REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook

ENERGY & MINING

  • Majalah Tambang - Nasib Listrik 35.000 MW Setelah Kabinet Dibongkar

    GELORA KEMERDEKAAN Saat pidato pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila, Bung Karno, yang kemudian menjadi presiden pertama Republik Indonesia, mengungkapkan pertanyaan retoris, ”Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua

    rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?” Pidato itu disampaikan Bung Karno di depan para tokoh anggota Doku- ritsu Junbi Cosakai, atau kita kenal sebagai Badan Penyelidik Usah

    a Persiapan Kemerdekaan Indonesia, di gedung Chuo Sangi In, kini disebut Gedung Pancasila, di Jalan Pejambon, Jakarta.   Dua bulan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Indonesia diniatkan oleh para pendiri bangsa sebagai negara yang bercita-cita mewujudkan kesejahteraan rakyat. D

    alam konteks pengelolaan sumber daya alam (SDA), cita-cita itu dieksplisitkan dalam pasal 33 ayat 3 UUD1945, yang menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.   Tahun ini Indonesia merayakan hari kemerdekaan yang ke-71. Rentang ma

    sa yang tidak bisa dibilang singkat. Namun harus diakui, cita-cita rakyat yang sejahtera masih tetap diperjuangkan. Contoh paling nyata, saat ini masih banyak rakyat di pelosok yang belum menikmati penerangan listrik. Mereka masih hidup dengan lampu teplok. Listrik masih menjadi barang mewah.  

    Oleh karenanya sudah tepat jika saat ini pemerintah menempatkan sektor ketenagalistrikan sebagai salah satu prioritas. Meski masih banyak masalah yang menghantui dan banyak kendala yang dihadapi megaproyek 35.000 MW, program ini harus berjalan. Bila tak ada beras, warga bisa mendapatkan gantinya de

    ngan bahan pokok lain. Tetapi bila listrik tak ada, saat ini belum ada gantinya.   Alangkah sayangnya bila program yang penting ini sampai terganggu, hanya karena adanya masalah internal di pengambil keputusan. Memang inilah Indonesia: di usianya yang ke-71, koordinasi antar-lembaga kadang- kad

    ang masih sebatas wacana. Semoga adanya hambatan ini merupakan sebuah ujian, yang akan membuatIndonesia makin maju. Dirgahayu Indonesia.

  • Majalah Tambang - Pasar Baru Batu Bara Indonesia

    Harga komoditi tambang selalu terkait erat dengan jumlah pasokan dan permintaan. Ketika permintaan meningkat biasanya harga ikut menguat. Selama ini batu bara Indonesia sebagian besar diserap oleh Cina dan India. Namun dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi batu bara Cina mulai menurun. Kebijakan P

    emerintah Cina untuk mengurangi konsumsi batu bara, dan meningkatkan kontribusi energi ramah lingkungan, membuat pasar ekspor Indonesia sedikit terganggu. Sementara India, meski konsumsi batu bara masih dalam trend meningkat, namun ada ancaman bagi para pemasok dari luar. Pemerintahan sekarang mulai

    memprioritaskan batu bara domestik, demi menghemat devisa. Akibatnya, peningkatan konsumsi lebih banyak dicukupi oleh batu bara produksi lokal. Indonesia, yang selama ini juga mengandalkan India sebagai pasar batu baranya, pantas untuk dag-digdug. Namun ada berita menggembirakan ketika beberapa neg

    ara seperti Pakistan dan Bangladesh mulai memburu batu bara dari Indonesia. Konsumsi batu bara beberapa negara ASEAN, seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina, juga menunjukkan peningkatan. Tinggal bagaimana perusahaan tambang Indonesia memanfaatkan potensi yang ada. Di tempat lain pelaku usaha perta

    mbangan juga sedang menunggu bagaimana Kementerian ESDM menerjemahkan amanat Presiden Joko Widodo terkait moratorium izin tambang. Banyak kalangan menilai saat ini, ketika harga komoditi tambang sedang anjlok, menjadi waktu yang tepat untuk menata pertambangan. Moratorium saja tidak cukup. Harus ada

    langkah tegas pemerintah dalam menertibkan izin yang ada. Dengan itu moratorium baru memberi dampak positif lebih besar bagi dunia pertambangan Indonesia. Untuk itulah Majalah TAMBANG menyelenggarakan diskusi dengan tema Moratorium dan Masa Depan Kegiatan Usaha Tambang. Dari diskusi ini, kita bisa

    mengetahui seperti apa konsep pemerintah dalam hal moratorium izin pertambangan. Selamat membaca.

  • Majalah Tambang - KIAT SELAMAT KONTRAKTOR TAMBANG

    EFISIENSI MENJADI KATA KUNCI Sampai sekarang ini sektor pertambangan belum menunjukkan tanda perbaikan. Harga hampir semua komoditi tambang termasuk batu bara masih rendah dan belum ada tanda-tanda bakal naik. Ini terekam dalam seminar yang diadakan Majalah TAMBANG dengan tema ”Menangkap Pelua

    ng Sektor Minerba di 2016”, 16 Maret lalu. Dalam kondisi seperti ini seluruh perusahaan yang masih beroperasi terus mengikatkan ikat pinggang. Atas nama efisiensi, perusahaan tambang menyisir setiap pos pengeluaran yang bisa dihemat. Ini juga yang dilakukan perusahaan jasa kontraktor tambang.

    Pengetatan anggaran dilakukan agar mereka tetap beroperasi tanpa mengganggu produktivitas. Ini diulas secara mendalam di rubrik ”Laporan Utama” yang hadir di hadapan Anda kali ini. Di sisi lain, sektor ekstraksi sumber daya alam ini masih menarik buat beberapa pengusaha papan atas. Ini t

    erlihat dari langkah pemilik Djarum yang masuk dan menguasai 18% saham salah satu perusahaan tambang emas G-Resources. Pengusaha minyak sekaligus pemilik PT Medco Energi, Arifin Panigoro, bersama konsorsium juga serius membeli saham PT Newmont Nusa Tenggara, salah satu perusahaan tambang emas dan te

    mbaga terbesar di Indonesia. Setidaknya ke depan sektor ini masih memberi harapan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Dalam edisi kali ini Majalah TAMBANG juga mengangkat isu seputar pemanfaatan kandungan lokal di sektor pertambangan. Harus diakui sejauh ini secara prosentase terbilang masih ke

    cil karena berbagai faktor. Namun jika ingin menghidupkan industri dalam negeri, pemanfaatan kandungan lokal di sektor tambang harus ditingkatkan. Di sisi lain, perusahaan nasional pembuat peralatan dan suku cadang juga harus meningkatkan kualitas dan kuantitasnya. Dengan kerjasama erat dari dua sis

    i, yakni pemakai dan pemasok komponen, industri pertambangan Indonesia akan tetap berkembang, meski yang lain sulit bernapas. Selamat membaca.

  • Majalah Tambang - PERSEKUTUAN BUMN TAMBANG

    TATA KELOLA SEKTOR PERTAMBANGAN 2016 Sepanjang 2015, sektor pertambangan masih diselimuti kegelapan. Tantangan merosotnya harga komoditas dan sejumlah regulasi membuat kinerja usahanya terus turun. Tidak hanya berdampak pada pelaku usaha, tapi juga pada penerimaan negara dari sector pertambangan. Se

    bagaimana yang disampaikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) periode 2015 dari sektor pertambangan hanya mencapai Rp 29,63 triliun, hanya sekitar 56% dari target.   Merosotnya harga komoditas batu bara cukup membuat pemerintah wasp

    ada. Pasalnya realisasi produksi batu bara nasional sepanjang 2015 hanya 383 juta ton, angka ini jauh dari target yang telah ditentukan yakni sebesar 425 juta ton.   Memasuki 2016 ini, sepertinya pemerintah tidak mau gegabah memutuskan target produksi batu bara nasional. Hingga pertengahan Febu

    ari 2016, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum menentukan target produksi batu bara nasional untuk 2016. Rendahnya permintaan dunia dan tren penurunan harga membuat Kementerian ESDM berhati-hati.   Pembahasan dan penyusunan rencana kerja anggaran dan belanja (RKAB) yang saat ini ten

    gah bergulir, kelihatannya berlangsung agak alot. Banyak pelaku usaha tambang batu bara yang menghitung ulang rencananya menggenjot produksi di tahun ini. Di sisi lain, Kementerian ESDM harus meningkatkan pendapatan dari sektor tambang.   Solusi untuk mengalihkan penjualan batu bara ke dalam ne

    geri dengan mengandalkan mega proyek 35.000 M juga belum membuahkan hasil.W Beragam tantangan dan hambatan untuk merealisasikan proyek pembangunan pembangkit kelistrikan nasional ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.   Berbeda dengan batu bara, nampaknya  di 2016 ini

    pengusaha tambang mineral memiliki harapan lebih bagus. Kementerian ESDM baru saja mengeluarkan surat sakti bernama Peraturan Menteri.”” Nomor 5 Tahun 2016 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian.

      Di situ disebutkan, apabila kemajuan pembangunan smelter tidak mencapai 60% dari target yang dihitung secara kumulatif, perpanjangan rekomendasi diberikan dengan tingkat kemajuan pembangunan smelter dinilai sama dengan capaian pada periode sebelumnya. Aturan baru ini menggantikan Peraturan M

    enteri Nomor 11 Tahun 2014 era Menteri ESDM Jero Wacik  yang menerapkan syarat ketat perpanjangan izin ekspor diberikan apabila kemajuan pembangunan smelter mencapai 60% dari rencana kerja per enam bulan.   Walaupun demikian, surat sakti berbentuk Permen No 5 Tahun 2016 ini, rupanya masih

    belum dapat menyelamatkan pelaku usaha tambang mineral lainnya, seperti bauksit dan nikel. Lantaran syarat ekspor konsentrat dalam aturan tersebut menghitung kadar minimum dengan batasan kandungan metalnya. Mau tidak mau komoditas mineral logam timah, nikel, bauksit, emas, perak, dan kromium hanya d

    apat dijual ke luar negeri setelah dimurnikan.   Rupanya, Permen sakti ini juga berdampak pada target pembangunan industri pengolahan dan pemurnian di dalam negeri. Beberapa media di luar negeri menilai Indonesia melakukan langkah mundur di bidang industri pengolahan. Meski demikian, ada juga y

    ang mendukung kebijakan baru yang memberi kelonggaran ekspor mineral itu   Lalu bagaimana tata kelola kegiatan usaha tambang nasional di masa depan? Bagaimana nasib pelaku usaha tambang dalam menghadapi sejumlah tantangan ini? Apakah realisasi pembangunan industri pengolahan dan pemurnian nasio

    nal akan terhambat?   Guna mengetahui hal tersebut, Majalah TAMBANG akan menggelar acara Indonesia Mining Outlook 2016 yang akan mengupas tuntas soal nasib kegiatan usaha sektor pertambangan nasional dari hulu hingga hilir, Maret ini. Kami mengundang partisipasi Anda.

  • Majalah Tambang - BADAI BATUBARA BELUM BERLALU | MAJALAH TAMBANG

    TAHUN-TAHUN PENUH TANTANGAN Pesta kembang api di berbagai pelosok dunia menandai pergantian tahun. Tahun 2015 yang penuh tantangan telah usai dan 2016 kita jelang bersama. Bagi pelaku usaha pertambangan baik mineral maupun batu bara, tahun 2015 menjadi tahun penuh ujian. Di sektor mineral perusahaan

    tambang berjuang membangun pabrik pengolahan dan pemurnian. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, perusahaan kesulitan mendapat pendanaan untuk melanjutkan pembangun smelter. Harga komoditi yang turun turut menentukan keekonomian pembangunan . Akibatnya ada perusahaan tambang yang harus

    smelter menghentikan pembangunan -nya.smelter   Di tempat lain, sektor batu bara juga tidak lebih baik. Harga batubara yang terus melemah tahun ini telah membuat beberapa perusahaan tambang gulung tikar. Perusahaan tambang skala menengah dan besar masih bisa bertahan, namun dengan upaya efisien

    si yang sangat besar. Kali ini harapan pelaku usaha pertambangan batu bara bertumpu pada pasar domestik, khususnya proyek listrik. Namun tantangan datang dari gerakan untuk menekan emisi karbon.   Kondisi dunia pertambangan lesu ini kemudian berimbas pada bisnis jasa pendukung mulai dari alat b

    erat sampai servis lainnya. Tidak hanya itu ancaman PHK di dunia pertambangan pun semakin besar. Bagaimana dengan tahun 2016? Situasi di tahun 2016 oleh banyak pihak tidak banyak berubah dibanding tahun 2015. Ketidakpasitan kondisi ekonomi dan pelemahan harga komoditi diyakini masih berlanjut. Ini m

    enjadi tantangan terbesar pelaku usaha di sector pertambangan di tahun ini. Perusahaan terus mencari cara untuk bisa bertahan dalam kondisi sulit ini.   Di tengah kondisi sulit ini ada secercah harapan. Harapan itu datang dari negara-negara Timur Tengah. Mereka sangat berminat berinvestasi di I

    ndonesia, sudah dimulai dengan penandatanganan kesepakatan (HoA) antara PT Pertamina (Persero) dengan Saudi Aramco. Diharapkan ini menjadi titik awal mengalirnya investasi dari Timur Tengah di Indonesia, di sektor minyak, gas, listrik, dan industri. Beberapa perusahaan tambang juga sudah selesai mel

    akukan penyesuaian terhadap harga yang rendah. Mereka siap untuk melaju lagi.   Selamat tahun baru 2016. Sukses selalu untuk kita semua.

  • Majalah Tambang - FREEPORT DI ANTARA JOKOWI, SUDIRMAN SAID DAN JIM MOFFETT

    NILAI TAMBAH BATU BARA Sekarang eranya nilai tambah di sektor tambang. Jika selama ini yang lebih banyak dibicarakan nilai tambah di sektor tambang mineral, bukan berarti sektor batu bara tidak ada kegiatan nilai tambah. Majalah TAMBANG beberapa kali mengangkat topik tentang nilai tambah, mulai dari

    peningkatan kalori, gasifikasi dan pencairan batu bara. Sayangnya selama ini nilai tambah batu bara masih dalam tahapan uji coba. Kalaupun masuk tahapan komersial masih dengan skala kecil.   Di edisi kali ini Majalah TAMBANG kembali mengangkat nilai tambah batu bara secara khusus briket. Brike

    t batu bara sebenarnya bukanlah barang baru bagi masyarakat Indonesia karena jauh sebelum muncul ide hilirisasi batu bara, BUMN tambang, PT Bukit Asam sudah memulainya di tahun 1990-an. Kala itu Bukit Asam diperintahkan Presiden Soeharto untuk membangun pabrik dan memproduksi briket batu bara di ber

    bagai daerah.   Sayangnya tidak ada keberlanjutan malah lebih memilih pegembangan sumber energi lain seperti gas. Padahal peningkatan nilai tambah batu bara bakal diperoleh dengan menjadikannya sebagai briket. Ini akan membantu memanfaatkan sumber daya batu bara kalori rendah yang dimiliki Indo

    nesia.   Di saat banyak perusahaan tambang batu bara khusus kalori yang harus menghentikan produksi karena tidak ada pasar yang menyerap, briket bisa menjadi pilihan. Apalagi proses menghasilkan briket tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan investasi besar. Tinggal sekarang bagaimana keberpi

    hakan pemerintah dalam mendorong nilai tambah batu bara dalam bentuk briket ini bisa berkembang. Karena ketika bisnis berjalan, perusahaan beroperasi dan negara mendapatkan pemasukannya.   Tulisan panjang mengenai briket kami sandingkan dengan laporan utama soal perpanjangan izin operasi PT Fre

    eport Indonesia. Sebagaimana Anda tahu, ini merupakan isu panas, dan menjadi makin ramai karena masalah sosial, ekonomi, politik, hingga industri berpadu menjadi satu.   Saat ini yang penting tidak lagi pada apakah akan diperpanjang atau tidak pasca 2021. Hal yang lebih utama adalah bagaimana k

    ontribusi perusahaan ini ke depan bisa lebih besar lagi bagi Indonesia.

  • Majalah Tambang - ORANG MUDA DI BISNIS ENERGI | MAJALAH TAMBANG

    PENGHARGAAN BUAT VICHO Kegiatan perayaan Hari Pertambangan Indonesia ke-70 yang jatuh pada 28 September 2015 berlangsung meriah. Perayaan  di Kantor Kementerian ESDM dan dipimpin Menteri Sudirman Said itu diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya pengumuman pemenang lomba penulisan karya ju

    rnalistik dengan tema ”Bagaimana Energi Indonesia Dibangun”.   Dalam kesesmpatan ini, wartawan Majalah TAMBANG Vicharius Dian Jiwa meraih juara pertama. Lewat karya tulis berjudul ’Memanen Energi Dari Bambu’, Vicho, demikian panggilannya, mengupas secara mendalam tentang

    pengembangan energi terbarukan berbasis bambu. Tulisan ini bermula dari pengalamannya melihat secara langsung pemanfaatan komoditas bambu sebagai sumber pembangkit listrik di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Dari sini Vico yakin bambu bisa menjadi salah satu sumber energi pilihan bangsa.   Di

    Bangli, bambu telah dimanfaatkan masyarakat untuk menghasilkan listrik dengan kapasitas 400 Kw. Kapasitas ini masih bisa ditingkatkan hingga menjadi 10 MW. Dia pun berharap hasil karya tulisanya ini bisa bermanfaat khusus menjadi referensi bagi pemanfaatan bambu sebagai sumber energi.   Sebagai

    media yang fokus pada sektor tambang dan energi, Majalah TAMBANG menaruh perhatian serius pada pengembangan energi baru dan terbarukan. Ini dimaksudkan agar potensi sumber  energi yang beragam di Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik.   Sehingga secara perlahan Indonesia mandiri secara

    energy dan mulai mengurangi ketergantungan pada minyak bumi. Berkali-kali Majalah TAMBANG memuat tulisan mengenai penggunaan energi baru dan terbarukan, sebagai sumber listrik. Kami menulis listrik dari energi panas bumi, tiga bulan lalu. Kami juga pernah menulis energi surya, ombak, juga angin. In

    donesia memang harus terus-menerus mengembangkan energi terbarukan

  • Majalah Tambang - MEMBURU DOLLAR GEOTERMAL | MAJALAH TAMBANG

    EDISI PANAS BUMI Indonesia akan selalu menjadi ’surga’ bagi penikmat eksotika alam katulistiwa. Bentang alam yang memanjang sari Sabang sampai Merauke dipenuhi keindahan. Semua itu terpancar dari gugusan gunung berapi, baik di darat maupun di kedalaman laut. Namun, siapa sangka, dibalik

    keindahan alam Nusantara tersimpan ancaman bencana. Ya, Indonesia merupakan negeri di atas bencana. Maklum, negeri ini diselimuti cincin api yang mengandung(ring of fire) potensi bencana alam tinggi karena berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan, yakni sirkum pasifik dan sirkum medite

    rania. Di situ tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik dunia.   Setidaknya ada tiga lempeng aktif, yaitu lempeng Indo-Australia di bagian Selatan, lempeng Euro-Asia di bagian utara dan lempeng Pasifik di bagan Timur. Indonesia berada di antara tiga lempeng aktif itu, sehingga banyak gunung b

    erapi dengan aktivitasnya yang menyebabkan terjadinya gempa vulkanik.   Namun, potensi bencana bisa diubah menjadi berkah. Cincin api yang mengelilingi Indonesia ternyata menjadi aset berharga. Apalagi di tengah ancaman gelombang krisis energi dunia. Indonesia bisa memanfaatkan energi panas bum

    i yang melimpah. Kesadaran itu memang telah dibangun penguasa negeri ini sejak puluhan tahun.   Namun implementasi jauh panggang dari api. Selama 70 tahun, pemanfaatan energi panas bumi hanya menjadi wacana. Eksplorasi panas bumi memang sudah dilakukan sejak tahun 1980an. Namun hasilnya sangat

    tidak menggembirakan. Tak lebih dari 3 persen yang sudah tergarap. Padahal Indonesia disebut-sebut sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi.   Belakangan, pemerintahan presiden Jokowi membuat gebrakan. Setelah mencanangkan program pembangunan pembangkit dengan target 35 ribu MW, ener

    gi panas bumi menjadi salah satu tumpuan. Maka, gerakan memberdayakan energi panas bumi pun digalakkan. Sebenarnya seberapa besar potensi bumi di Indonesia? Apa saja kendalanya dalam menggali potensi tersebut? Mampukah regulasi yang ada memecah kebuntuan?   Di edisi kali ini kami hadir dengan s

    ajian mengupas tuntas persoalan tersebut. Selamat menikmati, semoga bermanfaat bagi bangsa ini!

  • Majalah Tambang - EKSPANSI AGRESIF SINARMAS | MAJALAH TAMBANG

    Bulan ini, Agustus 2015, adalah momentum memperingati 70 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Tidak seperti beberapa tahun lalu yang selalu meriah pada setiap peringatan proklamasi, baik di kota maupun pelosok desa, tahun ini tampak sepi-sepi. Bisa jadi, suasana dalam masa perayaan kemerdekaan lant

    aranadem ayem masyarakat sudah ’kehabisan energi’ untuk merayakan lebaran.   Namun, apapun keadaan yang sedang dialami masyarakat, datangnya bulan Agustus pada setiap tahun tetap perlu dijadikan momentum untuk mengingat kembali peristiwa yang amat penting, yaitu hari kemerdekaan ban

    gsa Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus 1945. Pada hari itu, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Peristiwa tersebut dikenang oleh bangsa Indonesia secara mendalam, karena merupakan puncak dari serentetan perjuangan luar biasa, yang dilakukan ole

    h bangsa Indonesia selama berpuluh-puluh tahun lamanya.   Berbagai pengorbanan, baik berupa jiwa, harta dan bahkan raga sekalipun, diberikan untuk meraih kemerdekaan. Hingga sampai proklamasi dikumandangkan, sudah tidak terhitung lagi jumlah harta, jiwa dan raga yang harus dibayarkan.   Pa

    ra pemimpin dan pejuang bangsa ini merebut status kemerdekaan dari penjajah Belanda, dan kemudian juga Jepang, untuk meraih citacitanya, yaitu menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Mereka telah menyadari, betapa berat penderitaan yang dirasakan oleh rakyat dengan status te

    rjajah. Kekayaan ekonominya dirampas, harkat dan martabatnya ditindas, diperbodoh dan tidak diperlakukan sebagai layaknya manusia yang memiliki hak-hak kehidupan.   Atas dasar kenyataan itu maka kemerdekaan dirasakan sebagai kekayaan yang tidak ada taranya. Demikian pula peristiwa itu dipandang

    sebagai hasil perjuangan dan pengorbanan dari semua pihak, yang kemudian mendapatkan karunia Tuhan yang luar biasa besarnya. Oleh karena itu peristiwa tersebut selalu dikenang dan diperingati dengan berbagai bentuk dan caranya sendiri sebagai ungkapan rasa syukur yang mendalam.   Tak terkecual

    i bagi para pelaku bisnis pertambangan. Meskipun ada pihak yang meragukan bahwa terkait sumberdaya alam, Indonesia dianggap belum merdeka. Sebab, kekuatan permodalan asing masih mendominasi upaya mengeksplorasi sumberdaya alam Nusantara.   Nah, cuaca tak selalu berkabut. Belakangan mulai ada up

    aya rasionalisasi kepentingan nasional dengan berlakunya beleid-beleid anyar terkait eksplorasi sumberdaya alam, meskipun dalam penerapan awalnya agak pahit bagi perusahaan-perusahaan nasional yang bermodal cekak. Peta investasi pun pelan-pelan mulai berubah. Dominasi asing perlahan sudah terurai. S

    alah satu contohnya adalah akuisisi Berau Coal oleh kelompok usaha Sinar Mas. Seperti yang kami ulas dalam Laporan Utama edisi ini. Semoga langkah tersebut menjadi awal yang baik bagi keberdekaan mengelola sumberdaya alam Indonesia. Merdeka!!!

  • Majalah Tambang - Taktik Tambang Siasati Bursa | Majalah Tambang

    0

  • Majalah Tambang - BATU BARA: PELUANG MEGAPROYEK JOKOWI

  • Majalah Tambang - Sengketa Lokal Lawan Asing | Majalah Tambang

  • Majalah Tambang - Menangguk Laba Gas Batu Bara | Majalah Tambang

    DIBIKIN REPORT ATURAN WAJIB L/C LAPORAN UTAMA | Memanen Pupuk Dari Tambang Batu Bara Banyak proyek gasifikasi batu bara, namun umumnya masih tahap percontohan. Permintaan pasar akan menentukan tumbuhnya gasifikasi batu bara. Saatnya menerapkan program hilirisasi batu bara? NASIONAL | Revisi UU Min

    erba: Operasi di Ruang Gawat Darurat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara bakal diamandemen. Kelahiran Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 menjadi pemicunya. Amandemen dinilai mencari-cari, karena masih banyak hal yang belum dilaksanakan. Kocok Ulang Pejabat Tamb

    ang Safety First Bukan Soal Biaya Menimbang Produk Lokal Keselamatan Tambang Habis Amir Terbitlah Hamish Oil & Gas | Bisnis Gas Terjepit Pipa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mewajibkan pemilik izin niaga gas membangun jaringan infrastruktur pipa. Beleid anyar itu sec

    ara tak langsung akan membatasi jumlah pedagang yang memiliki hak niaga distribusi gas nasional.

  • Majalah Tambang - BATUBARA: DIGILAS HARGA DIGULUNG ROYALTI | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA Dipurukkan Royalti Naik Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah meningkatkan penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batubara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus mempercepat terbitnya revisi PP No. 9 Tahun 2012 yang mengatur tariff royalti. Royalti batu bara u

    ntuk pemegang izin usaha pertambangan (IUP) bakal dinaikkan. LAPORAN KHUSUS Menjaga Selamat Di Tengah Efisiensi Perusahaan tambang giat melakukan efisiensi. Kondisi ini berimbas pada usaha jasa keselamatan dan penjualan alat keselamatan. Namun standar keselamatan tetap prioritas. Oil & Gas Kon

    servasi Gas | Persekutuan Mengangkat Gas Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil harus dikurangi. Pertamina dan PGN, dua badan usaha milik negara yang selama ini perang dingin, bersepakat untuk secepatnya menyukseskan kebijakan ini.

  • Majalah Tambang - BERAU: MENOLAK SAMIN MENGEJAR ROSAN | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA Menguji Keperkasaan Rosan Perkasa Roeslani Rencana Samin Tan merombak direksi Berau gagal total. Tim direksi lama masih bertahan. Siapapun yang menang, Rosan Perkasa Roeslani tetap diburu. Ia dituding mengambil duit perusahaan secara ilegal. NASIONAL Habis Remang Terbitlah Terang Pemb

    angunan megaproyek pembangkit listrik 35 Giga Watt (GW) harus melalui jalur berliku. Padahal hasil dari pembangkit itu sangat ditunggu pelaku usaha. Momen hari Proklamasi 2015 direncanakan sebagai titik awal menerangi daerah perbatasan. Seperti Berburu di Kebun Binatang Peraturan Menteri Kehutanan

    Nomor 7 Tahun 2014 tentang Kewajiban Reklamasi dan Pasca Tambang mulai efektif tahun ini. Beban pengeluaran akan menghantui setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengefektifkan tarif baru PNBP kawasan penggunaan hutan. Banyak perusahaan tambang terancam gulung tikar. Beban Ekstra Pelak

    u Tambang Serahkan Jaminan, Baru Produksi : Wawancara Khusus: Bambang Susigit Beban Perusahaan Semakin Berat : Wawancara Khusus: Tonny H Gultom

  • Geo Energi - Indonesian Version - Raja Baru Setrum Indonesia | Majalah Geo Energi

  • Jurnal Maritim - MENANTI IMPLEMENTASI TOL LAUT | MAJALAH JURNAL MARITIM

    LAPORAN UTAMA Menanti Implementasi Tol Laut Empat Agenda Utama Pembangunan Maritim KELAUTAN Ada Mafia di Praktek Illegal Fishing PELABUHAN Transformasi SDM IPC Menuju World Class Port SUMBER DAYA MANUSIA Mengenal Lebih Dekat Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Potret SDM dan Iptek Maritim Indones

    ia PELAYARAN Momentum Kebangkitan Pelayaran Rakyat iStow: Stowage Planning Software Buatan Indonesia KORPORASI Komitmen PT Krakatau Steel Mendukung Poros Maritim Dunia LIPUTAN KHUSUS Optimisme di Pundak Kasal Baru GEOPOLITIK Peluang dan Tantangan Maritime Silk Road Tiongkok Bagi Indonesia KEAMA

    NAN LAUT Dua Sisi Koin Keamanan Maritim dan Ekonomi Maritim KOLOM Haryo Adjie Nogo Seno Nasib Kilo Class Tak Menentu, Kapal Selam Negeri Ginseng Siap Meluncur Rachmi Hertanti Diplomasi Poros Maritim: Strategi Memerangi Pencurian Ikan Letkol Laut (P) Salim Konsep Doktrin Maritim dan Strategi Militer

    Maritim Indonesia Niko Amrullah Revolusi (Mental) Maritim ARCHIPELAGO Menelusuri Keajaiban Pulau Komodo

  • Geo Energi - Indonesian Version - SIAP JADIKAN PERTAMINA TERBUKA | MAJALAH GEO ENERGI

    Kapal BaruPertamina, Mau Kemana? Pertamina adalah sejarah. Di era Bonanza minyak pada 1981/1982, produksi migas Pertamina sempat menyumbang pendapatan ke negara hingga 71% APBN. Setelah itu, Pertamina seperti menciut. Kembali menjadi primadona di era Karen Agustiawan dengan catatan sejumlah prestasi

    , kini nakhkoda digenggam Dwi Soetjipto. Dwi dianggap sukses membawa PT Semen Indonesia ke kancah global. Kemana kapal raksasa Pertamina akan dibawa? Bagaimana lika-liku Pertamina hingga seperti saat ini? Ikuti penelusuran Geo Energi NASIONAL | Mampukah Terminal LNG Atasi Krisis Listrik Bali M

    eski mencatatkan pertumbuhan listrik tertinggi di Indonesia, Bali masih terancam krisis listrik. Pembangunan terminal LNG diharapkan menjadi solusi sekaligus mendukung Bali sebagai Green Provinsi. SOROT | Fuad Amin Ditangkap, Persekongkolan Terungkap? Orang kuat dari Madura akhirnya ditangkap

    KPK. Berita media yang sebelumnya dianggap isapan jempol belaka akhirnya terbuka. Persekongkolan siapa yang bermain disana? KORPORASi | elnusa   sunTik   dana   Belanja   2015   Beberapa kontrak baru segera didapatkan Elnusa menjelang datangnya tahu

    n baru. Luar biasa, saat nilai Rupiah melemah, pendapatan Elnusa malah bertambah. MINYAK & GAS | Peran BBM Segera Beralih ke BBG Peralihan peran bahan bakar minyak ke bahan bakar gas kelihatannya terus bergulir. Apalagi BBM selalu menjadi topik hangat di dunia migas, dari isu berkurangnya produ

    ksi, eksplorasi hingga ke persoalan harga. Daerah | Tambang Batubara Racuni Air Kalimantan Selatan Kekayaan akan batubara (barang tuhan bagi rata) seharusnya memberikan manfaat positif bagi masyarakat sekitarnya. Alihalih memberikan kesejahteraan yang merata, warisannya justru tinggalkan &ldqu

    o;bom waktu” yang siap meledak sebagai bencana tak terduga. PROFIL | Dwi Soetjipto Direktur Utama PT Pertamina (Persero ) Siap Jadikan Pertamina “TERBUKA ”

  • Majalah Tambang - MEREKA YANG MENANGGUK UNTUNG | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA Mencari Celah Dalam Ruang Sempit Sudah satu tahun pelarangan ekspor mineral mentah diterapkan. Selama itu pula, perusahaan tambang mineral yang kebanyakan IUP berjuang mencari keadilan. Meski hasilnya nihil, tak membuat mereka putus asa. Upaya negosiasi terus dilakukan dengan pemerinta

    h baru. NASIONAL Bergelut Dengan Surat Sakti ESDM Warga Pulau Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara menang di Mahkamah Agung dalam sengketa keputusan surat izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Bupati. Mereka harus berjuang lagi di Pengadilan Tata Usaha Negara melawan Kementerian ESDM

    . Oil and Gas Turun Disini, Anjlok Disana Penurunan harga minyak dunia diprediksi bakal menunda banyak proyek eksplorasi dan pengembangan lapangan migas. Kontraktor Kontrak Kerja Sama perlu berhemat agar bisa tetap ekonomis.

  • Majalah Tambang - MEMBIDIK PEMBURU RENTE | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA | Pemburu Mafia dari Jalan Plaju Aksi ”bersih-bersih” kembali diperlihatkan Menteri ESDM Sudirman Said pada sektor minyak dan gas. Bak pasukan yang siap berperang, Sudirman membentuk tim kecil yang beranggotakan gabungan dari berbagai latar belakang. Faisal Basri didapuk se

    bagai panglima perang. LAPORAN KHUSUS | Mencari Titik Keseimbangan di Tahun Ujian Bagi pelaku usaha tambang batu bara, 2014 merupakan tahun penuh tantangan. Menjadi proses seleksi alam bagi penambang sejati. Harga komoditi belum akan terdongkrak. NASIONAL | Berebut Kuasa Di Blok Kadaluarsa Kemente

    rian Energi dan Sumber Daya Mineral mengkaji ulang 19 kontrak blok minyak dan gas yang akan memasuki masa kadaluarsa. Ada sentimen nasionalisme. Pertamina, BUMD, dan swasta nasional pun jadi anak emas. Oil and Gas | Berkurangnya Jatah Solar Para Penjaring Ikan Kuota subsidi BBM untuk tahun 2014 men

    ipis. Pemerintah pun menaikkan harga BBM bersubsidi untuk menjaga keseimbangan APBN-P 2014. Semua orang mulai mengencangkan ikat pinggang tak terkecuali para nelayan.    

  • Majalah Tambang - PERMAINAN TAMBANG SETYA NOVANTO

    PANGGUNG SOSIALISASI Rabu, 8 Oktober 2014, ruang hotel Dharmawangsa, Jakarta, penuh sesak oleh orang-orang berpakaian . Mereka adalah paraperlente pebisnis tambang yang sedang menghadiri acara bertajuk ”Sustainable Minerals And Metals Processing Workshop”. Kegiatan yang digelar majalah T

    AMBANG bekerjasama dengan PT Outotec Technology Solutions itu berlangsung sehari penuh.   Dua pejabat tinggi dari dua kementerian didaulat sebagai pembicara kunci. Mereka adalah Budi Irmawan selaku direktur industri berbasis metal Kementerian Perindustrian dan R. Edi Prasodjo selaku direktur Mi

    neral Kementerian ESDM. Acara dibuka olehworkshop President Director Outotec, Chad Loan.   Alhasil, melalui kegiatan tersebut, para pelaku bisnisworkshop tambang mendapatkan informasi-informasi baru terkait perkembangan teknologi. Bagi Outotec, cara sosialisasi melalui kegiatan yang dihelat ber

    sama majalah TAMBANG, sungguh efektif untuk mendekatkan diri dengan calon konsumen.   Begitulah cara kami menjalin hubungan baik dengan relasi. Kerjasama seperti itu kerap kami lakukan. Selain dengan Outotec, majalah TAMBANG juga pernah menjalin kegiatan serupa, baik dalam bentuk seminar maupun

    , bekerjasama dengan PT ENVworkshop Indonesia, perusahaan konsultan lingkungan dan perusahaan produsen transmisi alat berat. Kami juga pernah menggarap diskusi terbatas (Fokus Group Discusion) atas permintaan sebuah lembaga pemerintah untuk menggali pandangan dari berbagai kalangan dalam rangka per

    umusan kebijakan.   Panggung sosialisasi --begitu kami mengistilahkan-- yang kami gelar bersama para mitra itu adalah bagian dari program divisi majalahevent TAMBANG, salah satu sayap bisnis majalah TAMBANG, yang dibentuk tahun lalu. Ke depan, kegiatan-kegiatan yang digelar oleh divisi ini diha

    rapkan lebih luas cakupannya ke level internasional. Tidak saja menjadi panggung sosialisasi, tetapi juga menjadi ajang promosi dan menjaring relasi. Semoga bermanfaat bagi para mitra.

  • Geo Energi - Indonesian Version - MUTIARA KUTAI KARTANEGARA

    Laporan Utama Adu Cerdik Ketahanan energi Daerah Di pengujung kekuasaan, pemerintah susilo BamBang YuDhoYono menDorong program penting Di sektor energi inDonesia masa Depan. Bertajuk “skenario BanDung: sketsa energy inDonesia 2030”, salah satu poin pokoknYa ialah kerangka keBijakan energ

    i Yang leBih Difokuskan paDa pemBerDaYaan Daerah, agar tercipta kemanDirian energi Yang BersumBer Dan Bersinergi Dengan pemerintah Daerah. Di Daerah, sejumlah pemDa Bikin pola ketahanan energi Dengan caranYa masing-masing. unik Dan penuh strategi. Seperti apa? NASIONAL TERIMA KASIH SBY, KAMI TUNGGU

    KERJA JOKOWI Tongkat estafet kepemimpinan Republik Indonesia saat ini dikendali Joko Widodo. Ia dipilih langsung  oleh rakyat. Banyak yang berharap padanya, inilah saat menunggu kerja presiden baru yang dipestakan penuh  prosesi dan seremoni itu. SOROT MENTERI ESDM SUDIRMAN SAID : KITA H

    ARUS SIAP ALAMI KRISI ENERGY MINYAK & GAS PROYEK MAHAL HASIL (HARUS) MAKSIMAL MINERAL & BATUBARA PERSEMPIT CELAH, ATURAN EKSPOR BATUBARA DIPERKETAT Aturan ekspor batubara makin diperketat. Pada Oktober 2014 pemerintah memberlakukan aturan tentang Ketentuan Ekspor BatuBara dan Produk BatuBa

    ra, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 49/M-DAG/PER/8/2014. Efektifkah? LISTRIK LISTRIK PINTAR LAHIR KARENA KELUHAN PELANGGAN Pertumbuhan listrik saat ini 1,5 kali pertumbuhan ekonomi. Dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. PLN pun melakukan

    langkah sistem listrik pintar. PROFIL RITA WIDYASARI - Bupati  Kutai Kartanegara Mutiara Dari Kutai Dari KuKar energy untuK inDoneSia LAPORAN KHUSUS KAMPUS ENERGI, EMBRIO SADAR BUDAYA ENERGI Kampus merupakan agen intelektual dan agen perubahan. Melalui eksistensi kampus diharapkan ditemukan

    berbagai solusi dari permasalahan yang terjadi termasuk permasalahan di bidang energi.

  • Geo Energi - Indonesian Version - MENTERI ESDM HARUS SIKAT MAFIA MIGAS

    Laporan Utama KABINET JOKO WIDODO – JUSUF KALLA Menteri ESDM Harus Sikat Mafia Migas Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2014 usai. Joko Widodo dan Jusuf kalla terPilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2014-2019. Presiden dan WaPres baru akan dilantik tanggal 20 oktober mendatang.

    Secara otomatis Para menteri dalam kabinetnya Juga akan baru, termasuk menteri esdm. SOROT AHAI… JERO MENYUSUL RUDI Kisah korupsi sektor migas belum tuntas, Tragedi panas makin memanas. Jero pun menyusul Rudi. Benarkah ada konspirasi? NASIONAL SMALL ING SHIPPING & DISRIBUTION FORUM 201

    4 lNG distribution berGairah dan Mudah dicuri indonesia membutuhkan motivasi sumber daya manusia yang mampu menjadi mediator penyangga terobosan lNG.  inilah pola agar produksi gas di tanah air semakin berdayaguna lebih. MINYAK & GAS PERKUAT DAYA SAING. PGN SIAP HADAPI EKONOMI ASEAN 2015 P

    GN berhasil menyalurkan gas bumi untuk kebutuhan domestik 23 juta liter per hari. Pembangunan infrastruktur gas pun terus dibangun untuk menjamin suplai konsumen. inilah kesiapan pGN menyambut masyarakat ekonomi aSEaN 2015. MINERAL & BATU BARA MIMPI BATUBARA KALORI RENDAH UNTUK PEMBANGKIT LISTR

    IK Ramai-ramai cari alternatif untuk pasokan listrik Jawa Bali Sumatera. proyek pembangkit mulut tambang pun mulai bicarakan serius. Sayangnya masih tersandung peraturan menteri ESDm. PROFIL nisi setyobudi DiREKTuR uTama pT pGN lNG iNDoNESia Potensi lnG indonesia Masa dePan dunia daerah Madur

    a desaK aset  MiGas diKeMbaliKan Ke WarGa Ekplorasi migas di pulau madura telah berlangsung lama oleh sejumlah perusahaan besar. masyarakatnya kini menuntut karena merasa tidak mendapatkan keuntungan apa-apa. laporan KhuSuS Kursi Panas PertaMina Galaila Karen agustiawan resmi mundur dari

    kursi Direktur utama pT pertamina per 1 oktober 2014. langkah yang amat ganjil, tentu saja. Selain ia baru menduduki setahun jabatan di periode kedua, suhu politik masih hangat di tengah gencarnya isu korupsi di industri migas. Karen dianggap moncer di pertamina, perusahaan minyak dan gas yang selam

    a ini kerap diisukan selalu jadi sapi perah penguasa sepanjang masa. apa sesungguhnya yang terjadi? Simak penelusuran GEo ENERGi.

  • Jurnal Maritim - Asa Di Pundah Menteri Maritim

    Sekali lagi, tentu saja kami dapat memahami bahwa sebagai nakhoda memang tidak mudah bagi Jokowi memutar haluan kapal 180 derajat dalam waktu yang singkat. Kesiapan ABK, penumpang, kecepatan kapal, kondisi arus, gelombang, angin, dan keadaan lingkungan navigasi harus dipertimbangkan dengan cermat. A

    gar kapal berputar haluan dengan mulus, tidak limbung, atau bahkan menjadi kandas.   Dan bagi para ABK yang baru saja menempati pos-nya dan akan memulai kerja kerasnya, kami mengucapkan Selamat berlayar. Salam Maritim!

  • Majalah Tambang - Proyek Listrik Setelah JK Berkuasa

    LAPORAN UTAMA | Nasib Pembangkit Di Pundak JK Tersandera Bisnis dan Regulasi Pada era awal pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla (JK) menjadi penggagas proyek 10ribu MegaWatt. Kini JK kembali menjadi tumpuan harapan untuk mengatasi krisis listrik di negeri ini. Bagaimana kiatnya mengat

    asi byar pet?   Infrastruktur listrik sudah jadi harga mati yang mesti dibenahi pemerintahan baru. Batu bara jadi idola untuk memacu pertumbuhannya, meskipun tak lepas dari sejumlah hambatan. NASIONAL | Regulasi Timah Batangan: Menjegal Ekspor Ilegal Pemerintah terus berupaya menghentikan akt

    ivitas ekspor timah ilegal. Peran perusahaan surveyor menjadi sangat penting.   Gas Murah Untuk Rumah Tangga Masih Ada Kebingungan Birokrasi Martiono Hadianto: Kami Tidak Sebesar Freeport September Ceria Para Raksasa Mining Services Teknologi PSN Hilangkan Risiko Loses dan Maksimalkan Pengemb

    angan Investasi CEO Frans Kesuma Presiden Direktur PT Pamapersada Nusantara Mengandalkan Integritas dan Kerja Keras

  • Jurnal Maritim - PRAKTEK ALI BABA DI CABOTAGE

    Tuan Rumah di Negeri Sendiri Jargon membangun kedaulatan  maritime sering kita dengungkan sebagai wujud komitmen bangsa Indonesia menuju kesejahteraan rakyatnya. Sesuai yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Membangun kedaulatan maritim tidak sematasemata unjuk kekuatan militer. Menumbuhkan A

    rmada kapal niaga dan perikanan yang menjangkau seluruh wilayah Tanah Air Serta mampu bersaing di perairan global adalah juga  upaya meraih cita-cita kesejahteraan bangsa.   Salah satu caranya adalah melalui asas cabotage. Pemerintah sejak Inpres No 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pel

    ayaran Nasional kemudian dikukuhkan dalam UU 17/2008 tentang Pelayaran, mewajibkan segala muatan di perairan Indonesia diangkut oleh kapal berbendera Indonesia, dimiliki oleh orang Indonesia, dan diawaki oleh awak kapal berkebangsaan Indonesia. Sebuah keputusan strategis mengingat 90% kegiatan ekspo

    r impor di Indonesia melalui moda transportasi laut.   Upaya kalangan pelayaran nasional meraih pasar domestik sudah terlihat hasilnya. Jumlah kapal yang berbendera merah putih melonjak pesat 119% dari 2005 sampai awal 2014 ini. Begitu pula jumlah tonase barang muatan yang diangkut juga meningk

    at. Meski demikian,volume muatan luar negeri masih mendominasi dan celakanya untuk tujuan ekspor mayoritas kapalnya dioperasikan asing. Di satu sisi, armada pelayaran nasional juga masih dibuat di luar negeri, itu pun bukan kapal baru yang membuat industri galangan kapal tidak berkembang. Mereka cum

    a menjadi bengkel reparasi kapal-kapal tua.   Tantangan menerapkan asas cabotage bukan hanya soal menata pangsa pasar tapi juga bagaimana tidak terjadi patgulipat dalam soal kepemilikan bendera kapal. Di era globalisasi memang uang tak mengenal nasionalisme. Kapal boleh buatan asing, modal bole

    h asing tapi yang penting keuntungan juga mengalir ke bangsa ini. Alasan lain, pelayanan dan fasilitas pelabuhan di dalam negeri yang buruk membuat pengusaha pelayaran nasional enggan memakai kapal buatan domestic . Tak pelak, perilaku pengusaha pelayaran nasional seperti ini perlu disikapi dengan b

    ijak. Jangan-jangan mereka malas berinvestasi karena ketika mengurus soal kepemilikan atau alih bendera ada celah-celah yang dimanfaatkan oleh birokrat nakal? Mencegah praktik ala Ali Baba di cabotage dengan menerapkan konsistensi kebijakan pelayaran nasional secara utuh serta melibatkan semua para

    pemangku kepentingan. Isu pelayaran nasional harus dilihat sebagai isu bersama bukan sekadar isu sektoral. Tanpa itu kita mungkin saja seperti tuan di rumah sendiri tapi sejatinya cuma penghuni kontrakan.

  • Jurnal Maritim - KAPAL KARAM DI NUSANTARA SAMPAI KAPAN?

    Zero Accident bukan Hal Mustahil Mengutip pendapat seorang pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tingkat keselamatan keamanan transportasi laut masih relatif rendah dan belum memperlihatkan perbaikan dan belum menunjukkan pengurangan. Namun, keselamatan transportasi merupakan isu yang kompleks

    . Usaha untuk menciptakan keselamatan merupakan proses yang dinamis dan tidak pernah berhenti.   Masih terjadinya kecelakaan-kecelakaan kapal di laut mengundang tanya, apakah visi keselamatan pelayaran dengan target zero  accident yang selama ini digaungkan oleh  Kemenhub sudah berjal

    an di lapangan? Sudahkah ini dipatuhi regulator, operator serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut lainnya.   Mengukur tingkat keberhasilan kinerja Kemenhub dalam mencegah kecelakaan di laut bukan dihitung berdasarkan angka-angka statistik. Bisa jadi angka kecelakaan, tenggelam, kandas

    maupun terbakar menurun dalam beberapa tahun terakhir begitu pun korban jiwa maupun harta benda. Ingat selama masih ada korban bahkan nyawa melayang satu orang pun dalam kecelakaan di laut maka harus dikatakan tugas pemerintah masih gagal.    Mental seperti ini masih bersarang di kalangan

    birokrasi kita. Seorang pimpinan negeri ini pun masih menyatakan aksi tanggap bencana erupsi Gunung Sinabung dan Gunung Kelud dinilai berhasil hanya karena jumlah korban meninggal  yang minim.    Sudahkah pejabat itu memikirkan empati para korban? Menyikapi bencana alam sama halnya da

    lam menyikapi kecelakaan transportasi laut yang disebabkan faktor alam.   Semangat zero accident adalah kredo yang harus ditanamkan terus di kalangan birokrasi. agar menjadi kultur dalam masyarakat.    Pasalnya, ada juga kalangan yang masih mencari keuntungan dari prosedur keselamatan

    ini.  Masih ada kasus manipulasi umur kapal, suap menyuap izin kapal, sertifikasi kelaiklautan kedaluwarsa,  dan piranti keselamatan di atas kapal dikurangi.   Yang terpenting lagi adalah bagaimana pemerintah  mampu mendeteksi suatu ancaman insiden dan memastikan sebuah sistem a

    gar hal itu tidak terulang kembali. .   Rasa aman dan nyaman harus dirasakan oleh semua pelaku dan pengguna pelayaran.  Pelayaran lancar tidak hanya memutar roda ekonomi suatu kawasan, namun juga memperkuat kohesi sosial budaya suatu bangsa atau antarbangsa.   Sederet aturan kese

    lamatan pelayaran seperti ISM Code, Solas, ISPS tidak lebih dari lembaran kertas tak berharga jika jiwa safety tidak ternanam di setiap sanubari pemangku kepentingan. Target zero accident bukan hal mustahil kalau kita mau menjalankan dengan kepala jernih dan jiwa bersih!   Salam maritim.

  • Jurnal Maritim - DEFISIT PELAUT DI NEGERI BAHARI

    Balada Sang Pelaut situasi yang ironis, Indonesia sebagai negara kepulauan dan negara bahari justru mengalami defisit pelaut. Klaim “nenek moyangku seorang pelaut: sudah mulai luntur ketika industri maritim mengalami  perkembangan pesat di abad 20 dan 21 ini. Siapa yang tak kenal Laksaman

    a Hang Tuah,  Laksamana Malahayati, armada Ratu Kalinyamat di laut Jawa, pelaut-pelaut Bugis dan suku Bajo yang kesohor ketangguhannya karena mampu menyeberang hingga ke Madagaskar, Afrika Selatan, dan Australia.   Di dalam negeri saja, menurut  Badan  Pengembangan SDM Kemenhub,&

    nbsp; industri maritime nasional masih membutuhkan 83.000 pelaut mulai dari jenjang nakhoda/kapten kapal, perwira/mualim, sampai ABK. Adapun suplai dari jalur pendidikan kelautan/pelayaran hanya 1.700 dari sekolah negeri/ swasta setahun, sementara kebutuhan per tahun 16.000 orang. Ini pun lulusan se

    kolah pelayaran/akademi tersebut cenderung memilih bekerja di kapal asing daripada pelayaran domestik. Tawaran gaji yang jauh lebih tinggi serta sistem kerja yang lebih baik membuat para pelaut kita lebih suka berlayar di luar. Tercatat 78.000 warga Indonesia bekerja di Taiwan, Singapura,   Kar

    ibia, Amerika Serikat sampai Belanda Meski kenyataannya tidak seindah yang dibayangkan. Banyak sekali pelaut Indonesia ditelantarkan oleh agen mereka di luar negeri, manipulasi dokumen, perusahaan kapal yang bobrok, gaji dan benefit yang tidak sesuai, hingga perlakuan brutal di atas kapal.   In

    i yang menjadi persoalan besar dalam menata SDM, merekrut hingga menempatkan pelaut di industri maritim dalam dan luar negeri. Persoalan pelaut domestik setali tiga uang, khususnya di kapal perikanan. Nasib mereka jauh lebih buruk dari ABK kapal niaga. Risiko pelaut ikan lebih tinggi dari kapal niag

    a akibat sarana dan kompetensi yang kurang. Posisi pelaut perikanan bahkan juga terdesak oleh ABK asing yang bekerja di kapal-kapal milik domestic atau patungan asing. Posisi tawar mereka rendah.  Kompetensi pelaut memang perlu ditingkatkan.   Meski pelaut Indonesia di luar negeri relatif&

    nbsp; banyak disukai karena dikenal supel, berintegritas, dan nyali tinggi. Namun soal teknis dan disiplin masih dinilai rendah. Kelemahan bahasa Inggris juga menjadi factor penghambat dalam persaingan di profesi seafarers ini.  Para pelaut inilah tulang punggung industry   maritim nasiona

    l. Sebanyak 12.000 kapal berbendara merah putih merupakan pasar potensial dan akan terus berkembang seiring dengan pemenuhan asas cabotage. Pasar dalam negeri pun harus dipenuhi dan dikembangkan agar tidak sebagian besar sumber daya kita lari ke luar negeri. Kita harus segera berbenah. Menambah akse

    lerasi dan memperbesar kapasitas.   ASEAN Connectivity 2015 sudah di depan mata. Siapa yang tidak bangga melihat pelaut-pelaut ASEAN didominasi wajah-wajah Indonesia. Kalau ini terjadi maka alunan balada pelaut berganti menjadi orkes nan riang.   Salam maritim.  

  • Geo Energi - Indonesian Version - Dicari , Presiden Bernyali Cabut Subsidi

    Laporan Utama Dicari Presiden Bernyali Cabut Subsidi subsisi bbm terus membengkak setiap tahun. selain salah sasaran, konsumsi bbm subsidi terus menanjak. bila dibiarkan, akan terus membebani apbN. Senyampang indonesia akan menggelar pemilihan presiden Juli nanti, pilihlah presiden yang tegas denga

    n visi ketahanan energi: berani mencabut subsidi bbm yang salah sasaran, juga fokus mengembangkan program konversi ke gas dan energi terbarukan. Mencatat Janji Kandidat pemilihan presiden memang baru akan terlaksana Juli 2014 nanti. partai-partai politik pun belum resmi mendaftarkan calon-calon mere

    ka. Namun, ada baiknya menggali pandangan mereka seputar langkah apa yang akan mereka lakukan terhadap persoalan dan karut marut energi  di dalam negeri. naSIonaL Impor Elpiji Bukan Sebuah Solusi kita boleh bangga karena suksesnya konversi minyak tanah ke elpiji. tetapi kita  jelas kecew

    a, lantaran semua elpiji harus diimpor. menyiapkan jaringan gas adalah  solusi yang paling tepat. mInYaK & GaS Mari Mengawal Revolusi Gas Bumi indonesia punya cadangan gas yang melimpah. Namun, hampir separuh  produksi gas diekspor ke singapura hingga tiongkok. ini saatnya berubah L

    IStrIK Tarif Listrik Industri Naik PLN Diminta Melakukan Efisiensi Diri pemerintah kembali menetapkan kenaikan tarif listrik industri secara bertahap mulai  pertengahan tahun ini. pada 2018 semua  industri tak ada yang disubsidi. mIneraL & BatUBara Sumber Kebocoran Minerba Ada di Tu

    juh Titik komisi pemberantasan korupsi menemukan tujuh persoalan yang menyebabkan  hilangnya potensi penerimaan pajak sektor  tambang mineral batu bara. Daerah FSRU Lampung Cara Cepat Atasi Krisis Energi derita energi lampung dalam waktu dekat akan teratasi menyusul pengoperasian  t

    erminal gas terapung milik perusahaan Gas Negara. penghematannya mencapai rp 900  miliar per tahun. LInGKUnGan Telunjuk Aher di Gunung Ciremai Gunung Ciremai terus menuai masalah. Tak hanya soal lingkungan, proses penguasaan  lahan, penuh tipu-tipu. peran Gubernur Jawa barat sangat besar

    .

  • Jurnal Maritim - Tarik Ulur Penjaga Laut Dan Pantai

    LAPORAN UTAMA tarik Ulur Penjaga Laut dan Pantai Wawancara  Dr Nur Rochmad, SH, MH,     Deputi III Bidang Koordinasi    Hukum dan HAM  kami tidak Ingin Ada saling Bertabrakan Lembaga setengah sipil, setengah Militer tumpang tindih kewenangan, Pungli Marak d

    i Laut SUMBER DAYA MANUSIA Rekrutmen Pelaut Perikanan Indonesia di simpang Jalan PROFIL Richard Joost Lino  Maritim Indonesia Menuju kelas Dunia LAPORAN KHUSUS ketika Dirut sudah Berlari kencang Pencopotan Direksi: Upaya Penjegalan   BkI? KELAUTAN suku Bajo dan negara Maritim Indo

    nesia PELABUHAN Potret Pelabuhan Pengumpan timur   Indonesia LOGISTIK Memaksimalkan kapal Roro untuk  Efisiensi             Logistik KORPORASI Pt. senang Indo Pratama: solusi Unggulan untuk Marine chemical dan Industrial cleani

    ng PERSPEKTIF Suryo AB Rezim Internasional 2014: Analisa geopolitik kawasan   Daniel Mohammad Rosyid sea and coast guard Indonesia Menunggu godot?   Siswanto Rusdi Mengurai strategi dan taktik Maritime Power ARCHIPELAGO Menanti Penyu di Pulau Durai

LOAD MORE