kehilangan kepercayaan masyarakat. Masyarakat lebih kritis dan mudah mengakses informasi dibanding beberapa tahun lalu. Direktur Penjaminan

    MutuKementerian Riset Teknologi danPendidikan Tinggi (KemenristekDikti) Aris Junaidi mengatakanmasih ada waktu hingga 2019bagi PT yang belum  terakreditasi.“Kami tak segan menutup PT yang kualitasnya kurang dari ketentuan pemerintah,” tuturnya,Senin (1/8). JAKARTA (HN)

  • Harian Nasional - 1 Agustus 2016 | Hanya 26 PT Terakreditasi A | Harian Nasional

    Kesadaran terhadap budaya mutu masih minim. Hanya 26 dari 169 perguruan tinggi (PT) di Indonesia terakreditasi A. Nilai B diperoleh 69 PT, 74 PT mendapat Nilai C. Sebanyak 4.110 PT bahkan belum Memperbarui akreditasi. Besarnya disparitas mutu pendidikan juga ditunjukkan dalam jumlah program studi (p

    rodi) yang mendapat nilai akreditasi sempurna. Laporan Forlap Dikti per Desember 2015 menyatakan, Hanya 1.785 prodi Yang mendapat nilai A dan 7.685 skor B. Sebanyak 9.577 prodi hanya Memperoleh nilai C, 2.610 lainnya belum menjalani akreditasi. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kement

    erian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Intan Ahmad mengatakan perbedaan mutu antara PT dan prodi harus Diatasi karena  berdampak pada kualitas lulusan. Mutu yang rendah mengakibatkan alumni tak bisa menjawab tantangan. “Kesempatan lulusan makin minim bila mengin

    gat persaingan global saat ini,” katanya.        

  • Harian Nasional - 28 Juli 2016 | Perombakan Kedua Kabinet Kerja | Harian Nasional

    Kabinet Kerja kembali berganti muka. Sembilan wajah baru hadir mengemban amanah, lima di antaranya berasal dari partai politik, sisanya berlatar belakang profesional, termasuk perwakilan organisasi keagamaan. Asman Abnur yang menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mi

    salnya, merupakan representasi PAN. Lalu ada Menteri Perindustrian AirLangga Hartarto yang menjadi kader Golkar. Menteri Perdagangan Eng gartiasto Lukita  merupakan pimpinan Partai NasDem.  Wiranto,yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum,dan Keamanan, Sampai saat ini masih

    berstatus Ketua Umum Hanura.  

  • Harian Nasional - 27 Juli 2016 | Dermaga Wijayapura Disterilkan | Harian Nasional

    Eksekusi mati gelombang ketiga  kemungkinan digelar pada Sabtu (30/7) malam Proses eksekusi sejumlah terpidana mati kasus nakotika di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kian dekat. Bahkan mulai pagi hari ini, lokasi sekitar Dermaga Wijayapura Disterilkan dan polisi yang dikerahkan seban

    yak 1.500 personel untuk pengamanan eksekusi. Sejumlah perwakilan kedutaan besar negara sahabat dan keluarga kemarin berada di Nusakambangan serta diberitahu, para terpidana mati sudah memasuki sel isolasi. “Sudah dilakukan notifikasi ke kedutaan. Berapa negaranya, belum tahu. Waktunya sudah s

    emakin dekat, tapi persiapan kami belum final. Persiapan Tak bisa dipersentase. karena kurang selembar surat saja, kurang,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung Muhammad Rum di Jakarta, Selasa(26/7). JAKARTA (HN)

  • Harian Nasional - 26 Juli 2016 | 21 Korban Terus Dicari | Harian Nasional

    Hingga Senin (25/7) malam, enam jenazah  korban kapal tenggelam di Malaysia teridenti?kasi. JAKARTA (HN) Kementerian Luar Negeri RI bekerja Sama dengan tim Disaster VictimIden Tification (DVI) Polri Mengantisipasi kebutuhan proses identifikasi, seturut kesulitan timSAR mengidentifikasi korban k

    apal karam di perairan Pantai BatuLayar, Kota Tinggi, Malaysia. “Tim SAR kesulitan mengidentifikasi karena kondisi korban setelah tenggelam. Selain itu, tanda Pengenal yang dapat menjadi rujukan identitas korban, sangat minim,” kata Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemen terianLuar Neg

    eri Muhammad Iqbal diJakarta, Senin (25/7). Menurut dia, kesulitan se pertiini pernah dialami dalam peristiwa serupa. Sejak 2013, tujuh kali peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut imigran illegal asal Indonesia melalui jalur tak resmi, terjadi dan menelan 152 orang meninggal dunia serta hilang.

  • Harian Nasional - 25 Juli 2016 | Kapal Imigran Indonesia Tenggelam | Harian Nasional

    Delapan jenazah ditemukan di Pantai Batu Layar, Kota Tinggi, Malaysia. Tragedi kapal pengangkut imigran illegal asal Indonesia di Malaysia kembali terjadi. Pada sabtu (23/7) sekitar pukul 21:45 waktu setempat, sebuah kapal yang memuat sekitar 62 WNI tenggelam di perairan Pantai Batu Layar, Kota Ting

    gi, Malaysia. “Mereka hendak menuju Batam. Hingga pukul 07:04 waktu setempat (kemarin), delapan jenazah diketemukan dan 34 lainnya berhasil diselamatkan.” Kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Lalu Muhammad Iqbal di Jakarta, Minggu (24/7)

  • Label Free Harian Nasional - 22 Juli 2016 | Opsi Damai Lewat Perantara | Harian Nasional

    Opsi pembebasan 10 warga Negara Indonesia Yang disandera kelompok Abu Sayyaf melalui jalur damai masih sulit dilakukan, imbas serangan yang dilakukan militer Filipina. Alhasil, Pemerintah Indonesia belum bisa mengirimkan negosiator atau diplomat untuk mendekat. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hu

    kum, dan Ke amanan Luhut Binsar Pandjaitan memastikan akan tetap mengutamakan jalur damai dalam upaya pembebasan. Saat ini, pemerintah Indonesia coba meminta bantuan sejumlah pihak untuk berperan sebagai negoisator. Salah satu Nama negosiator yang mencuat yakni Nur Misuari—mantan Pimpinan Fron

    t Pembebasan Nasional Moro.

  • Label Free Harian Nasional - 16 MEI 2016 | MEKANISME LAPORAN KUNKER DIUBAH | HARIAN NASIONAL

    Dugaan kunjungan Kerja (kunker) fiktif anggota dewan membuat parlemenbergerak. Mengantisipasi Potensikerugian Negara meluas, BadanUrusan Rumah Tangga (BURT)DPR berencana mengubah mekanisme laporan kunker. Sesuai Tata Tertib DPR, hasilkunjungan kerja anggota dewansekadar dilaporkan secara tertulis Ke

    pada masing-masing fraksi.Ke depan, BURT berencana menjadikan mekanisme laporan langsung diserahkan kepada Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR. Wakil Ketua BURT DPR  DimyatiNatakusumah  mengata kan, polalaporan yang diberikan sekadarkepada fraksi membuat potensifiktif terus terbuka, termasuk

    memerlukan waktu lama. JAKARTA (HN)  

  • Label Free Harian Nasional - 14-15 MEI 2016 | MENGUBAH EROTIS MENJADI PRESTASI | HARIAN NASIONAL

      Mulanya, tari perut atau  belly dance–tarian ala Timur Tengah–disajikan oleh satu penari. Kesenian ini  biasanya dilakukan di  tengah perayaan, seperti pesta pernikahan, panen raya, atau usai persalinan. Lamat-lamat, Tarian menjadi tradisi. Pada abad ke-20, seturut

    percampuran budaya yang terjadi di Timur Tengah, imbas masuknya pengaruh Eropa, makna Tarian berubah. Seiring Kehadiran kelab malam, membuat para lelaki “hidung belang”, termasuk jamuan untuk petinggi kerajaan, belly dance dimanfaatkan menjadi hiburan pemuas syahwat. Tak heran,

    para pelaku kesenian berbalut busana seksi, juga menonjolkan gerakan erotis. Alhasil, tradisi Perayaan berubah makna. Kesan di tengah masyarakat pun berganti. Cibiran negatif, juga olokan terhadap sang penari, menjadi langgam yang sampai saat ini belum bisa dihilangkan.      

  • Label Free Harian Nasional - 11 MEI 2016 | PEMBEKUAN PSSI DICABUT TANPA SYARAT | HARIAN NASIONAL

    Pemerintah diingatkan agar bertindak sekadar  sebagai fasilitator tanpa harus intervensi. Konflik menahun Antara Persatuan SepakBola Seluruh Indonesia (PSSI)dan pemerintah, berujung pembekuan PSSI, berakhir. Kemarin,Menteri Pemuda dan OlahragaImam Nahrawi mencabut SuratKeputusan Nomor 01307 ten

    tangPembekuan PSSI.   “Saya cabut surat yang pernah kami keluarkan,” kata Imam kepada HARIAN NASIONAL diJakarta, Selasa (10/5). Me nurutdia, pencabutan dilakukan untuk Menghormati keputusanMahkamah Agung, Termasukkomitmen FIFA Seperti dalamsurat yang disampaikan kepadaMenteri Sekret

    aris Negara.  

  • Label Free Harian Nasional - 21/05/15 | Waspadai Agen Umrah Nakal | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 20/05/15 | Kinerja DPR Tak Memuaskan | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 07/05/15 | Polri Pastikan Gandeng KPK | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 06 Mei 2015 | Kasus Penjualan Kondensat Diusut | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 05 Mei 2015 | Ujian Nasional SMP Bermasalah | Harian Nasional

    BERITA UTAMA Ujian Nasional SMP Bermasalah Vihara Phuntsok Choeling Disisir POLHUKAM Pemerintah Siap Ambil Langkah Intervensi Polri Digugat KESRA Keppres Haji Segera Diteken OPINI Menanti Kejujuran Proses UN EKONOMI Pedagang Dituding Mainkan Harga Beras Produksi Jagung rendah Kenaikan BBM Picu I

    nflasi McD akan Jual 3.500 Restoran NUSNATARA Pembangunan LRT Terhambat Investor Ratusan Siswa SMP Absen UN Travel Umrah Dilarang Bawa TKI GLOBAL Konflik Yaman - Sejumlah Bandara Digempur Koalisi SPORTS DUA KUTUB MAGNET , JUVE VS MADRID GELORA WARRIORS “TIADA LIGA, SAMA SAJA BUNUH KAMI&rdqu

    o; LIFE STYLE TERRARIUM KEBUN KECIL DALAM KACA RUMAH BARU HABITAT TANAMAN CANTIK ANGGUN KEBAYA BELUDRU

  • Label Free Harian Nasional - 29 April 2015 | DIPLOMASI RI TETAP DIRAWAT | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 23 April 2015 | BIAYA HAJI 2015 TURUN | Harian Nasional

    Penurunan biaya penyelenggaraan ibadah haji dipastikan tak memengaruhi kualitas pelayanan. Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 2015 mengalami penurunan. Hasil kesepakatan pemerintah bersama DPR, nilai penurunan mencapai US$ 502 per jamaah. Tahun lalu, BPIH yang ditetapkan sebesar US$ 3.219. Kini men

    jadi US$ 2.717. Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay yakin penurunan Tersebut akan membantu jamaah calon haji asal IndoNesia untuk melunasi kekurangan setoran BPIH. “Tadi malam (Selasa 21 April) dicapai kesepakatan bahwa BPIH tahun ini menjadi US$ 2.717, turun US$ 502,” Tuturnya

    di Jakarta, Rabu (22/4). JAKARTA (HN)

  • Label Free Harian Nasional - 14 April 2015 | Anggaran Aneh DPR Rp 220 Miliar | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 13 April 2015 | 90 WNI Tembus Pelabuhan Aden | Harian Nasional

  • Label Free Harian Nasional - 11 April 20115 | Suryadharma: Ini Tidak Adil | Harian Nasional

LOAD MORE