REGISTER NEW ACCOUNT

By signing up, I agree to Myperpus Terms and Condition

Register with Facebook

Kabare Magazine
LIPI PRESS BEST BOOK 2016
myperpus only 15000
Are you an author?
Step by Step

  • Ernest Hemingway - LELAKI TUA DAN LAUT | SERAMBI

    #1 Book of the month

    ERNEST HEMINGWAY

    LELAKI TUA DAN LAUT | SERAMBI

    Manusia bisa dihancurkan, tapi tidak bisa dikalahkan

    Novel memukau yang membangkitkan optimisme ini adalah karya terbaik Ernest Hemingway, pengarang legendaris Amerika dan pemenang Hadiah Nobel Sastra 1954, sekaligus novel terakhirnya yang terbit semasa hidupnya. 

     Lelaki Tua dan Laut (The Old Man and the Sea) berkisah tentang perjuangan luar biasa seorang nelayan tua Kuba yang seorang diri berusaha menangkap ikan marlin raksasa jauh di laut lepas setelah sebelumnya gagal menangkap seekor ikan pun selama 84 hari dan persahabatannya dengan seorang anak lelaki. Perjuangan pantang menyerah sang lelaki tua dalam mencapai tujuannya mengajarkan kepada kita betapa kesabaran, ketabahan, dan kegigihan dalam mengarungi cobaan hidup tak akan berakhir sia-sia.

    Novel yang asyik dibaca ini ditulis Hemingway saat tinggal di Kuba dan berhasil menyabet Hadiah Pulitzer 1953 untuk kategori fiksi serta Award of Merit Medal for Novel dari American Academy of Letters, sekaligus mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Sastra. Sedemikian populernya novel menyentuh ini sehingga berkali-kali difilmkan dan terus dibaca orang di berbagai penjuru dunia hingga saat ini.

     

     

  • Bryan Peterson - Pintar Eksposur

    #2 Book of the month

    BRYAN PETERSON

    PINTAR EKSPOSUR

    Pintar Eksposur telah menghilangkan kerumitan konsep eksposur yang dirasakan banyak fotografer selama ini. Dengan gayanya yang mudah dimengerti yang terkenal, Bryan Peterson menjelaskan hubungan antara bukaan diafragma (aperture) dan kecepatan rana, bagaimana meraih eksposur yang berhasil dalam kondisi yang sulit sekalipun, dan bagaimana memanfaatkan cahaya untuk menciptakan drama pada hasil jepretan Anda.

    Anda akan belajar, antara lain:


    • Aperture mana yang akan memberikan kontras dan ketajam­­­­­­­an tertinggi, dan kapan menggunakannya;


    • Aperture mana yang menjadikan background tampak buram;


    • Di mana meletakkan titik fokus saat mengambil gam­­bar pemandangan;


    • Bagaimana memilih kecepatan rana untuk membekukan gerakan ataupun menampilkan gerak;


    • Di mana mengambil pembacaan meter saat memotret matahari terbenam, salju, atau pemandangan kota saat senja;


    • Apa bedanya kamera digital SLR dan kamera berlensa tetap.

     

    Dilengkapi dengan seratusan foto yang memikat, juga ulasan tentang teknologi fotografi terbaru, termasuk penjelasan tentang lampu kilat, white balance, dan HDR, buku klasik ini akan mengilhami Anda untuk bertransformasi dari “fotografer auto” ke fotografer kreatif. 

    Bacalah buku ini dengan saksama, praktikkan prinsip-prinsip dan aneka tips yang diajarkan, dan Anda pun akan mampu menciptakan gambar yang benar-benar Anda dambakan—kapan saja, di mana saja, dengan kamera apa saja.

     

  • Nur Laeliyatul Masruroh - Runtuhnya SANG PENGUASA Dari Kudeta Hingga Terbunuh

    #3 Book of the month

    NUR LAELIYATUL MASRUROH

    RUNTUHNYA SANG PENGUASA DARI KUDETA HINGGA TERBUNUH

    Menengok sejarah ke belakang, seharusnya peradaban tidak bisa dibangun di atas kubangan  darah, dentuman meriam, dan senapan. Namun, tidak halnya para pemimpin negara, seperti Adolf Hitler, Slobodan Milosevic, Antonio Salazar, Moammar Khadafi, dan tiran lainnya. Mereka menggunakan berbagai cara, termasuk menghabiskan uang negara dan merampok  harta rakyat untuk mempertahankan kekuasaannya. Kisah hidup mereka dipaparkan dalam buku ini, mulai dari masa kecil hingga akhirnya menjadi  pemimpin tiran. Gaya para pe nguasa haus takhta ketika memimpin, mempertahankan, dan memperkuat kekuasaannya hingga akhirnya  mengalami keruntuhan terekam dalam buku menarik ini. Baca buku ini dan jadilah bagian dalam sejarah peradaban manusia!   

  • Nia Noorrahmah & An An Kartiwa - TIPS KREATIF MENATA INTERIOR RUMAH | PENEBAR SWADAYA

    #4 Book of the month

    NIA NOORRAHMAH & AN AN KARTIWA

    TIPS KREATIF MENATA INTERIOR RUMAH | PENEBAR SWADAYA

    Tak sedikit pemilik rumah yang berkeinginan menata sendiri interior rumahnya agar terlihat indah dan menarik serta nyaman digunakan beraktivitas. Sayangnya, kebingungan sering dirasakan saat ingin menata. Akan dimulai dari mana? Bagaimana cara mudah mengolah elemen interior rumah?
    Buku ini hadir menjawab kebingungan tersebut dalam bentuk tips-tips kreatif, praktis, dan mudah dipraktikkan. Beragam tips kreatif tersebut disusun sesuai prinsip-prinsip penataan ruang agar pemilik rumah dapat menata sendiri ruangannya secara mudah dan cepat untuk menghasilkan ruang yang indah, menarik, dan nyaman.

  • Robert M. Delinom - ANCAMAN BAWAH PERMUKAAN JAKARTA | LIPI PRESS

    #5 Book of the month

    ROBERT M. DELINOM

    ANCAMAN BAWAH PERMUKAAN JAKARTA | LIPI PRESS

    Kondisi lingkungan bawah permukaan , sejauh ini, belum menjadi bahan pertimbangan bila terjadi sesuatu permasalahan dipermukaan, seperti banjir, amblesan, atau perubahan kualitas air di suatu daerah. Sangat sulit untuk mengubah paradigm ‘out of sight, out of mind’ menjadi paradigm yang mengikutsertakan factor yang tidak terlihat. Begitu juga yang terjadi di Cekungan Jakarta. Semua permasalahan yang berhubungan dengan banjir, amblesan, perubahan kualitas air, biasanya hanya dihubungkan dengan iklim, atau perubahan tutupan lahan, tanpa mengikutsertakan factor kondisi geologi Jakarta yang khas dalam analisis terhadap permasalahan yang terjadi.

    Bunga rampai ini membahas mengenai kondisi air bawah tanah Jakarta dan hal-hal yang memengaruhinya, seperti pengaruh kegiatan manusia terhadap kualitas dan kuantitas air, suhu ekstrem (heat island), intrusi air laut, dan kondisi pencemaran teluk Jakarta, serta kondisi sosial ekonomi yang juga memengaruhi kondisi lingkungan bawah permukaan Jakarta. Selain iut, buku ini juga mengupayakan suatu konsep pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan kondisi pada saat ini dan kemungkinan perubahan di masa mendatang.

    Bunga rampai ini merupakan sumber referensi yang tepat untuk memahami perkembangan dan permasalahan sebuah kota, khususnya Jakarta, baik dalam pengelolaan tata ruang, pelestarian lingkungan, pengembangan wilayah, maupun penanggulangan permasalahan lingkungan bawah permukaan tanah.

  • Riwanto Tirtosudarmo - On The Politics Of Migration: Indonesia And Beyond

    #6 Book of the month

    RIWANTO TIRTOSUDARMO

    ON THE POLITICS OF MIGRATION: INDONESIA AND BEYOND

    As a scientific publisher, LIPI Press holds on high responsibility to provide high-quality scientific publication. The provision of  qualified publication is the epitome of our works to participate in enlightening society intelligence and awareness as stated in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia.

    The book On the Politics of Migration: Indonesia and Beyond sees migration from a different perspective, that is from its political stand- point making the book as multi-disciplined book of demography and  politics. The focus is still on how Indonesia and its people approach migration, as they utilize internal migration and then further beyond their national borders.

    We surely hope this book could give new insights and information, especially about the politics of migration as a basis for further studies.

    As a final note, we would like to deliver our heartfelt gratitude  to everyone taking part in the process of this book.

    LIPI Press

  • Firman Noor - Perpecahan Dan Soliditas Partai Islam: Kasus PKB Dan PKS Di Dekade Pertama Reformasi

    #7 Book of the month

    FIRMAN NOOR

    PERPECAHAN DAN SOLIDITAS PARTAI ISLAM: KASUS PKB DAN PKS DI DEKADE PERTAMA REFORMASI

    Buku ini mengungkap latar belakang dibalik perpecahan dan soliditas partai-partai Islam di Indonesia. Dengan menjadikan PKB dan PKS sebagai objek penelitian, pembahasan dalam buku ini memperlihatkan pentingnya pemantapan kondisi internal sebuah partai, baik dalam menghadapi terciptanya perpecahan maupun soliditas. Selain iut, buku ini juga menjawab anggapan bahwa factor individu atau aktor adalah penyebab utama, apalagi satu-satunya, yang mengganggu atau mendorong keutuhan sebuah partai. Singkatnya, buku ini mengeksplorasi dan menganilisis berbagai factor serta alas an di balik masalah perpecahan soliditas partai-partai politik islam dalam kaitannya dengan keberadaan proses pelembagaan partai pada decade pertama Era Reformasi (1998-2008).

    Tidak salah lagi jika buku ini menjadi buku wajib bagi mahasiswa, dosen, peneliti ataupun masyarakat umum. Mengapa ? karena buku ini membuka wawasan dan pemahaman mengenai dinamika kepartaian Islam dalam politik Indonesia Kontemporer. Berbagai informasi dan kajian penting dalam buku ini di antaranya: 

    1)      Latar belakang kegagalan partai Islam dalam menjaga keutuhan, dan di sisi lain kemampuan partai Islam dalam menggalang soliditas internalnya;

    2)      Dampak konsistensi dalam menjalankan konstitusi dan prosedur partai dalam membangun rasa pecaya pada partai;

    3)      Dampak keberadaan mekanisme penyelesaian konflik yang mumpuni dan terlembaga dalam menjaga rasa keadilan internal;

    4)      Dampak kaderisasi yang sistematis, bahwa kedudukan seseorang ditentukan oleh prestasinya dan bukan semata karena factor like or dislike, terhadap semangat kebersamaan;

    5)      Dampak komitmen atas nilai-nilai yang diyakini bersama, yakni komitmen atas ideology yang diusung oleh partai terhadap sikap mendahulukan kepentingan partai.

  • Agus Syarip Hidayat (ed.) - Persiapan Sektor Pariwisata Indonesia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

    #8 Book of the month

    AGUS SYARIP HIDAYAT (ED.)

    PERSIAPAN SEKTOR PARIWISATA INDONESIA DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

    Pada tahun 2016, sector pariwisata Indonesia menghadapi persaingan yang lebih ketat. Sesame Negara anggota ASEAN yang terintegrasi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN memiliki tujuan agar wisatawan dimudahkan dalam melakukan perjalanan wisata ke Negara-negara ASEAN. Hal ini diharapkan dapat berdampak terhadap perekonomian di ASEAN. Oleh karena itu, peran pemerintah Indonesia menjadi sangat vital, khususnya dalam pemberian kebijakan memadai bagi sector pariwisata.

    Selain iut, dibahas juga mengenai kondisi kepariwisataan Indonesia dibandingkan Negara-negara di ASEAN lainnya, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusianya. Bunga rampai ini dapat menjadi referensi yang berguna, baik bagi pemerintah, masyarakat, maupun pihak-pihak lain yang terkait, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan sector pariwisata di Indonesia.

  • Saut H. Siahaan, Dkk. - Peran Lembaga Litbang, Industri, Dan Pemerintah Dalam Rantai Pasokan Industri Bioetanol
   
  • Bloomberg Businessweek Indonesia - REVOLUSI PEMASARAN MUSIK | BLOOMBERG BUSINESSWEEK INDONESIA

    #1 Magazine of the month

    BLOOMBERG BUSINESSWEEK INDONESIA

    REVOLUSI PEMASARAN MUSIK | BLOOMBERG BUSINESSWEEK INDONESIA

    Berita Utama

    Siasat Unik Musisi Masa Kini

    Pembajakan dan teknologi digital telah menggerus penjualan album melalui kaset dan CD. 

    Para seniman dan pelaku industri musik dituntut lebih cerdas menyiasatinya     


    Ekonomi Global

    Kartel Narkoba Pasca El Chapo 

    Seorang gembong narkoba tumbang; gangster-gangster muda pun bergegas menggantikannya        

    Penutupan pabrik baja di provinsi Hebei memperparah pelemahan industri China     


    Pasar/Keuangan

    Pembobolan Tak Berujung

    Kesadaran pengguna internet banking dalam menjaga data pribadi masih minim    

    Dengan dana IPO, Mitra Keluarga berencana membangun tujuh rumah sakit baru     

    Kinerja positif Waskita Karya tahun lalu diperkirakan terus berlanjut tahun ini         

    Merger BTPN dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia masih terus dikaji         

    Genderang perang JPMorgan         

    Kinerja emiten CPO         


    Korporasi/Industri

    Bendera Putih General Motors

    General Motors menutup pabriknya di Indonesia            

    Ekspansi United Tractors ke pertambangan emas memperkuat bisnis non-inti perusahaan        

    Garuda Indonesia intens membangun jaringan penerbangan ke kota-kota sekunder      

    Delay terparah sepanjang sejarah penerbangan Indonesia     

    Wawancara Sarwono Kusumaatmadja. “Perikanan Butuh Perencanaan Terfokus”       

    Pemerintah tak ingin terus bergantung pada bahan baku pakan impor       


    Teknologi

    Jurus Banting Harga ala E-commerce   

    “Banting harga” demi keuntungan jangka panjang           

    Popcorn Time membuat pembajakan jauh lebih mudah        

    Transformasi Kaskus        

    Intel mengucurkan miliaran dolar di China guna mendobrak dominasi Qualcomm       

    Inovasi gagal       


    Features

    Kiamat di Kota Sereal 

    Mampukah raksasa sereal Kellogg bangkit dari keterpurukan?     


    Ragam  

    Meramu Sajian Futuristik 

    Di Café ArtScience, Boston, para tamu menjadi kelinci percobaan untuk eksperimen David Edwards          

    Film Penata suara memegang peranan penting dalam produksi film      

    Komunikasi Hari baik bagi public relations      

    Etalase Aneka kamera saku anti-air                                                                                                                                                                   

    Pilihan Sulit Firdaus Syahril berhadapan dengan dilema ketika hendak “dibajak” dari Rekind       

  • Globe Asia - Man Of The Year Basuki Tjahaja Purnama | Globe Asia

    #2 Magazine of the month

    GLOBE ASIA

    MAN OF THE YEAR BASUKI TJAHAJA PURNAMA | GLOBE ASIA

    Ahok, Indonesia’s Shooting Star 

    Basuki Tjahaja Purnama has seen his profile among the Indonesian public rise meteorically. Now he has the task of proving himself a worthy leader for the capital city after Joko Widodo becomes president.

  • Globe Asia - Joko Widodo Transformational President | Globe Asia

    #3 Magazine of the month

    GLOBE ASIA

    JOKO WIDODO TRANSFORMATIONAL PRESIDENT | GLOBE ASIA

    The man of the people is leading Indonesia into a brave new world.

     

  • Globe Asia - INDONESIA ECONOMIC FORUM 2016 | GLOBE ASIA

    #4 Magazine of the month

    GLOBE ASIA

    INDONESIA ECONOMIC FORUM 2016 | GLOBE ASIA

    Innovate or perish

    Over the past decade, the world has witnessed a great transformation. Developments in information technology, artificial intelligence, big data analytics, e-commerce and the sharing economy are changing the way we learn, work, shop and travel.

    At the heart of this transformation has been the emergence of new industries that have utilized the power of the crowd through big data analytics and artificial intelligence. As a result, we are upending long established industries and business processes. This transformation provides huge opportunities but also presents societies with enormous challenges.

    Indonesia must be part of this process. We must contribute to this global movement with our own ideas, initiatives and products. Indonesia cannot afford to sit back and merely consume what the rest of the world offers. This means that as a society we must adopt an innovation culture that embraces change, even if that change disrupts our established thinking.

    Innovation drives progress and improves productivity and ultimately helps improves our standard of living and determines the quality of life.

    In the 21st century, innovation will continue to drive economic and social progress. This has always been the  case but now science and technology are advancing at mind-boggling speed and the possibilities of innovation are truly infinite. 

    Imagine if through digitalization  we can provide affordable healthcare  to all 250 million Indonesians?  What if we use big data analytics to predict future trends and thus sharpen public policymaking?

    But even within this constant and rapid change, certain goods and services will always be needed. Textiles and garments will never become sunset industries but factories and companies that do not embrace technology and automation may fade away. This is where Indonesia, with its large manufacturing base, relatively cheap labor and a vast consumer market can play a leading role.

    The internet and the ability to garner and analyze big data have the potential to break down the barriers to more robust economic growth. But in these changing times, both government as well as the private sector must be more agile in their thinking and actions.

    We cannot afford to be rigid and close-minded. Policymakers must allow entrepreneurs to test new ideas without restricting them, especially in new areas where there are few or no  established rules. Entrepreneurs and investors on their part must be bold and innovative.

    Our economy and our society face many difficult  challenges ahead.  We must innovate or perish.

    Shoeb Kagda

    Editor in Chief

    shoeb@globeasia.com

  • The Peak Indonesia - HOW THIS FITNESS ENTREPRENEUR PLANS TO CONTINUE EXPANDING HIS EMPIRE | The Peak Indonesia Magazine

    #5 Magazine of the month

    THE PEAK INDONESIA

    HOW THIS FITNESS ENTREPRENEUR PLANS TO CONTINUE EXPANDING HIS EMPIRE | THE PEAK INDONESIA MAGAZINE

    NEW BEGINNINGS

     

    As we leave behind 2014 and welcome 2015, it is time to take stock of where we are and in fact who we are. For  The Peak Indonesia, 2014 has been an eventful year both in terms of strides made to improve the magazine and celebrating our fifth anniversary with a gala black tie dinner.

     

    We often measure our success or failure by how much we have in our bank balance which is fair as wealth is an important indication oh how well we are doing. But wealth, of course is not the only measure. We should also gauge how well we are doing by the number of friends we have made; the people we have helped along the way and our state of health.

     

    So as we look forward to a new year and new beginnings, it a good time to look at where we are going and to set our priorities.  I am glad to say that 2015 holds great promise for Indonesia as well as for The Peak Indonesia. The country has come along way and under President Joko Widodo, there is renewed optimism in the direction this nation is headed.

     

    Here at The Peak Indonesia, we too have worked hard to ensure that we in tune with what is happening in the luxury space and that we continue to meet the aspirations of our readers. In 2014, we introduced new segments within the magazine based on reader  feedback. In the coming year, we will  continue to listen to what you, the readers, want from us.

     

    Personally, my goal in 2015 is to make sure that The Peak Indonesia remains a must read for this country’s established as well as up and coming entrepreneurs. We hope to continue to maintain our high editorial standardsby not resting on our laurels. But we also want to progress and explore new  areas and experiment with new ideas.

     

    As humans, this is the true  measure of success. If, with each passing year, we can improve ourselves  and help those around us, we would have done well. So as we roll into 2015, we look forward to new beginnings and maintaining old ties.

     

    SARI KUSUMANINGRUM

  • The Peak Indonesia - IVAN KAMADJAJA Moving Indonesia | The Peak Indonesia

    #6 Magazine of the month

    THE PEAK INDONESIA

    IVAN KAMADJAJA MOVING INDONESIA | THE PEAK INDONESIA

    Connecting the nation

    All talk these days is about the digital revolution. How the Internet is changing our lives and connecting far peoples across the globe.

     

    That may be true but we should not forget that while the internet has dramatically improved business and is dramatically altering economies, we still need to move goods around the country. So while e-commerce allows us to shop from the comfort of our homes, we still the goods we purchase to be delivered to us.

     

    This is where companies such as Kamadjaja Logistics play a critical role. A pioneer of the industry in Indonesia, Kamadjaja has come a long way under the helm of its founder Hura Kamadjaja and now his son Ivan.

    As Ivan notes in our cover story, the logistics sector is the spine of the economy. If we cannot move goods from source to market in a timely and cost efficient manner, we cannot compete as an economy and as a nation.

     

    President Joko Widodo has made strengthening Indonesia’s maritime connectivity one of his key priorities. This means building new ports as well as improving roads that lead to these ports. If Indonesia’s economy is to continue to grow, the logistics sector will play a critical role.

     

    In this regard, the country is fortunate to have companies such as Kamadjaja and entrepreneurs such as Ivan. Under Ivan’s leadership, Kamadjaja Logistics is using technology and management systems to improve services and help its clients.

     

    Kamadjaja Logistics has been recognised as a strong player in eastern Indonesia. Recently they’ve also been recognised for being among the most modern in the industry with use of advanced technology, too. Success, Ivan notes, due to the team.

     

    Entrepreneurs in this sense are never satisfied with just maintaining the status quo. People such as Ivan are always pushing the boundaries and looking for improvement. This is the heart of entrepreneurship and it is this spirit that drives the nation forward.

  • The Peak Indonesia - Deby Vinski - Rejuvenating Indonesia

    #7 Magazine of the month

    THE PEAK INDONESIA

    DEBY VINSKI - REJUVENATING INDONESIA

    ELIXIR OF YOUTH

    Time and tide wait for no man. Aging is part of life and most of hope that we can age gracefully. But it is the nature of man and woman to fight the aging process and with modern medicine, it seems we can at least slow it down.

     

    This is where Dr. Deby Vinski comes in. Her anti-aging clinic The World Preventive & Anti-Aging Centre (WRC) is well known among Jakarta’s well-heeled and she is highly respected for her professionalism and her work.

     

    She spends most of her time customising special programmes for patients, helping them reverse the aging process while rejuvenating healthy cells so as to optimise one’s health. “My latest specialisation involves stem cell therapy.  I’m interested in 3D print organs made from the patient’s own body. I want to be a part of this big step to fight our genetic destiny,” Dr. Deby tells The Peak Indonesia.

     

    No doubt many Indonesians are happy that Dr. Deby  is able to keep them looking young. How we look and feel is critical to our well being and to our self confidence. If we feel good, we usually also look good.

     

    But our decision to profile Dr. Deby on our cover goes beyond her professional work. The primary reason for selecting her as the July edition cover is that she represents the new Indonesian woman. Apart from her day-to-day work, she finds time to run multiple companies as well as serve as the chairwoman advisor for the World Royal Society whose work involves projects in 155 Kingdoms and Sultanates including Brunei Darusalam, Belgium and the UK. In Indonesia, the group works with FSKN to preserve Indonesia’s Royal Heritage.

     

    Keeping busy, fit and having a range of interests is ultimately the real elixir of youth. It keeps us physically and mentally healthy. Getting up in the morning with a purpose and a goal gives our lives meaning. And it does not hurt to have some help in slowing the aging process as well.

     

    SARI KUSUMANINGRUM

    Follow us on Instagram at

    www.instagram.com/thepeakindonesia

  • The Peak Indonesia - The Peak Indonesia Magazine November 2016

    #8 Magazine of the month

    THE PEAK INDONESIA

    THE PEAK INDONESIA MAGAZINE NOVEMBER 2016

    A STATE OF MIND

    Innovation is a state of mind. It does not belong only in the area of technology or digitalisation. Essentially innovation reflects how we see the world and if we are able to push society forward.

    We can innovate from the smallest things in our daily life to creating outstanding products such as Steve Jobs or Nadiem Makarim. at its core, innovation lies at the heart of our desire to improve our lives.

    this definition perfectly fits arnold Limasnax, CeO of e-motion entertainment, the subject of our cover story this issue. Despite having failed in a previous music venture, the entrepreneur did not lose heart and instead teamed up with his sister to set up e-motion entertainment on top of running his family’s logistics business.

    What is particularly impressive is his ability to merge two apparently diverse industries. Only a person of broad perspective and deep insights can see find a way to link logistics and music.

    “When people comment that logistics and entertainment are so far apart, its actually the reverse,” he tells the peak Indonesia. “they complement each other.”

    “In entertainment, one learns about research and development, production and publishing, promotion, branding-packaging-distribution,” he adds. “While in logistics, it involves services systems, networks, speed and efficiency as well as optimisation, human resources, safety and more.”

    In the process, he is uplifting many local artists and musicians. his relationship with tompi, whom he met while looking for a wedding singer and with whom he now sings with, is an illustration of arnold’s deep passion for the industry.

    Without doubt entertainment is a new growth sector in Indonesia and offers huge potential for budding entrepreneurs. But as with many other sectors, it too is undergoing a great transformation and disruption so innovation will be critical.

    Creativity and innovation will continue to drive change not only in the music industry but across the whole economy. Change as they say is the only constant in life.

  • Majalah Tambang - BATUBARA: DIGILAS HARGA DIGULUNG ROYALTI | MAJALAH TAMBANG

    #9 Magazine of the month

    MAJALAH TAMBANG

    BATUBARA: DIGILAS HARGA DIGULUNG ROYALTI | MAJALAH TAMBANG

    LAPORAN UTAMA

    Dipurukkan Royalti Naik

    Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah meningkatkan penerimaan negara bukan pajak sektor mineral dan batubara. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral harus mempercepat terbitnya revisi PP No. 9 Tahun 2012 yang mengatur tariff royalti. Royalti batu bara untuk pemegang izin usaha pertambangan (IUP) bakal dinaikkan.


    LAPORAN KHUSUS

    Menjaga Selamat Di Tengah Efisiensi

    Perusahaan tambang giat melakukan efisiensi. Kondisi ini berimbas pada usaha jasa keselamatan dan penjualan alat keselamatan. Namun standar keselamatan tetap prioritas.


    Oil & Gas

    Konservasi Gas | Persekutuan Mengangkat Gas

    Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil harus dikurangi. Pertamina dan PGN, dua badan usaha milik negara yang selama ini perang dingin, bersepakat untuk secepatnya menyukseskan kebijakan ini.

  • Sarasvati - KETIKA SENIMAN BUKA STUDIO | Majalah Sarasvati

    #10 Magazine of the month

    SARASVATI

    KETIKA SENIMAN BUKA STUDIO | MAJALAH SARASVATI

    Di edisi awal tahun ini kami juga memberi apresiasi khusus bagi Agus Suwage yang dari Desember tahun lalu hingga 12 Januari ini tengah berpameran tunggal di Galeri Nadi Jakarta. Pameran ini patut diulas karena sebagai seniman senior, Agus Suwage mencoba melawan arus dengan mengolah media-media yang dinilai sebelah mata oleh pasar. Dengan cara ini, Agus menunjukkan bahwa karya seni tidak sematamata harus dinilai dari sisi ekonomi.

    Kami juga memuat artikel tentang Art Stage Singapore 2015 yang berlangsung 22-25 Januari yang mencoba membuat terobosan baru dengan melibatkan karya video art yang masih enggan dikoleksi para kolektor. Secara khusus, art fair ini membuat platform yang dikurasi oleh kurator dari Rusia. Namun di sisi lain Art Stage juga mengejar sisi komersial dengan membuat platform seni modern sehingga para kolektor tak perlu jauh-jauh keluar Asia untuk membeli karya para maesto Barat.

    Di luar bidang seni rupa, kami juga menuliskan tentang penghargaan yang diberikan pemerintah untuk seniman dan praktisi seni pertunjukan yang telah berkarya selama 15 tahun. Dukungan kepada seni pertunjukan sebaiknya tidak berhenti pada pemberian penghargaan namun juga kontinuitas yang menjamin mereka terus berkarya. Seperti yang dilakukan Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) yang akan mengembangkan tujuh area dan gedung di kawasan Kota Tua untuk digunakan sebagai gedung seni pertunjukan. Semoga artikel-artikel yang kami tampilkan di awal 2015 ini semakin mendorong kita untuk lebih mencintai dan mengapresiasi seni budaya.

    Selamat membaca,

  • Sarasvati - Yang Gres Di Gresik Art

    #11 Magazine of the month

    SARASVATI

    YANG GRES DI GRESIK ART

    DI edisi bulan ini, kami khusus memberitakan sejumlah acara pameran yang berfokus pada para perupa muda.

    Seperti di Yogyakarta, pameran “Perupa Muda 2016” di Bale Banjar Sangkring menampilkan karya-karya perupa muda. Festival Kesenian Yogyakarta bahkan  punya program khusus Pameran Perupa Muda (Paperu),  ajang kompetisi seniman muda untuk menampilkan karya-karya terbaik mereka melalui metode open call application. Hasilnya, Paperu menjaring 250 aplikasi dari dalam dan luar Yogyakarta. Untuk seorang perupa, usia muda terentang antara 20 hingga 30 tahun, dan  (biasanya) masih jarang pada usia itu yang karyanya benar-benar sudah “ jadi”. Walau begitu, ternyata karya mereka demikian diminati.

    Namun demikian ada catatan untuk Paperu. Proporsi perupa yang terlibat cenderung tak seimbang, lebih banyak seniman undangan ketimbang seniman aplikasi. Juga dijumpai jajaran karya seniman yang tak bisa lagi dibilang muda dalam pameran yang tujuannya mengakomodasi seniman muda. Walau dapat sepanggung dengan perupa kenamaan dapat membangun reputasi perupa muda, tentu lebih baik jika penyelenggara menentukan secara tegas batasan konteks muda di sini. Jangan sampai perupa muda hanya jadi pelengkap pameran.

    Kabar baik kami terima dari Gresik, Jawa Timur. Di kota yang “sepi” acara seni itu akhirnya dihelat “GresArt 0.1”, pameran yang serius, terkonsep, dan digarap dengan persiapan matang. Sekumpulan penggiat seni yang tergabung dalam Galeri Senirupa Gresik (GASRUG) yang mengupayakannya.

    Kabar tentang kiprah perupa muda tidak hanya terjadi di Yogyakarta, tapi juga di Pearl Lam Gallery di Singapore, yang menghadirkan tiga perupa muda Indonesia yang posisinya telah meng-internasional, yaitu Aditya Novali, Andy Dewantoro, dan Yudi Sulistyo. Kiprah lainnya dari perupa yang juga telah bertaraf internasional yang kami tampilkan di edisi ini adalah Tisna Sanjaya yang berpameran tunggal di Erasmus Huis. Dalam pameran ini, Tisna mempersoalkan keajegan kapitalisme hingga krisis sumber daya alam yang menimpa Kota Bandung Selatan. Masih dengan pendekatan khas Tisna yang menjadikan material local dan tubuhnya sebagai bagian dari karya, pameran ini merupakan bentuk keprihatinan Tisna terhadap rusaknya keseimbangan alam dan perilaku manusia di dalamnya.

    Selamat membaca,

    Syenny Setiawan

    Direktur

  • Gatra - Pemenang Dan Pecundang Di Asia | Majalah Gatra

    #12 Magazine of the month

    GATRA

    PEMENANG DAN PECUNDANG DI ASIA | MAJALAH GATRA

    Laporan Utama

    Lahirnya sang Pemenang dan Pecundang

    Jatuhnya harga minyak dunia membuka peluang perubahan konstelasi ekonomi sejumlah negara di kawasan Asia. Negara importir minyak menikmati berkah,  eksportir bisa bermasalah. Indonesia, Singapura, dan Jepang keluar sebagai pemenang. Malaysia dan Brunai bisa terpuruk jadi pencundang.


    Ekonomi

    Mencari Dirjen Kuat Setoran

    Sejak 2009 penerimaan pajak tidak pernah mencapai target. Tapi oleh Presiden Jokowi, target penerimaan justru digenjot lagi. Dibutuhkan dirjen pajak yang kuat kejar setoran.


    Laporan Khusus I

    Hulubalang Penjaga Keamanan Laut

    Presiden Joko Widodo menghendaki Bakamla hadir lebih cepat dengan kewenangan yang besar dan kuat. Sejumlah tantangan dan persoalan pengamanan serta keselamatan di laut mengadang.


    Laporan Khusus II

    Senjakala Penerbangan Malaysia

    Kecelakaan pesawat Air Asia dikhawatirkan menambah buruk  industri penerbangan di Malaysia. Penurunan kinerja  sudah  dirasakan dengan performa Malaysia Airline yang semakin jeblok. Air Asia punya basis kuat dalam penerbangan regional di Tanah Air.

     

  • Weddingku Nasional - Yes, I Do !

    #13 Magazine of the month

    WEDDINGKU NASIONAL

    YES, I DO !

    Pembaca yang terhormat,

     

    Izinkanlah di edisi akhir tahun yang akan menutup tahun 2014 ini, saya atas nama  seluruh jajaran redaksi berterima kasih untuk para vendor pernikahan dan juga pembaca setia majalah Weddingku. Karena kesetiaan Anda lah kami tetap ada dan bersemangat untuk selalu memberikan yang terbaik lewat majalah Weddingku ini – media yang menjadi jembatan antara vendor-vendor industri pernikahan di Tanah Air dengan para calon pengantin sekalian. 

     

    Selama lebih dari sepuluh tahun berkecimpung di industri media pernikahan, saya banyak melihat people come and go, vendors borne and bust at the same time. Saya juga sering mendapat kritikan paling pedas dan juga pujian paling menyenangkan dari para pembaca sekalian. Dan, saya pun sangat mengerti bahwa dari sebuah media, yang diinginkan oleh pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan adalah informasi dan inspirasi bagi mereka – dan yang diinginkan oleh para vendor pernikahan adalah tempat atau medium untuk berpromosi untuk produk dan layanan yang mereka tawarkan. 

     

    Pengalaman-pengalaman di atas membuat saya bersyukur bahwa dengan tantangan-tantangan yang ada, Weddingku bisa menjadi media online dan juga media cetak yang dipercaya oleh banyak pasangan pengantin yang sedang mempersiapkan pesta di hari bahagia mereka dan juga oleh vendor-vendor di industri pernikahan Tanah Air. 

     

    Di tahun 2015 yang baru nanti, tantangan akan selalu ada dan persaingan juga pasti akan bertambah banyak, namun dengan berbagai pengalaman yang kami miliki untuk menjadi lebih baik lagi, dengan kesetiaan dari para pembaca sekalian, dan juga dengan semangat untuk menjadi media yang menjembatani kebutuhan kedua belah pihak antara vendor dan juga pasangan pengantin, kami akan tetap membantu Anda sekalian dengan berbagai informasi dan juga halaman-halaman majalah yang menginspirasi. 

     

    Dan, kami tidak akan berhenti untuk selalu memberikan yang terbaik bagi Anda para pembaca dan juga vendor pernikahan sekalian untuk tahun 2015 yang lebih baik lagi.

     

     

  • Majalah Geo Times - 9 JUTA HEKTARE TANAH UNTUK RAKYAT | MAJALAH GEO TIMES

    #14 Magazine of the month

    MAJALAH GEO TIMES

    9 JUTA HEKTARE TANAH UNTUK RAKYAT | MAJALAH GEO TIMES

    Laporan Utama: Bukan Sekadar Bagi-bagi Tanah

    Potensi dampak lingkungan dan sosial yang dahsyat harus dipikirkan sejak awal.   


    Musik: Bersatu Melawan Pembajakan

    Pembajakan terus meningkat. Industri musik Indonesia terancam gulung tikar. Bisakah keluar dari situasi ini?


    Budaya: Dari Cinta Lahirlah Lumpia

    Akulturasi budaya dalam sepotong lumpia.


    Fashion: Mimpi Menjadi Pusat Mode Dunia

    Indonesia Fashion Week merupakan langka awal menuju target tahun 2025

  • Kabare Magazine - PARA RAJA DAN SULTAN MENGGUGAT | KABARE MAGAZINE

    #15 Magazine of the month

    KABARE MAGAZINE

    PARA RAJA DAN SULTAN MENGGUGAT | KABARE MAGAZINE

    KERATON MARAH!

    Akhirnya “bisul” Keraton Nusantara itu pecah di Kutaringin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di puncak Festival Kraton Nusantara (FKN) X, Oktober silam. Sekaligus menjadi bukti, bahwa Raja dan  Sultan juga manusia. Maka, setelah sekian lama para Raja dan Sultan yang bergabung dalam Forum Komunikasi dan Informasi Keraton se­Nusantara (FKIKN), memendam perasaan dan pikiran bertahun­tahun,  mereka pun terang­terangan menuntut pemerintah melalui Deklarasi Kutaringin.   

    “Kami para Raja dan Sultan menuntut peran baru bagi kami dalam proses pembangunan bangsa dan negara sehingga tidak sekedar jadi penonton. Kami menuntut komitmen Pemerintah dengan leluhur kami di saat mendirikan NKRI untuk tidak diingkari,” begitu bunyinya.

    FKIKN ini tidak sendirian. Kelompok Raja dan Sultan lainnya, yang tergabung dalam Yayasan Raja dan Sultan Nusantartara (Yarasutra), September lalu, di Sulawesi Selatan, lewat Deklarasi Yarasutra juga melontarkan tuntutan. “Kami ada sebelum kamu ada. Kamu ada karena kami akui kamu ada. Tidak ada alasan buat kamu untuk tidak mengakui kami.”  Yang dimaksud  kamuadalah  Pemerintah NKRI, dan kami adalah Kerajaan dan Kesultanan.

    Sejarah mencatat, demi terbentuknya NKRI, para Raja dan Sultan telah rela berkorban, antara  dengan menyerahkan wilayah (tanah), kerajaan, uang, hingga harta benda.  Kini di era demokrasi, para penerus Raja dan Sultan merasakan, apa yang dahulu disepakati ayah atau nenek moyang mereka dengan Soekarno, Bapak Prok lamator dan Presiden pertama Indonesia, diingkari oleh penguasa   sekarang. 

    Tidak bisa dipungkiri bahwa semasa pra kemerdekaan, kerajaan­kerajaan di Tanah Air punya peran besar dalam mengantar Nusantara kedepan pintu kemerdekaan Indonesia. Beberapa kerajaan besar yang  pernah berjaya pada masanya, yaitu  Kutai  ( tahun 300 – 1400M ), Taruma Negara ( tahun 500 s/d 750 M ), Sriwijaya dan Melayu (tahun 650 – 1200M),  Pagaruyung ( tahun 1100 – 1400 M ),    Singosari  (tahun 1200 – 1300 M ),  Majapahit (tahun 1300 – 1550 M ) , Mataram, Kertosuro,  Kasunanan Solo, Kasultanan Yogya, dan Keraton se Nusantara. Masing­masing meninggalkan warisan kultural, yang bisa dilacak jejaknya pada masyarakat tempatan. Dan sampai hari ini, masih cukup banyak yang menjadi rujukan kultural bagi masyarakat pendukungnya. Meski harus diakui kekuatan keraton telah ber geser, dulu “tuntunan”, sekarang sekedar “tontonan” pariwisata.

    Keberadaan UU Cagar Budaya, kemudian disusul Permendagri Nomer 39 tahun 2007 tentang Pedoman Falisitasi Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan, Keraton, dan Lembaga Adat dalam Pelentarian dan Pengembangan Budaya Daerah, merupakan paying hukum, sekaligus amanat bagi pemerintah untuk me­ lakukan “pembinaan”. Namun dengan maraknya forum Raja, Sultan, Keraton, ditambah munculnya raja­raja ga­ dungan, raja kembar, dan lain­lain, pemerintah memang perlu melakukan pendataan melalui system akre ditasi yang berakar pada fakta sejarah, dan bukan pa da factor suka atau tidak suka. Untuk tugas itu, peme rintah bisa menggandeng Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).

    Akhirulkalam, perlu kita sadari bersama bahwa Deklarasi Kutaringin Yang sangat eksplisit itu, merupakan babak baru yang nyata dalam tata hubungan “batin”, antara Raja dan Sultan  dengan Pemerintah RI. Sungguh terpuji, jika pemerintah Djoko Widodo melalui menteri­ menteri terkait, dengan kearifannya mau menanggapi dan mencari solusi terbaik. Agar Raja dan Sultan yang menghendaki “peran baru” di masa kini menemukan bentuknya yang nyata, saling menguntungkan, memperkokoh NKRI, dan dapat memajukan kebudayaan Indonesia.

    Teriring salam hangat,

    Yusuf Susilo Hartono

    Wapemred/Penanggung Jawab

   
  • Investor Daily - 15 Agustus 2016 | Perbaikan Ekonomi RI Berlanjut | Investor Daily

    #1 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    15 AGUSTUS 2016 | PERBAIKAN EKONOMI RI BERLANJUT | INVESTOR DAILY

    JAKARTA – Membaiknya perekonomian  Indonesia diperkirakan akan berlanjut pada  kuartal III dan IV dengan pertumbuhan diproyeksikan masih bisa di atas 5% sepanjang tahun ini. Kendati dibayangi rencana pemangkasan anggaran, membaiknya daya beli dan adanya event besar akhir tahun, yakni perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, diyakini masih bisa menggenjot belanja konsumsi rumah tangga (RT) yang notabene menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Demikian pula pola penyerapan anggaran pemerintah yang biasanya kencang di pengujung tahun diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal IV.

  • Investor Daily - 30 Agustus 2016 | Tax Amnesty Bukan Menakuti Rakyat | Investor Daily

    #2 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    30 AGUSTUS 2016 | TAX AMNESTY BUKAN MENAKUTI RAKYAT | INVESTOR DAILY

    JAKARTA – Program tax amnesty (pengampunan pajak) yang dicanangkan pemerintah bukan untuk menakut-nakuti rakyat. Tax amnesty adalah kebijakan pemerintah yang tujuan utamanya untuk menarik dana-dana besar milik warga Negara Indonesia (WNI) yang kini diparkir di berbagai lembaga keuangan di luar negeri.

  • Investor Daily - 14 Sept 2016 | Belum Ada Indikasi Sudden Reversal | Investor Daily

    #3 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    14 SEPT 2016 | BELUM ADA INDIKASI SUDDEN REVERSAL | INVESTOR DAILY

    JAKARTA – Kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkanindikasi  gelombang pembalikan modal asing (sudden reversal). Investor asing belum keluar dari Indonesia, mereka hanya keluar dari bursa saham  untuk mengamankan portofolionya. Maraknya  aksi ambil untung (profit taking) oleh investor asingdimungkinkan karena IHSG  selama  tahun berjalan(year to date/ytd)  membukukan  kenaikan paling tinggi  di dunia, sebesar 13,55%.  Asing akan masuk kembali jika kondisinya menguntungkan.

  • Investor Daily - 17-18 Sept 2016 | RI Ingatkan Singapura Soal Tax Amnesty | Investor Daily

    #4 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    17-18 SEPT 2016 | RI INGATKAN SINGAPURA SOAL TAX AMNESTY | INVESTOR DAILY

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengingatkan Pemerintah Singapura dan kalangan perbankan setempat untuk tidak menghambat repatriasi dana milik warga negara Indonesia (WNI) yang disimpan di negeri itu untuk mengikuti program amnesti pajak di Indonesia.

  • Investor Daily - 19 Sept 2016 | Lonjakan Dana Repatriasi Akan Dorong IHSG | Investor Daily

    #5 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    19 SEPT 2016 | LONJAKAN DANA REPATRIASI AKAN DORONG IHSG | INVESTOR DAILY

    JAKARTA –Dana repatriasi yang mulai masuk pasar modal diperkirakan melonjak menjelang akhir periode I tax amnesty September 2016. Dana yang dibawa pulang WNI telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang bulan ini, dari Rp 9,44 triliun akhir Agustus lalu menjadi Rp 29,1 triliun hingga Minggu (18/9) malam. Derasnya aliran Dana segar tersebut dan menipisnya kemungkinan The Fed menaikkan Fed Funds rate (FFR) berpotensi mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) melaju ke level 5.400 dalam dua pekan mendatang.

     

  • Investor Daily - 20 Sept 2016 | Ganti Kuota Impor Dengan Sistem Tarif | Investor Daily

    #6 Newspaper of the month

    INVESTOR DAILY

    20 SEPT 2016 | GANTI KUOTA IMPOR DENGAN SISTEM TARIF | INVESTOR DAILY

    JAKARTA -- Pemerintah perlu mengubah sistem kuota menjadi sistem tarif dalam proses pengadaan pangan dari luar negeri. Penerapan sistem kuota dalam proses impor pangan di Indonesia telah membuka ruang cukup lebar terhadap praktik pelanggaran tata kelola pemerintahan (governance) karena sifatnya yang tidak transparan. Di sisi lain, sistem kuota juga cenderung tidak memenuhi (comply) aturan perdagangan internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), memicu Moral hazard, dan menciptakan kartel.

     

  • Suara Pembaruan - 13-14 Agustus 2016 | BNN Dukung Pengusutan Tuntas | Suara Pembaruan

    #7 Newspaper of the month

    SUARA PEMBARUAN

    13-14 AGUSTUS 2016 | BNN DUKUNG PENGUSUTAN TUNTAS | SUARA PEMBARUAN

    Kejahatan narkoba di Tanah Air menjadi tantangan semua pihak untuk mengakhirinya. Eksekusi mati sejumlah terpidana kasus kejahatan luar biasa ini, belum sepenuhnya mampu menciptakan efek jera bagi produsen dan pengedarnya. Bahkan berkembang kabar adanya permainan oknum aparat penegak hukum. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba di Tanah Air, berkeinginan menjadi institusi yang bersih. Untuk itu, BNN mendukung pengusutan tuntas jika memang ada oknum aparat yang terbukti terlibat, meski mekanisme di internal diyakini menutup celah itu. Selama 14 tahun, BNN telah membongkar banyak kasus narkoba skala besar serta menangkap para gembong dan pengedarnya hingga dijatuhi vonis hukuman mati.

  • Harian Nasional - 13-14 Agustus 2016 | Srikandi Dari Jalanan | Harian Nasional

    #8 Newspaper of the month

    HARIAN NASIONAL

    13-14 AGUSTUS 2016 | SRIKANDI DARI JALANAN | HARIAN NASIONAL

    Menekuni pekerjaan apa pun, asalkan halal, pasti bisa membantu menjalani kehidupan. Begitu prinsip yang dipegang Enah Maemunah.  Orangtua tunggal dari lima anak itu telah malang melintang melewati aspal Jakarta.

    Tak peduli panas atau hujan, Enah serius Menjejak profesi sebagai sopir ojek online. Ihwal alasan  menggeluti Pekerjaan yang lebih didominasi kaum adam, Enah menjawab enteng, “demi mem bantu Ekonomi keluarga.”

    Harapan rezeki datang dari jalanan juga ditambatkan Sri Suprihantini. Sedari 2007, perempuan 43 tahun itu mengemudikan bus  TransJakarta, meski hingga larut malam.

     

  • Indonesia Shang Bao - 15 Agustus 2016 | Indonesia Shangbao

    #9 Newspaper of the month

    INDONESIA SHANG BAO

    15 AGUSTUS 2016 | INDONESIA SHANGBAO

   

GET IN TOUCH

We're here for whatever you need to know. Speak to a real person via phone, live chat, connect through social media, or send us an email. Bring it on — we want to hear from you!